
"Kita harus cepat mencari kristal Narendra, Jika di ujung utara tidak ada, kita ke tengah," ucap Astara.
Bailin mengangguk mantap
Suli membuka mata secara perlahan. "Tunggu dulu, aku merasakan energi yang sama denganmu di bawah laut ini."
"Tapi, tanda di keningku tidak menyala," ucap Astara.
"Aku yakin kristal itu ada di sini, penciumanku tidak mungkin salah," ucap Suli lirih.
"Mungkin berada di dasar laut dalam," ucap Bailin.
"Baiklah, kau jaga Suli, aku akan mencoba mencarinya." Astara menyelam ke dasar laut.
"Hey, aku ingin bertanya kepadamu. Darimana kau mendapatkan kekuatan api biru itu?" tanya Bailin.
Suli berusaha bangun, Bailin membantunya bersandar di bawah pohon kelapa.
"Kau harus bertapa selama seribu tahun," jawab Suli lirih.
"Aku tidak percaya, aku pernah melawan manusia biasa menggunakan api biru. Jadi tidak mungkin kau mendapatkannya karena bertapa seribu tahun," timpal Bailin.
Suli tersenyum tipis. "Ternyata kau orang yang teliti. Aku mendapatkannya saat dewa pagoda melatihku di gua. Dewa pagoda melatihku supaya bisa bertemu dengan Soma, tapi di tengah jalan, kultivasiku yang hampir sempurna hancur karena siluman harimau. Aku menangis karena gagal menjadi dewi."
__ADS_1
"Aku pernah menembus pembatas langit, tubuhku langsung terbakar hebat. Lebih baik kau jangan nekat, walaupun kau memiliki api biru," ucap Bailin.
Astara kembali dari lautan. "Aku tidak menemukan apapun di sana."
"Biar aku membantumu menyelam," ucap Suli berusaha bangkit.
"Tapi, kondisimu masih lemah," ucap Astara.
"Aku telah berjanji kepada diriku sendiri, untuk membantumu menemukan sisa kristal Narendra. Kita cepat sebelum empat dewa itu datang ke sini."
Astara mengangguk melihat kesungguhan Suli.
"Ayo kita berangkat." Astara memanggil Changguan untuk mempercepat perjalanan. Suli dan Astara menerobosnya.
"Akhirnya kita bisa keluar juga, tehnik yang begitu menyusahkan," ucap ksatria langit timur.
"Ayo kita segera mencari reinkarnasi dewa Narendra. Kita akan menyelesaikan tugas sekarang juga," ucap ksatria langit barat.
ksatria langit utara mndeteksi keberadaan Astara. "Meraka ada di laut merah."
Segera empat dewa itu menuju ke sana.
Sedangkan Astara dan Suli berhenti di sebuah istana.
__ADS_1
"Tak kusangka di sadar laut ada istana," ucap Astara.
"Jangan-jangan ini istana raja naga laut utara. Kemungkinan raja naga laut utara mrnyembunyikan kristal itu," ucap Suli.
Astara terkejut. "Buat apa?"
"Lebih baik kita masuk untuk menanyakannya," ucap Suli.
Beberapa prajurit dengan wajah seram menghentikan langkah mereka berdua. "Siapa kalian, kenapa kalian bisa datang ke sini!"
"Hormat kepada prajurit Naga. Saya Astara dan ini Suli teman saya. Kami berdua ingin bertemu dengan raja kalian."
"Ada urusan apa kalian ingin bertemu raja kami?"
"Saya adalah reinkarnasi dewa Narendra, saya meraskan kristal Narendra ada di sini."
Prajurit itu saling menatap, lalu menyerang secara bersamaan. Astara mengeluarkan aura dewanya untuk mengalahkan mereka dengan cepat. Astara dan Suli terbang menemui raja naga laut utara.
"Siapa kalian, berani masuk ke wilayahku tanpa izin!" bentak raja naga laut utara.
"Hamba ke sini ingin mengambil kristal Narendra," Astara membuka ikat kepalanya.
Raja naga laut utara terkejut. "Prajurit, serang mereka!"
__ADS_1
Semua prajurit naga kompak menyerang Astara. Raja naga laut utara kabur lewat pintu belakang. Astara menggunakan Aura hijau untuk mengalahkan dengan cepat prajurit naga.