Click Your Heart

Click Your Heart
Part 162


__ADS_3

"Kamu gila, Bayu." Bagas tidak terima dengan keputusan yang baru ambil


"Aku tidak punya pilihan lain," ucapnya lirih.


Bagas memegang kedua bahu adiknya. "Ingat anak istrimu Bay."


"Tapi dia juga menderita gara-gara aku," ucap Bayu dengan nada bergetar.


Bagas menghembuskan nafasnya kasar. "Aku bingung aku tidak tahu harus bagaimana untuk mempertanggungjawabkan perbuatanku."


"Apa kamu bisa bayangkan perasaan Irma ketika melihat suaminya menikah lagi?" Tanya Bagas.


"Aku juga pusing memikirkannya Tapi Lisa menanggung penderitaan seumur hidup dan tidak akan menemukan laki-laki yang mau menikahi dirinya jika mengetahui dia tidak bisa memiliki anak. Itu semua karena aku Bang." Bayu tak kuasa menahan tangis.


Bagas bisa merasakan beratnya masalah yang dihadapi adiknya. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


*


*


*


Keesokan harinya Bayu mendapatkan telepon dari atasannya. "Bagaimana bay dengan lokasi proyek yang baru kamu tinjau kemarin?"


"Maaf Pak saya tidak jadi ke lokasi proyek tersebut karena kemarin saya mengalami kecelakaan."


"Bagaimana keadaanmu. Apa kamu terluka?" tanya Devon khawatir.


"Saya tidak apa-apa, Pak."


"Apa kamu hari ini ingin mengambil cuti mungkin kamu ingin istirahat setelah kejadian kecelakaan kemarin?"


"Kalau memang boleh saya ingin mengambil cuti sehari untuk menemani istri saya di rumah sakit."


"Baiklah. Jangan pikirkan masalah pekerjaan aku masih memiliki banyak pegawai untuk menghandle pekerjaan di kantor kamu fokus saja pada kesembuhan istrimu."


"Terima kasih banyak, Pak."


Setelah itu Sarah memberitahu Bayu kalau ada beberapa polisi yang mencarinya. Bayu menduga polisi tersebut datang setelah mendapatkan laporan dari ayah Lisa.


"Kak tolong jaga anakku dengan baik aku titip dia!" Sebelum menemui polisi tersebut Bayu mencium kening anaknya yang sedang tertidur.


"Bayu, kamu mau pergi ke mana? Apa kamu ingin meninggalkan anak dan istrimu? sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Sarah yang cemas.


Bayu tidak dapat menjelaskan alasannya pada Sarah. Dia memilih turun untuk menemui polisi di bawah. Bagas mengikuti di belakang adiknya.


"Saudara Bayu, kami mendapatkan surat perintah untuk menangkap anda karena telah menabrak nona Lisa hingga dia terbaring di rumah sakit."

__ADS_1


"Saya siap Pak."


"Bang, aku bisa titip anak dan istriku padamu tolong jaga mereka untukku!" Pinta Bayu sebelum pergi.


"Kamu tenang saja. Aku akan menyewa pengacara terbaik untuk membebaskan kamu."


*


*


*


Devon mengajak istrinya untuk menjenguk Irma di rumah sakit. "Ke mana Bayu? Kenapa dia tidak menemani istrinya?" Tanya Devon pada Bagas yang kebetulan ada di rumah sakit.


"Dia ditangkap oleh polisi." Jawaban Bagas membuat Devon membulatkan matanya.


"Bagaimana bisa apa yang terjadi sampai dia masuk ke dalam bui?"


"Dia menabrak seseorang hingga masuk ke rumah sakit." Bagas tak menyebut nama Lisa di depan Devon.


"Hanya itu? kenapa keluarganya harus melaporkan dia ke polisi bukankah bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan?"


"Korban yang ditabrak Bayu mengalami luka yang sangat parah sehingga keluarganya tidak terima."


"Apa kamu tahu di mana orang yang telah ditabrak Bayu itu dirawat? Aku ingin bernegosiasi dengan mereka agar mereka mencabut tuntutan pada Bayu."


"Tidak saya tidak menanyakan itu padanya," jawab Bagas.


"Kenapa kamu tidak cerita kepadaku Bay. Bukankah hubungan kita melebihi saudara. Apa kamu tidak percaya kepadaku sehingga kamu tidak mau berbagi kesulitanmu padaku?"


"Maafkan saya pak," jawab Bayu sambil menunduk.


"Kamu tidak ingat kamu selalu membantuku di saat aku kesulitan. Lalu kenapa kamu diam saja tanpa meminta bantuan kepadaku saat kamu mengalami kesulitan?"


Bayu diam saja tak menjawab. "Beritahu di mana korban yang kamu tabrak itu aku akan bernegosiasi dengan keluarganya agar mereka mencabut tuntutannya."


"Tidak, saya memang harus mempertanggungjawabkan perbuatan saya."


"Kamu tidak ingat dengan istrimu yang sedang koma di rumah sakit. Atau anakmu yang lebih butuh ayahnya saat ini ketika ibunya sedang koma."


"Saya bingung ingin mengambil keputusan. Apa anda tahu siapa yang saya tabrak kemarin?" Devon menggeleng.


"Lisa." Devon sungguh terkejut mendengar kenyataan bahwa Bayu telah menabrak Lisa hingga masuk ke rumah sakit.


"Aku dengar lukanya cukup parah," kata Devon.


"Benar pak karena benturan yang sangat keras di bagian perutnya ia harus menjalani pengangkatan rahim untuk menyelamatkan nyawanya."

__ADS_1


"Apa?"


"Saya ingin bertanggung jawab dengan menikahi Lisa. Tapi saya bingung bagaimana jika Irma tidak menyetujuinya."


"Tidak ada satu istri yang mau dimadu Bay." Cindy mulai bersuara.


"Saya tahu, nyonya. Tapi saya tidak mau Lisa menderita seumur hidup karena saya. Dia pasti akan kesulitan mencari pasangan hidup. Lagipula saya juga mencintai dia. Saya ingin melindungi dia."


Ingin sekali Cindy menampar wajah Bayu karena tidak terima sahabatnya diduakan. "Aku kesal kepadamu karena di saat istrimu sedang koma kamu malah berniat menikahi wanita lain."


"Kamu harus bisa mengambil keputusan yang tepat! Aku akan mencoba bernegosiasi dengan keluarga Lisa agar mereka membebaskanmu." Bayu mengangguk menanggapi omongan atasannya itu.


Usai mengantar pulang istrinya Devon menemui keluarga Lisa di rumah sakit.


"Maaf kedatangan saya ke sini untuk berbicara dengan anda." Saat ini Devon berhadapan langsung dengan ayah Lisa.


Ayah Lisa tidak begitu mengenal Devon. "Siapa anda?" Tanyanya.


"Saya atasannya Bayu," jawab Devon. Dia tak mengungkap kalau dia pernah berhubungan dengan Lisa.


"Mau apa ke sini?" Geramnya.


"Saya mohon cabut tuntutan anda kepada Bayu. Saya akan menggantinya dengan uang yang ada tulis di cek ini." Devon memberikan sebuah cek kosong kepada ayah Lisa.


Tidak ada orang yang tidak tergiur dengan uang apalagi dengan jumlah yang sangat banyak.


"Apa kamu berusaha menyuap saya?"


"Bukan, anda salah sangka saya hanya ingin menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan." Devon harus bisa meyakinkan orang tua Lisa.


Bagaimanapun Bayu telah berkorban banyak padanya. Kali ini Devon ingin membalas perbuatan baik Bayu.


"Baik saya akan membebaskan dia dengan satu syarat dia harus menikahi anak saya hari ini juga."


"Baik bicarakan lagi dengan Bayu asalkan dia bisa lepas dari tahanan."


*


*


*


"Bayu," panggil petugas kepolisian yang menjaga sel tahanan di tempat Bayu mendekam.


Bayu berdiri lalu menghampiri polisi tersebut. "Kamu bebas bersyarat," Bayu bingung harus berterima kasih kepada siapa tapi dia ingat Devon telah berjanji kepadanya ingin bernegosiasi dengan ayah Lisa. Apakah mungkin ini hasilnya?


Bagaimana masih mau dilanjut? othor ikut crazy up lho buat nulis cerita ini. mohon dukungannya ya, kalian bisa tekan tombol iklan atau memberi gift lainnya 🙏

__ADS_1


Maafkan crazy di jam-jam tidur membuat othor nulisnya banyak yang gak nyambung soalnya pakai google voice.


Kalau ada yang kurang enak dibaca bisa di komen langsung ya. 🙏


__ADS_2