Click Your Heart

Click Your Heart
Part 57


__ADS_3

"Dasar wanita murahan," umpat seorang wanita yang sedang menjambak rambut Irma.


"Anda siapa? Kenapa tiba-tiba menajambak rambut saya?" Tanya Irma tidak mengerti.


"Jangan pura-pura tidak tahu kamu ya, kamu kan yang suka jalan dengan suami saya?" Tuduh wanita yang memakai baju merah itu.


"Mati gue," batin irma.


"Tidak, anda salah orang nyonya, mana mungkin saya suka dengan om-om seperti suami anda," kata Ira.


"Mengaku kamu ya, darimana kamu tahu kalau suamiku sudah tua kalau kamu belum pernah bertemu dengannya sebelumnya,"


"Tidak, saya sudah bersuami mana mungkin saya menggoda suami nada,"


"Apa buktinya?" Tanya wanita itu.


Irma mencari seseorang untuk dijadikan kambing hitam.


Lalu tak sengaja ia mengarahkan matanya kepada Bayu. "Itu dia suami saya."


Hari ini Bayu datang telat ke acara pernikahan atasannya karena dia harus menghandle hotel yang akan dijadikan tempat menginap oleh tamu penting.


Irma berlari ke arah Bayu lalu ia melingkarkan tangannya ke lengan Bayu. Bayu tersentak kaget ketika melihat wanita yang tak lain adalah teman kost Cindy dulu itu memeluknya dengan tiba-tiba.


"Apa yang kamu lakukan?" Sungut Bayu.


"Bantu aku menghadapi wanita gila itu, berpura-puralah menajdi suamiku," pinta Irma pada Bayu dengan berbisik.


"Bagaimana kalau aku tidak mau?" Tantang Bayu. Irma tak menghiraukan omongan Bayu.


"Anda ingin bukti kalau dia suamiku?" Tanya Irma pada wanita yang sempat menjambaknya itu.


Irma mencium bibir Bayu dengan lembut. Bayu mengulas senyum. "Apa anda sudah percaya?" Tanya Irma.


"Dasar wanita tidak tahu diri, main sosor aja sama laki-laki," umpat wanita itu tidak percaya. Tapi nyalinya menciut ketika ia melihat ke arah Bayu yang berbadan kekar. "Baiklah, saya percaya dia suamimu, maaf saya telah salah sangka," kata wanita itu kemudian.

__ADS_1


Setelah wanita itu pergi, Irma bisa bernafas lega. Tapi Bayu tiba-tiba menarik tangannya dengan kasar dan membawanya masuk ke dalam lift.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Irma yang panik. Bayu tak menjawab. Laki-laki itu masih menarik tangan Irma sampai ke dalam sebuah kamar hotel.


Ia mendorong Irma sampai terjatuh ke atas ranjang. Bayu melonggarkan dasinya. Irma memang terbiasa melayani laki-laki hidung belang tapi perlakuan Bayu membuatnya takut.


Irma bangun dan berusaha kabur tapi Bayu tak memperbolehkannya. Bayu menggendong tubuh Irma layaknya karung beras.


"Tuan, apa kau menginginkanku?" Tanya Irma kemudian.


Bayu hanya mengulas senyum. "Bukankah kamu suka melayani laki-laki hidung belang?"


"Iya, tapi tidak sekarang, aku sudah ada janji dengan orang lain," bohong Irma untuk menghindari Bayu.


Bayu tak mengindahkan omongan Irma, ia mengungkung Irma lalu meraup bibirnya dengan rakus. Untuk pertama kalinya jantung Irma serasa berdebar. Irma merasakan sensasi yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata ketika bercinta dengan Bayu. Sungguh dia laki-laki yang bisa membuat terbuai.


Irma mulai membalas ciuman Bayu. Keduanya mulai melepas baju satu sama lain. Bayu baru pertama kalinya melakukan penyatuan dengan seorang wanita. Tapi insting kelakiannya membuat dirinya begitu ahli memainkan permainan. Apalagi lawannya adalah seorang wanita pekerja *3** komersial.


Bayu mencium kening Irma. Ada rasa bersalah ketika ia memaksanya berhubungan badan. "Terima kasih," ucap Bayu ketika Irma tertidur di bawah selimut.


Laki-laki itu harus segera menghadiri acara pernikahan atasannya jika tidak mau mendapat omelan dari Devon.


Bayu yang keluar dari kamar mandi dalam keadaan rapi melewati Irma begitu saja saat ia lihat wanita itu masih terlelap.


Selang satu jam kemudian, Irma mengerjapkan matanya. "Gila, badanku remuk semua, kasar sekali dia melakukannya," gerutu Irma.


Lalu ia menoleh ke arah nakas nampak tumpukan uang di atas sana. "Dia benar-benar menganggapku wanita murahan," cibir Irma.


Ia bangun lalu memungut bajunya lalu ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Awas saja jika kau bertemu denganku," Irma masih saja menggerutu karena kesal. Tapi ia menyadari satu hal jantungnya berdegub kencang saat melakukan hubungan intim dengan Bayu. "Ah kenapa dengan jantungku, aku tidak mungkin jatuh cinta dengan laki-laki berengsek seperti dia," gumam Irma sendirian.


...***...


Di tempat lain Bayu baru saja menghentikan mobilnya di halaman rumah Devon. Cindy dan Devon melaksanakan acara pernikahan di halaman belakang rumah Devon yang disulap sebagai garden party.

__ADS_1



"Maaf, Pak. Saya baru datang," ucap Bayu saat ia tiba di acara pernikahan atasannya itu.


"Hei, siapa yang ada di sampingmu ini?" Tanya Devon pada Bayu ketika melihat seorang wanita bergaun seksi.


"Dia Lisa tunangan saya," akunya.


Lisa mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Devon tapi Cindy tiba-tiba datang dan membalas uluran tangan Lisa. "Hallo saya Cindy istrinya mas Devon," kata Cindy. Cindy memicingkan mata ke arah Devon. Devon tersenyum melihat istrinya yang sedang cemburu.


"Lisa." Wanita itu menyebutkan namanya.


"Ah, sayang sebaiknya kita duduk di sebelah sana. Kau pasti capek sudah lama berdiri menyalami tamu-tamu yang datang," kata Devon pada istrinya. Lalu ia melirik ke arah Bayu dan tunangannya. "Silakan nikmati hidangan yang sudah tersedia," timpal Devon. Setelah itu Devon dan Cindy meninggalkan Bayu.


"Istri bosmu itu sangat posesif," cibir Lisa sambil memegang gelas berisi sirup di tangannya.


"Jangan hiraukan, nikmati saja pestanya," jawab Bayu dengan ekspresi wajah datar.


"Kau selalu dingin padaku," protes Lisa.


"Diamlah, jangan kebanyakan protes!" Kata Bayu setelah itu ia meninggalkan Lisa sendiri untuk menyalami kolega-kolega bisnis Devon yang ia kenali.


Lisa melihat ke arah Tommy yang duduk sendirian di kursi. Ia pun menghampiri Tommy. "Boleh saya duduk di sini?" Tanya Lisa. Tommy tidak menghiraukan ucapan wanita yang berdiri di sampingnya. Namun wanita asing itu tetap duduk di samping Tommy.


“Lisa” ia menyebutkan namanya serta mengulurkan tangan berharap laki-laki tampan di depannya itu mau diajak berkenalan. Sayangnya Tommy tetap cuek.


"Kenapa kamu duduk sendirian di sini?" Pertanyaan dari wanita itu membuat Tommy menoleh.


"Boleh tidak aku tidak menjawab pertanyaanmu?” Tommy balik bertanya. Lisa terkekeh mendengarnya.


Sekilas bayangan beberapa tahun lalu ketika ia mengajak kenalan Cindy muncul. "De javu," gumam Tommy sambil menarik bibirnya ke atas.


Maya mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat. Ia ingin mengajak putranya itu pulang. Lalu Maya mendapati Tommy sedang mengobrol dengan seorang wanita cantik. "Tommy," panggil Maya. Tommy berdiri ketika Maya memanggilnya. Tommy meninggalkan Lisa tanpa pamit.


"Ckckck kenapa laki-laki kaya selalu berbuat seenaknya," gumam Lisa melihat kepergian Tommy.

__ADS_1


__ADS_2