
Dengan wajah masam Jiarong pergi ke ruang pengobatan untuk mengobati Yutang.
"Cepat ambilkan air penyembuhan," ucap Jiarong.
Yutang terbatuk mengeluarkan darah dari mulutnya. Jiarong membuka botol berisi air penyembuhan, lalu dengan energi ki, dimasukannya air penyembuhan itu ke dalam dadanya. Napas Yutang pun kembali normal dan bisa istirahat sejenak.
"Biarkan dia istirahat," ucap Jiarong yang langsung pergi dari ruang pengobatan.
Di sisi lain Astara meminta maaf kepada Gongfu karena telah menyebabkan murid terbaik sekte Lin'an terluka parah.
"Sudahlah, itu bukan kesalahanmu. Anak itu memang pantas mendapatkannya."
Jiarong datang menghampiri ayahnya.
"Bagaimana keadaan Yutang?" tanya Gongfu.
"Sudah lebih baik Ayah," jawab Jiarong.
__ADS_1
Gongfu mengelus janggut panjangnya, merasa tenang.
"Berani sekali Zhang Yutang berbuat licik, kalau bukan murid sekte Lin'an, tidak sudi aku mengobatinya," cibir Jiarong.
Pertandingan berikutnya segera di mulai. Namun, dari atas langit sekumpulan aura hitam masuk ke dalam arena pertandingan dan merubah dirinya menjadi sepuluh pasukan asyura. Para pegunjung yang melihatnya pun berlari tidak beraturan. Mereka panik karena asyura datang.
Dengan sekali tendang prajurit Asyura mampu mengeluarkan dua pendekar dari arena. Hai Xuan, Gongfu, Astara, dan Bailin terbang masuk ke arena untuk menghadapi asyura itu.
Prajurit asyura itu bisa menyemburkan api dari mulutnya. Astara menggunakan tehnik pelindung untuk menghadang api itu. Kembali prajurit asyura mengeluarkan kedua sayap terbang ke udara. Dengan gerakan cepat menukik tajam, prajurit asyura menyerang keempat pendekar itu. Bailin dengan ilmu sihirnya memindahkan mereka berempat keluar dari arena. Mereka berempat Selamat, tapi arena gelanggangnya hancur.
"Sial, ternyata ada seekor siluman yang membantu manusia." ucap salah satu prajurit asyura.
"Bailin, lindungi senior Xuan dan ketua sekte. Salah satu dari mereka ada panglima asyura."
"Baik." Bailin memindahkan Gongfu dan Hai Xuan ke tempat yang aman.
Astara menyatukan kedua telapak tangannya meruncing ke atas, lalu satu kakinya memutar membentuk garis lingkaran seratus delapan puluh derajat. Pasukan Asyura juga bersiap mengeluarkan bulu-bulu tajamnya ke arah Astara.
__ADS_1
Dengan satu serangan Astara melesat cepat ke atas dan membunuh dua pasukan asyura. Delapan lainnya terkejut dan menjauh dari jangkauan asyura.
Sedangkan di sisi lain, Hai Xuan mendesak Bailin untuk mengembalikan ke tempat pertarungan.
"Kau bukan tandingan asyura, mereka terlalu kuat," ucap Bailin.
Hai Xuan menatap tajam Bailin, dengan wajah marah. "Cepat antar aku ke tempat pertarungan.
Bailin terkejut melihat ekspresi dari Hai Xuan. "Baiklah kalau kau memaksa."
Hai Xuan pun kembali ke tempat pertarungan. Sedangkan Bailin melihat dari kejauhan. Astara masih bertarung sengit melawan Asyura. Hai Xuan dengan kipas yang ada di tangannya, dia terlihat mulai melancarkan serangan.
Tanpa diduga, kipas itu terbang memutar menebas sayap salah satu dari asyura. Astara pun terkejut dengan kemampuan Hai Xuan. Panglima Asyura juga terkejut karena Hai Xuan tau kelemahan kaum asyura.
"Siapa kau?" tanya panglima asyura.
Hai Xuan tidak menjawab, dia fokus menggerakkan kipas sihirnya untuk memotong sayap para asyura. Astara bergabung dengan Hai Xuan.
__ADS_1
"Senior Hai Xuan terima kasih."
Panglima asyura menyuruh anak buahnya menyerang mereka. Keenam prajurit asyura itu pun menyerang Hai Xuan dan Astara. Namun, karena Astara dan Hai Xuan sudah tau kelemahan kaum Asyura. Astara dan Hai Xuan dengan mudah mengalahkan keenam prajurit asyura.