
Astara mengeluarkan aura naga raksasa yang membuat Ning Qing bergidik. Ning Qing dilempar jauh oleh Astara, lalu mengeluarkan ribuan bola energi. Asap hitam mengepul hebat, Ning Qing keluar dari kepulan asap itu menyerang Astara. Namun, Astara bisa menghindari serangan cepat dari Ning Qing.
Astara memindahkan seluruh dewa yang kelelahan ke langit timur bersama dewa bintang. Kini hanya Astara dan Ning Qing yang ada di langit barat.
"Kali ini aku tidak akan mengecewakan pengorbanan teman-temanku. Aku akan menghancurkanmu sampai kau tidak akan pernah bangkit lagi," ucap Astara.
"Jangan sombong kau. Aku adalah kaisar kegelapan yang akan menguasai tiga dunia. Dibawah kendaliku, aku akan menciptakan dunia yang damai dan kuat," ucap Ning Qing.
"Kau lebih parah dari pada Soma. Kau tidak bisa mengatur takdir yang sudah digariskan. Sebenarnya kau itu sangat menyedihkan, kau selalu dibayang-bayangi impian yang tidak mungkin bisa kau ciptakan. Jika tiga dunia ini ada dalam kekuasaanmu, pastilah akan mengalami kehancuran," balas Astara.
"Jadi kau meremehkanku." Ning Qing menyerang dengan bola hitam raksasa melesat dengan cepat.
__ADS_1
Astara dengan kedua tangannya mampu menetralkan bola hitam itu.
Ning Qing pun terbelalak. "Bagaimana mungkin dia bisa menetralkan energi bola hitamku."
"Kau dan aku sama-sama menyerap kekuatan pohon bodhi. Cuma bedanya, pohon bodhi yang kau buat itu sudah mati, sedangkan aku masih terpelihara lewat kekuatan para dewa. Aku bisa merasakan aliran yang hangat menyatu dalam darahku. Sedangkan kau, memaksa pohon bodhi itu menuruti kemampuanmu. Akibatnya, aliran darahmu tidak beraturan dan energi ki mu mudah terkuras," ucap Astara.
"Diam kau!" Ning Qing mengangkat kedua tangannya menciptakan bola hitam raksasa dengan kilatan petir hitam mengarah pelan ke Astara.
Ning Qing kembali terbelalak tidak percaya. Astara melesat cepat menyerang Ning Qing dengan energi bola api kecil mengenai perutnya. Ning Qing merasakan sakit dan terjatuh dari udara. Energi bola panas itu membekas di perutnya.
"Kurang ajar, hanya dengan energi kecil dia mampu membuatku terluka seperti ini." Ning Qing bangkit dengan napas yang tersengal.
__ADS_1
Astara turun mendekati Ning Qing. "Sudah terlihat, kan? Jika kau melawan sesama energi alam, kau bukanlah lawan yang sebanding. Aku bisa mementahkan seranganmu dengan mudah karena energi mu adalah bagian dari diriku."
Ning Qing dengan susah payah terus menjaga jarak. Astara bergerak cepat, lalu menusuk punggung Ning Qing dengan pedang Narendra. Ning Qing mengerang disertai darah segar menetes di tanah. Astara mencabut pedangnya dari tubuh Ning Qing hingga dia tergeletak lemas.
Namun, luka dan darah yang menetas di tanah masuk kembali ke tubuh Ning Qing. Dengan sekejap dia bangkit kembali. Kekuatan kegelapan dari Ning Qing membuatnya menjadi manusia abadi. Satu-satunya cara untuk mengalahkannya adalah dengan melenyapkan tubuhnya hingga tidak tersisa.
Ning Qing berusaha kabur dari Astara, tapi dengan kecepatannya Astara mampu menendang secara membabi buta hingga tubuh Ning Qing lemas. Ning Qing terduduk dengan napas yang tersengal.
"Aku tidak akan mekepaskanmu." Astara membuat segel pelindung supaya Ning Qing tidak bisa kabur dari dirinya.
Tiba-tiba tangan Ning Qing keluar dari tanah mencengkram kaki Astara. Ning Qing pun tersenyum menyeringai.
__ADS_1