Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Dewa Petir Yang Jahat.


__ADS_3

Changguan keluar, disertai raungannya yang begitu keras. "Ada apa kau memanggilku, Astara."


"Temanku sedang terluka, aku ingin kau ke danau Lin'an mengambil air penyembuhan," perintah Astara.


Singa berkepala tiga itu terbang, melesat dengan kecepatan tinggi.


"Butuh waktu satu hari menunggu Changguan kembali. Aku akan menetralkan tubuh Bailin dan Dewa Bumi supaya darahnya lancar." Astara menggunakan energi ki supaya rasa sakit di tubuh mereka tidak menjalar.


Di sisi lain, dewa petir yang dipenuhi Aura kegelapan menghancurkan desa untuk memaksa penduduk salju memberitahu keberadaan Bailin dan dewa bumi. Mereka tentu saja tidak mengerti apa yang dewa petir maksud. Penduduk negeri salju hanya bisa berlari menyelamatkan diri. Namun, Astara yang berada di gua magma merasakan energi jahat yang kuat.


"Kau jangan ke sana dulu, Astara. Terlalu berbahaya. Kahyangan sekarang mengalami kekacauan. Ini akan berdampak pada alam manusia dan asyura," ucap beruang kutub.


"Tapi, aku tidak bisa membiarkan energi jahat berkeliaran di bumi," ucap Astara.


"Kekutanmu yang sekarang belum bisa mengalahkan para dewa yang ada di kahyangan, lebih baik kau fokus mencari kristal Narendra sebelum semuanya terlambat," ucap beruang kutub.

__ADS_1


"Apa yang dikatakan beruang kutub betul, Pendekar Astara. Aku melihat sendiri bagaimana hebatnya kekuatan para dewa saat bertarung." Xiao Yu menambahkan.


Astara mulai melunak, mengikuti arahan dari Xiao Yu dan beruang kutub.


Sedangkan dewa petir terus mencari keberadaan dewa bumi dan Bailin dengan menghancurkan apa yang ada di depan mata. Hutan, pedesaan, dan bangunan kuil kuno telah hancur dengan kekuatan petir sang dewa. Goncangan mulai terjadi di gua magma tatkala dewa petir menghancurkan tumpukan es yang menutupi gua.


"Apa yang terjadi!" teriak Xiao Yu.


"Lindungi Bailin dan dewa bumi. Aku akan memeriksa apa yang terjadi." Beruang kutub naik ke atas melihat keadaan.


Dewa petir rupanya telah melihat lubang kecil yang ada di balik tumpukan es itu. Beruang kutub keluar bersiap menghadapi dewa petir.


"Aku bukan beruang kutub biasa, kau yang seorang dewa kenapa menghancurkan kota dan makhluk tidak bersalah." Beruang kutub memperbesar ukuran tubuhnya menjadi raksasa dengan mata menyala merah.


"Rupanya kau ingin melawanku ya. Baiklah aku akan melayanimu." Dewa petir bersiap untuk melakukan penyerangan.

__ADS_1


Beruang kutub menyerang dengan kemarahan yang memuncak. Namun dewa petir bisa menghindarinya dengan mudah dengan ilmu peringan tubuh.


"Tenagamu memang lebih kuat, tapi


gerakanmu semakin lambat," ucap dewa petir sambil menghindari serangan beruang kutub.


Beruang kutub tidak kalah akal, dia menggunakan batang pohon besar untuk menyerang dewa petir.


"Percuma saja, kau bukan lawanku beruang nakal." Dewa petir terus menghindari serangan beruang kutub.


"Kau jangan meremehkanku dewa jahat. Rasakan ini." Cakar beruang kutub memanjang menyerang dewa petir, Namun dewa petir bisa menahan serangan itu dengan satu tangan.


"Aku sudah bosan bermain-main denganmu." Tatapan tajam dewa petir membuat beruang kutub bergidik. Dengan sekali tendang beruang kutub terpental jauh menghantam pohon yang ada di sekitarnya.


Beruang kutub terluka parah di bagian dada.

__ADS_1


Dewa petir melayang menghampiri beruang kutub. "Aku akan mengampunimu jika kau memberitahu dimana dewa bumi dan siluman tikus itu?"


Dengan napas yang tersengal dan tenaga yang sudah terkuras. beruang kutub dengan tegas tidak akan mengatakan dimana mereka bersembunyi.


__ADS_2