
Lisa sangat senang karena bisa diterima kerja di toko roti milik Cindy. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk bekerja keras agar perekonomian keluarganya kembali. Setelah banyak masalah yang dilalui Lisa, keluarganya hampir saja jatuh miskin karena orang tuanya kena tipu trading saham abal-abal.
Saat itu Lisa telah melamar ke banyak perusahaan tapi tak satupun dari perusahaan yang dilamar memanggilnya untuk bekerja. Di saat yang bersamaan dia melihat iklan yang dipasang oleh Bayu di media sosial lalu Lisa mencoba melamar ke toko roti milik Cindy. Meskipun hanya sebagai pengelola toko tapi Lisa berharap Cindy mau menerimanya karena dia tidak tahu lagi ke mana harus mencari pekerjaan sedangkan dia adalah tulang punggung keluarganya saat ini.
Lisa hampir sebulan bekerja di toko roti milik Cindy. Masa percobaan yang Cindy diberikan kepadanya hampir saja selesai tapi ketika dia akan membuat laporan ternyata uang yang ada di dalam mesin kasir tiba-tiba menghilang.
Lisa jadi panik. Ia pun mengecek CCTV namun sayangnya CCTV sedang rusak. "Bagaimana mungkin CCTV ini rusak padahal kemaren baik-baik saja," gumam Lisa yang curiga.
Lisa bingung kemana dia harus mencari uang toko yang yang hilang itu. Dia menanyai pegawai yang bekerja di situ satu per satu tapi tidak ada yang bisa dijadikan petunjuk.
Kehilangan uang itu berlangsung dua hari. Lisa tidak dapat mencegahnya. Meski ia selalu waspada nyatanya dia selalu kecolongan. Lisa merasa frustasi karena Cindy bisa saja sewaktu-waktu memecatnya jika tahu. Tapi tentu saja ia akan dipecat secara tidak hormat karena diduga mencuri uang hasil penjualan roti.
Percuma saja jika dia menolak tapi tak ada bukti untuk itu Lisa ingin mengungkapkan kebenaran.
"Aku harus cari cara agar bisa menangkap pelakunya. Cindy telah memberi kepercayaan padaku. Aku tidak mau dia salah paham lalu menuduhku wanita yang jahat."
Ketika Lisa nongkrong bersama temannya di sebuah kafe ia menceritakan kalau dia sedang mengalami kesulitan di tempat kerjanya yang baru. "Ada pegawai yang mencuri uang tanpa sepengetahuanku, Aku harus bagaimana?" Lisa meminta saran temannya.
"Kamu tahu nggak kamera kecil yang biasa dipakai di film-film detektif itu?" Tanya teman Lisa. Lisa mengangguk. "Pasang saja kamera itu di tempat tersembunyi yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Kamu bisa mengawasi bawahanmu sambil bekerja hanya melalui handphonemu," usul teman Lisa. Lisa berterima kasih karena telah memberi tahunya.
Lalu Lisa pergi ke sebuah toko yang menjual peralatan CCTV dan kemera. Di sana ia diberi tahu cara menggunakan minispy.
__ADS_1
Lalu di hari ketiga Lisa membawa sebuah vas bunga yang telah dipasangi minispy. "Wah cantik sekali bunganya," puji salah seorang pegawai di toko roti itu.
"Ia rasanya akan lebih menarik jika ruangan ini ditambahkan hiasan bunga seperti ini." Lisa membeli sebuah bunga palsu berwarna ungu lengkap dengan vasnya.
"Iya kamu benar. Baiklah aku akan kembali bekerja. Bukankah hari ini terakhir masa percobaan kerjamu?" Tanya pegawai bernama Danu itu, satu-satunya laki-laki yang bekerja di toko roti tersebut.
"Aku akan buat kamu dikeluarkan dari sini," gumam Danu dalam hati karena ia tidak suka pada Lisa.
...Falshback on...
"Mau aku antar pulang?" Tanya Danu ketika melihat Lisa sedang berdiri di pinggir jalan raya.
"Tidak usah terima kasih," tolak Lisa karena tidak begitu mengenal pegawai toko roti milik Cindy itu. Hari ini adalah hari kedua dia bekerja di sana.
Danu masih berusaha membujuk Lisa. "Jam segini jarang sekali ojek atau taksi yang lewat karena jam pulang kantor sudah lewat," terang Danu.
Lisa pun percaya pada Danu. Mau tak mau ia menerima ajakannya untuk diantar pulang. Lisa yang terbiasa menaiki mobil atau taksi jika pergi kemana-mana merasa kurang nyaman ketika dia membonceng motor Danu.
Danu yang menyadari Lisa menolak karena ia memakai rok akhirnya melepaskan jaket agar Lisa bisa menutupi bagian pahanya ketika sedang menaiki motor. Saat itu Lisa merasa terharu dengan perhatian kecil yang diberikan oleh Danu.
Tiba-tiba di tengah perjalanan Danu menghentikan motornya. "Lho motornya mogok ya?" Tanya Lisa.
Danu tersenyum menyeringai. "Bagaimana kalau kita menepi dulu di sana," Danu menunjuk sebuah pos kampling yang kosong untuk menepi.
__ADS_1
Lisa pun percaya begitu saja dan tidak ada pikiran negatif terhadap Danu saat itu. Lisa menaruh curiga ketika Danu tidak memperbaiki motor namun malah duduk di sampingnya.
"Kenapa tidak diperbaiki kalau motornya memang mogok? Aku ingin segera sampai di rumah. Kalau tidak bisa diperbaiki aku sebaiknya cari ojek online saja." Lisa bangun namun Danu melarangnya.
"Kenapa buru-buru?" Tangan Danu menyematkan anak rambut ke belakang telinga Lisa. Wanita itu menjadi risih karena perbuatan dan dianggap melebihi batas.
Lisa berdiri lalu memundurkan kakinya selangkah. "Mau ke mana sih?" Danu menarik tangan Lisa.
"Jangan macam-macam aku bisa teriak," ancam Lisa. Ia makin tidak nyaman dengan sikap Danu.
"Jangan sok suci di hadapanku. Aku tahu kalau kamu itu pernah menjalin hubungan dengan suami Bu Cindy. Aku sudah bekerja cukup lama dengannya. Bahkan aku juga ingat kamu datang beberapa kali ke toko." Ucap Danu dengan angkuh.
"Lalu apa maumu?" bentak Lisa. Ia ingin sekali pergi dari sana.
"Jadilah pacarku. Aku mau menerima wanita bekas sepertimu," ucapan Danu menyakiti perasaan Lisa. Lalu wanita itu menampar pipi kiri lelaki yang dianggap kurang ajar itu.
Danu memegangi pipinya yang terasa panas. Ia sampai mengepalkan tangannya.
"Jangan menganggapku remeh. Aku bukan wanita yang mudah kamu tindas. Aku mengakui kalau aku pernah berbuat salah pada Cindy. Tapi aku sudah meminta maaf padanya. Jadi jangan ungkit masa laluku. Aku ingin fokus bekerja dan aku bisa saja mengadukan kamu ke polisi karena perbuatan yang tidak menyenangkan ini. Tapi sementara ini perbuatan kamu ku maafkan." Ucap Lisa panjang lebar sambil menahan emosinya.
Lisa pergi meninggalkan Danu setelah dia berbicara panjang lebar. Danu geram menatap kepergian Lisa. Dia berjanji akan membalasnya.
...Flashback off...
__ADS_1
Sejak saat itu Danu menaruh dendam pada Lisa. Dia ingin mengeluarkan Lisa dari pekerjaannya. Danu merasa terancam dengan kehadiran Lisa. Suatu saat dia bisa mengadukan Danu kepada Cindy dan membuat Danu kehilangan pekerjaannya. Oleh karena itu sebisa mungkin dia ingin menyingkirkan Lisa.
Laki-laki itu pun berpikir untuk memfitnah Lisa. Dia tahu kalau Cindy memberikan masa percobaan 1 bulan kepadanya. Dia tidak akan membiarkan Cindy menerima Lisa sebagai pegawai tetap di tempatnya bekerja.