Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Kisah Klasik Guru dan Murid.


__ADS_3

Dewa pagoda dan Raja naga laut utara menggunakan energi ki untuk membantu menghentikan kecepatan kristal itu.


"Tahan terus, jangan sampai kristal itu lepas!" seru kaisar kegelapan.


Sedangkan Astara semakin kesakitan dengan cahaya terang yang ada di keningnya menarik semakin kuat.


"Tahanlah Astara, sebentar lagi kita akan sampai," ucap dewa bintang.


Astara terus mengerang kesakitan.


Di sisi lain. Para dewa kegelapan terus menahan sekuat tenaga kristal biru Narendra. Dari bawah awan, Astara dan dewa bintang telah tiba menaiki pegasus. Kristal Narendra berputar semakin kencang. Aura para dewa kegelapan yang mengikat kristal itu tidak bisa menahan. Kristal biru Narendra terlepas dan menghampiri Astara. Kristal itu berputar mengelilingi Astara.


"Aku sudah lama menunggumu," ucap kristal itu berbicara dengan nyala terangnya.


"Menyatulah ke dalam diriku, aku membutuhkan kekuatanmu," ucap Astara.


Kristal biru itu masuk ke dalam dada Astara. Aura biru dengan kilatan petir tiba-tiba menyelimuti tubuhnya. Astara berteriak merasakan energi ki yang besar dari dalam dirinya. Zirah emas muncul dengan pelindung kepala seperti singa membalut tubuh Astara.

__ADS_1


Kaisar kegelapan yang melihatnya tersenyum menyeringai. "Aku telah menunggumu."


Raja naga laut utara menatap tajam kaisar kegelapan. "Jangan-jangan, Yang Mulia sengaja melepas kristal itu untuk memancing reinkarnasi dewa Narendra?"


"Betul. Aku sengaja memanfaatkan kelicikanmu untuk menarik Astara ke sini, jawab kaisar kegelapan.


"Bagaimana rencana kita untuk menjadikan Hamba penguasa lautan."


Raja kegelapan terkekeh. "Itu hanya bagian rencanaku untuk menguasai tiga alam. Dan kau, hanya perantara bagiku. Aku sudah tidak membutuhkanmu lagi."


Raja naga laut utara menatap kaisar kegelapan dengan mata berkaca-kaca, lalu merah karena telah ditipu oleh kaisar kegelapan. Raja Naga laut utara mengeluarkan aura biru tidak bisa menerima kenyataan. Namun, sebuah pedang tiba-tiba menembus jantungnya.


"Ka-kau memang makhluk laknat," lirih raja naga laut utara.


Kaisar kegelapan menggunakan bola energi untuk menghancurkan tubuh raja naga laut utara. Sedangkan, Astara dan dewa bintang sudah bersiap bertarung dengan penduduk langit.


"Sepertinya kalian sudah tidak sabar ingin bertarung melawanku," ucap kaisar kegelapan.

__ADS_1


Dewa pagoda dan dewa hujan maju untuk melawan mereka berdua, tapi kaisar kegelapan menahannya.


"Biarkan aku yang akan melawan mereka, kalian cukup melihat saja."


"Baik, Yang Mulia."


"Lama tidak bertemu, Soma. Tak kusangka kau telah membuat tiga dunia ini mengalami kekacauan," ucap dewa bintang.


"Rupanya kau masih ingat denganku, Guru. Aku tidak akan lupa pelajaran budi pekerti yang Guru Tao Feng ajarkan," ucap Soma menyindir.


"Sayang sekali, aku datang ke sini tidak untuk mengajarkan apapun denganmu. Aku datang ke sini untuk mengalahkanmu," ucap dewa bintang.


"Mengalahkanku?" Soma tertawa lepas. "Kaisar langit saja tidak sanggup untuk mengalahkanku, apalagi kamu, Dewa Bintang."


Dewa bintang tersenyum sinis. "Dulu aku adalah gurumu, jadi aku tau kelemahanmu."


"Jadi, kau menyamakanku dengan empat ksatria langit itu." Soma menatap tajam dengan raut wajah emosi. "Aku adalah raja kegelapan, di dunia ini tidak ada satu mahluk pun yang bisa mengalahkanku!" Teriakan Soma membuat kahyangan dan bumi bergetar.

__ADS_1


Para penduduk bumi merasakan ketakutan yanh sangat.


__ADS_2