Click Your Heart

Click Your Heart
Part 165


__ADS_3

Bayu mencium bibir Lisa dengan lembut. Lisa tidak tahu kenapa Bayu tiba-tiba menciumnya. Tapi Lisa membalas ciuman hangat itu sebagai salam perpisahan antara dirinya dengan mantan tunangannya itu.


"Aku harap hidupmu lebih baik setelah ini," ucap Bayu setelah melepas pagutannya.


"Jangan khawatir. Aku masih memiliki orang tua yang menyayangiku dan aku yakin Tuhan tidak akan membiarkan aku menderita selamanya," jawab Lisa dengan bijak. Tak lupa dia mengulas senyum untuk menutupi sakit hatinya yang tertahan.


...Menjadi bijak memang bukan sembarangan orang bisa melakukannya. Mengambil keputusan yang sulit pasti telah melalui pemikiran yang matang. ...


Lisa adalah orang yang mampu melakukan itu. Dia berusaha untuk tidak egois dan menahan diri meski dia juga menderita. Tapi Lisa lebih mementingkan orang lain karena dia bisa membayangkan bagaimana rasanya jika berada di posisi Irma.


Hari ini Lisa dan keluarganya berencana pindah ke luar kota. Sebelumnya Lisa memang sudah pindah ke luar kota tapi dia kembali setelah mengalami kecelakaan. Kali ini dia ingin membuka lembaran baru bersama orang tuanya di tempat yang lebih jauh. Lisa tidak ingin memandang ke belakang dia ingin meneruskan hidupnya.


Irma mengantarkan kepergian Lisa dan keluarganya di bandara. "Terima kasih Lis aku tidak akan melupakan kebaikan kamu."


"Sama-sama. Maaf karena telah membuat kamu khawatir dan takut kehilangan suamimu."


Irma memeluk Lisa sebagai tanda perpisahan. Setelah itu orang tua Lisa mengajaknya untuk naik ke pesawat. Tak lupa Lisa melambaikan tangan pada Bayu dan Irma.


Irma merasa lega akhirnya masalah yang dihadapi sudah terselesaikan. Bayu melepas kepergian Lisa dengan ikhlas. Dia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Lisa.


"Ayo kita pulang sekarang. Naina sudah menunggu di rumah," ajak Bayu.


Bayu menamai anak mereka dengan nama Naina.


Irma mengangguk. Kemudian Bayu membukakan pintu mobil untuk istrinya.


*


*


*


"Bagaimana Bay? Apakah masalahmu sudah terselesaikan?" Tanya Devon penasaran.


"Alhamdulillah sudah Pak. Lisa memutuskan pindah ke luar kota. Dia menolak ajakan saya menikah."

__ADS_1


"Apakah dia bilang alasannya kenapa?"


"Dia bilang dia tidak ingin menyakiti istri saya. Saya semakin merasa bersalah tapi dia meyakinkan saya kalau dia akan baik-baik saja meskipun saya tidak jadi menikah dengannya."


"Aku tidak menyangka Lisa akan berubah sebaik itu. Meskipun dulu dia adalah wanita yang menyebalkan tapi benar kata pepatah manusia itu bisa berubah kapan saja dan Lisa membuktikannya," kata Devon menanggapi omongan Bayu.


"Ya pada dasarnya semua orang itu baik tapi kadang keadaan yang membuat kita menjadi bersikap buruk. Saya sudah mengenal Lisa sejak lama. Saya tahu dia itu wanita yang baik tapi dia yang dulu lebih mengutamakan obsesinya dan tidak mementingkan orang lain."


Devan menepuk bahu Bayu. "Lupakan masalahmu mari kita fokus bekerja. Minggu depan kita sudah mulai pindah ke kantor pusat pembangunan sudah 90% jadi jadi perintahkan karyawan untuk bersiap mengemasi barang-barangnya dan kembali lagi ke kantor yang lama." Titah Devon pada asisten pribadinya.


"Baik pak akan saya laksanakan perintah bapak."


*


*


*


Sementara itu Cindy masih kesulitan untuk mencari karyawan yang menggantikan Irene. Dia tidak mungkin mencari ataupun menyeleksi karyawan baru karena akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Maka dari itu dia putuskan untuk memanggil Alan.


Alan pun bersedia menerima tawaran Cindy untuk mengelola toko rotinya. Namun sebelum itu dia mengundurkan diri dari tempat kerjanya.


"Saya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, pak," jawab Alan dengan jujur.


"Pekerjaan apa itu?" Tanya atasannya penasaran.


"Saya ditawari bekerja di sebuah toko roti milik teman saya."


"Bukankah gajinya akan lebih sedikit dibanding kamu menjadi seorang cleaning service di rumah sakit ini?"


"Saya belum tahu soal itu. Saya hanya menerima tawarannya karena dia membutuhkan bantuan saya Pak."


"Baiklah saya terima dan hargai keputusan kamu. Tapi jika suatu hari kamu tidak betah bekerja di sana saya tidak bisa lagi menerima kamu bekerja di sini karena saya tidak membutuhkan orang yang tidak serius dalam bekerja seperti kamu," ucap mantan atasan Alan itu dengan nada sinis.


Alan tidak menanggapi omongan mantan atasannya itu. "Baik Pak saya permisi," pamitnya.

__ADS_1


Setelah itu Alan menemui Cindy di toko rotinya. "Perhatian! Mulai sekarang Pak Alan akan mulai bekerja di sini untuk menggantikan Irene." Alan mengangguk pada semua karyawan. "Dia akan mengawasi operasional toko jadi kalian harus menuruti perintahnya," ucap Cindy pada para karyawannya.


"Oh, ya saya telah memecat Danu karena dia adalah pencuri uang toko yang sebenarnya. Waktu itu saya keliru telah menuduh Lisa. Tapi saya sudah meminta maaf padanya. Saya harap kalian bisa bekerja dengan baik."


Setelah memberi pengarahan ada karyawannya Cindy bicara pada Alan."Tolong kamu urus toko dengan baik hari ini aku akan mengajari kamu seterusnya kamu bisa bekerja sendiri mulai besok. Terus terang aku tidak bisa menghandle toko sendirian karena kesibukanku sebagai ibu rumah tangga jadi aku percayakan toko ini padamu."


"Baik mam akan aku kerjakan sesuai perintahmu."


"Bisakah kamu mengganti panggilanmu padaku?" Protes Cindy.


"Baik yang mulia," goda Alan. Cindy pun terkekeh mendengarnya. "Jangan kebanyakan becanda!"


"Siap Bu."


Cindy pun mulai mengajari Alan. Mulai cara mengatur karyawan serta pembukuan dan keuangan.


"Hari ini cukup sampai di sini besok kamu bisa mulai bekerja sendiri kalau ada yang ingin kamu tanyakan kamu bisa telepon aku," pesan Cindy sebelum berpisah dengan alan. Alan mengangguk paham.


Usai jam kerja, Alan mencari tempat kost yang dekat dengan tempat kerjanya saat ini. Setelah lama mencari ternyata ada satu tempat kost yang masih kosong. Alan pun tidak melewatkan kesempatan itu. Malam ini juga dia mengemasi barang-barangnya dari tempat kost yang lama dan pindah ke tempat kost yang baru. Meskipun harganya lebih mahal dari tempat kost yang dulu tapi jarak tempat kostnya yang sekarang lebih dekat dengan tempat kerjanya.


"Kenapa kamu pindah?" Tanya tetangga kos Alan.


"Dapat pekerjaan baru, jadi aku cari tempat tinggal yang lebih dekat. Kalau dari sini aku bisa menempuh hampir 1 jam perjalanan itu pun kalau tidak terjebak macet."


"Diterima kerja di mana?"


"Di toko roti," jawab Alan sambil mengemasi barang-barangnya.


"Bukankah gajinya akan lebih sedikit dibanding dengan gajimu menjadi cleaning service di rumah sakit."


"Entahlah aku cuma tidak tega menolak permintaan temanku karena dia orang yang pernah berjasa padaku."


"Maksudnya kamu mau balas budi gitu?"


"Tidak juga, aku memang ingin mencari pekerjaan yang lebih nyaman. Terus terang di tempat kerja aku yang sekarang, aku sering di bully oleh teman-temanku tapi aku bertahan karena tidak ada pilihan lain."

__ADS_1


"Jika kamu tidak ingin terjadi hal yang sama di tempat kerjamu yang baru kamu harus jadi laki-laki tulen," ledek temannya itu diiringi tawa mengejek.


"Iya aku menyadari kalau aku ini setengah gemulai. Aku akan coba jadi laki-laki yang tegas seperti saran kamu."


__ADS_2