
para Dewa yang tengah duduk di meja panjang disajikan makanan paling enak yang ada di bumi. Berbagai hidangan dengan menu laut yang menggoyang lidah. Para dewa yang melihatnya langsung meyantap sajian itu dengan rakusnya. Selama ini mereka hanya makan dari makanan langit yang menunya itu-itu saja. Tidak heran kalau cara makan para dewa seperti orang yang sedang kelaparan.
Gongfu yang melihat pun terkejut dengan suasana riuh di meja perjamuan. Dengan sekejap, makanan yang di hidangan habis saat Gongfu datang ke Aula.
"Pelayan ... tambah lagi hidangannya!" seru Gongfu.
Para pelayan dapur pun menambah hidangan dengan skala yang lebih besar. Mereka terlihat sibuk berjalan kesana-kemari.
"Ternyata makanan yang ada di bumi lebih enak dari pada makanan yang ada di langit," ucap dewa petir.
"Betul sekali, setiap hari kami hanya disajikan satu menu saja. Kalau tau begini orang yang memohon doa ke kuilku akan aku beri syarat untuk membawa makanan enak yang ada di bumi," ucap dewa angin.
Jiarong, Xiao Yu dan Astara yang melihatnya pun menahan tawa. Ternyata menjadi dewa itu tertekan.
"Xiao Yu, kau sudah siuman?" tanya Jiarong saat melihat Xiao Yu ada disampingnya.
Xiao Yu tersenyum. "Sebenarnya tubuhku masih lemas, tapi karena aku mendengar suara berisik, aku terpaksa bangun. Ternyata melihat dewa yang kita agungkan makan seperti ini membuat tubuh kembali segar."
__ADS_1
Jiarong mencubit kecil hidung Xiao Yu. "Kau ini."
Setelah selesai makan semua dewa tertidur di kamar yang sudah disiapkan. Astara dan Jiarong yang khawatir dengan masa lalu Suli mengajaknya untuk bicara di kamarnya.
"Pendekar Astara, Putri Jiarong, silahkan masuk," ucap Suli.
Wajah Suli terlihat kalut.
Jiarong tersenyum memegang lembut pipi Suli. "Kau tidak apa-apa, Suli.
Suli tersenyum tipis mengisyaratkan kebimbangan hati.
Suli tertunduk meneteskan air mata.
Jiarong memeluk Suli. "Kau harus mengikhlaskan, Suli. Soma sudah tidak bisa dihentikan lagi. Aura kegelapan sudah bergabung dengannya, kita harus menghentikannya, kalau tidak tiga dunia ini akan hancur."
"Saya sudah berusaha melawan hati, tapi entah kenapa sampai saat ini saya tidak bisa melupakannya," ucap Suli terisak.
__ADS_1
Dewa pagoda datang. "Suli, bagaimana keadaanmu?"
Suli terkejut, dewa pagoda yang dianggap sebagai ayah masih mengingatnya.
"Kau adalah rubah putih kecil yang baik, andai saja waktu itu langit tidak menghukum kalian berdua, mungkin kau dan Soma sudah bersatu di alam langit. Tapi kondisinya kini berbeda, Soma telah melakukan perjanjian darah kepada aura kegelapan. Hatinya sudah kejam dan ingin menguasai tuga dunia," ucap dewa pagoda.
"Guru," Suli menatap haru.
Tiba-tiba goncangan terjadi, sebuah aliran magma yang deras keluar dari perut bumi. Astara nenggunakan tehnik pelindung untuk melindungi perguruan Lin'an.
"Apa yang terjadi!?" pekik Astara.
"Ada yang mencabut pasak bumi!" jawab Dewa pagoda.
"Aku akan menghentikannya," ucap Astara.
"Tunggu ... percuma saja. Bumi tidak akan terselamatkan. untuk menghentikannya kau harus mencari pasak bumi itu, dan itu tidak mungkin. Yang bisa kita lakukan memindahkan penduduk bumi ke langit!" seru dewa pagoda.
__ADS_1
"Astara, aku ikut." Jiarong memegang tangan Astara.
Dewa bintang menggunakan pegasusnya untuk mengangkut penduduk bumi ke langit, diikuti dewa yang lainnya mengeluarkan hewan spiritual mereka masing-masing.