Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Menginap Di Rumah Perompak.


__ADS_3

"Majulah kalian semua." Bailin memasang kuda-kuda.


Para perompak itu pun bersamaan menyerang Bailin dengan golok yang ada di tangan. Bailin dengan mudah menghindari serangan para perompak itu. Bailin bahkan bisa menjatuhkan semua perompak dengan jurus tebasan angin. Para perompak itu pun lari ketakutan menyelamatkan diri.


"Bailin kejar mereka!" seru Astara.


"Buat apa?"


"Mungkin saja dia tau informasi tentang Tao Feng," jawab Astara.


Bailin pun terbang menangkap salah satu perahu mereka. Perompak itu pun terkaget ada orang yang bisa menahan laju perahu pasir mereka. Bailin naik di atas perahu hendak bertanya kepada tiga perompak itu.


"Kalau kalian ingin Selamat beritahu aku tentang orang yang bernama Tao Feng," ucap Bailin.


Dengan rasa takut salah satu dari mereka menjawab. "Tao Feng si manusia sihir itu ada di puncak gunung. Di-dia biasanya keluar saat bulan sempurna."


"Apa itu bulan sempurna?" Bailin menatap seram perompak itu.


"Bu-bulan ketika sedang terlihat bulat besar dan bercahaya putih."


"Kapan hal itu akan terjadi?" tanya Bailin.


"Besok, Tuan. Lebih baik Tuan jangan berurusan dengannya," ucap salah satu perompak.

__ADS_1


Bailin menjambak belakang rambut perompak itu. "Kenapa?"


"Sebab, Tuan bisa terkena penyakit parah jika melihatnya."


Astara datang duduk di perahu pasir. "Kalau begitu kami minta izin untuk menginap di tempat saudara."


Perompak itu pun terkejut. "Kami ini adalah perompak, apa pendekar tidak takut jika kami melakukan hal buruk kepada pendekar?"


"Coba saja kalau kalian berani."Bailin mencengram kerah baju perompak itu.


"Ba-baiklah pendekar. Kalian bisa menginap di tempat kami sepuasnya," ucap salah satu perompak itu.


"Siapa namamu?" tanya Astara.


"Bailin, lepaskan dia. Luo Song, jalankan kapal," perintah Astara.


Luo Song dan dua perompak lainya menjalankan perahu pasir bersama dengan Astara dan Bailin. Mereka sampai di sebuah gubuk bambu yang berjajar rapi dengan atap ranting pohon yang diikat seperti anyaman.


"Hey, Luo Song kau selamat rupanya!" seru temannya.


"Aku membawa teman, mereka ingin menginap di sini." Astara dan Bailin pun keluar.


Mereka pun terkejut karena Astara adalah orang yang membuat mereka kabur tunggang langgang.

__ADS_1


Salah satu teman Luo Song pun berbisik. "Kenapa kau membawa dua orang ini, cari masalah saja kamu."


"Mereka yang memaksa ikut ke sini." Luo Song dan temennya tersenyum nyengir saat menatap wajah Bailin dan Astara.


"Namaku Luo Yang kakak dari Luo Song. Adikku ini memang tidak tegaan melihat orang yang sedang tersesat," ucap Luo Yang sambil menepuk keras pundak Luo Song.


Bailin yang sedang minum teh hangat pun terkekeh melihat reaksi dari para perompak.


"Saudara Luo, kami hanya menginap satu hari saja, ada seseorang yang ingin kami temui," ucap Astara.


Luo Yang mengendikan kepala ke arah Luo Song dengan pertanyaan.


"Dua pendekar ini sedang mencari Tao Feng," bisik Luo Song.


Luo Yang pun terkaget sampai terjatuh dengan sendiri. Luo Song hanya bisa menggeleng melihat tingkah kakaknya.


"Pendekar yakin ingin bertemu dengan Tao Feng?" tanya Luo Yang.


"Betul saudara Luo. Saya harus bertemu dengan orang yang bernama Tao Feng.


"Selama ini tidak ada orang yang berani bertemu dengannya semenjak wabah lima tahun yang lalu," ucap Luo Yang.


"Aku penasaran, bagaimana mungkin seorang manusia bisa mengeluarkan wabah," ucap Bailin.

__ADS_1


"Kecuali, dia siluman," tebak Astara.


__ADS_2