Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Seruling Dewi Jingga.


__ADS_3

"Terima kasih pendekar Yang Guo." Astara memberi salam penghormatan.


"Tidak usah berlebihan. Kalau tidak karena informasi dari ketua sekte Lin'an, kami tidak akan pernah bisa mengalahkan asyura."


"Hahaha ... ini semua karena menantuku ini, dia yang memberitahuku tentang kelemahan Asyura." Gongfu menunjuk ke arah Astara.


Yang Guo tersenyum ramah menatap Astara. "Salam hormat untuk pendekar, kalau begitu saya permisi dulu."


"Tunggu dulu, pendekar. Menginaplah di sini dulu. Bagaimanapun juga kami semua berterima kasih karena pendekar mau memberikan ganoderma ini kepada sekte Lin'an," ucap Gongfu.


"Kalau ketua sekte meminta, saya tidak bisa menolak," jawab Yang Guo sedikit membungkuk.


Bailin datang membawakan teh hijau untuk Yang Guo. Dia terus melihat wajah Yang Guo, wajahnya seperti tidak asing bagi dirinya.


"Bailin, antar pendekar Yang Guo ke kamarnya," ucap Gongfu.


Bailin terus memperhatikan Yang Guo. "Ayo ikut aku."


Yang Guo mengikuti Bailin dari belakang.

__ADS_1


"Seperti aku pernah melihatmu?"


Yang Guo tersenyum ramah. "Saya seorang pengelana, mungkin saja kita tidak sengaja pernah bertemu."


"Bukan itu maksudku, wajahmu sangat familiar, kau seperti pernah ada dalam kehidupanku," ucap Bailin saat membuka kamar untuk Yang Guo.


Seketika itu mata Yang Guo berubah jadi merah menatap tajam Bailin. Yang Guo menggunakan sihirnya supaya Bailin lupa tentang masa lalunya. Bailin pun tersadar dan melupakan ingatan tentang dewa perang.


"Kau boleh istirahat di sini," ucap Bailin.


"Terima kasih pendekar."


Bailin menutup pintu kamar. Yang Guo tersenyum sinis menatap ke arah pintu, lalu dia menggunakan ilmu sihirnya supaya tidak ada orang yang mengintipnya. Seketika itu dia menendang kursi kecil yang ada di belakangnya.


"Aku harus mencari cara membunuh dewa Narendra, kalau tidak dia bisa membongkar perbuatanku dulu kepada kaisar langit." Yang Guo berteriak keras.


Malam harinya, Yang Guo mendengar suara seruling. Dia sangat mengenal lantunan lagu dengan suara seruling ini. Lantunan seruling ini sering dimainkan dewi Jingga untuk menyuburkan makhluk hidup yang ada di bumi.


Yang Guo keluar dari kamar segera mencari sumber suara seruling ini. Dia naik ke atap dan melihat Jiarong dan Astara sedang berdiri mesra. Jiarong menghentikan lantunan serulingnya saat melihat Yang Guo.

__ADS_1


"Pendekar Yang Guo di sini juga," ucap Astara tersenyum.


Yang Guo tersenyum simpul. "Aku mendengar lantunan seruling yang sangat indah, jadi aku mencari sumber suara itu."


Jiarong dan Astara saling menatap heran. "Pendekar bisa mendengar suara seruling yang saya mainkan?"


Yang Guo mengangguk.


"Berarti tingkat kultivasi pendekar sudah tinggi sehingga bisa mendengar istriku bermain seruling," tebk Jiarong.


Astara mengangguk. "Kenalkan ini istriku Jiarong."


Jiarong tersenyum menatap Yang Guo setengah menunduk. "Salam hormat kepada pendekar Yang Guo yang memberi ganoderma merah untuk sekte Lin'an."


"Nona Jiarong tidak usah sungkan, itu hanya bentuk ucapan terima kasih ku kepada sekte Lin'an."


"Pendekar terlalu merendah," ucap Jiarong.


"Kalau begitu saya pamit dulu, takut mengganggu kalian berdua." Yang Guo tanpa basa-basi turun dari atap segera masuk kamar.

__ADS_1


"Tak kusangka ada orang yang mampu mendengar bunyi seruling selain suamiku," ucap Jiarong .


Astara merangkul pundak Jiarong. "Di dunia ini masih banyak orang yang punya kultivasi tingkat tinggi. Kita saja yang belum tau."


__ADS_2