Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Hujan Kerikil Panas.


__ADS_3

"Asal kau tau, akulah yang mengakibatkan dewa bintang dan dewi bulan terkena hukuman langit. Aku sengaja menjebak dewa bintang masuk ke dalam perangkapku untuk mendapat posisi dewa perang. Dan aku berhasil." Dewa perang tertawa puas.


"Jadi selama ini aku salah, aku sebagai seorang kaisar hanya melihat aturan yang di tetapkan langit, tanpa pernah menyelidikinya. Mungkin langit telah memperingatkanku lewat kejadian ini," ucap kaisar langit menyesal.


"Sebagai seorang kaisar, kau tidak memiliki sebuah pandangan membumi. Itu sebabnya kau gampang untuk dikelabuhi."


"Aku memang salah kepada dewa Narendra dan Tao Feng. Namun, sebagai seorang kaisar aku akan melindungi kahyangan dan tiga alam dari kerusakan aura kegelapan." Kasiar langit membentangkan tangan dan membuat aura budha yang sangat besar dengan seribu kepalan tangan.


"Dasar keras kepala." Dewa perang mengeluarkan tehnik ribuan panah emas yang dibalut dengan aura kegelapan berada di sekelilingnya.


"Bersiaplah kau, Soma!" Kaisar langit dengan sekali hentakan tangan, ribuan tangan budha menyerang dewa perang. Tehnik Ribuan tangan dan ribuan panas emas saling beradu yang menyebabkan ledakan hebat.


"Luar biasa kekuatan mereka berdua," ucap dewa pagoda yang melihat pertarungan itu.

__ADS_1


Dewa perang terus menambah kekuatannya dengan mengeluarkan anak panas emas dari dalam tubuhnya. Kaisar langit Dengan kecepatan tangan budha mampu menghancurkan serangan dewa perang yang seakan tidak pernah habis itu.


Ledakan terus terjadi, sampai membuat hujan batu panas turun ke bumi. Para pendekar yang ada di bumi sekuat tenaga melindungi daerahnya masing-masing menggunakan tehnik pelindung. Astara yang melihat kejadian luar biasa di langit sana menggunakan energi ki untuk melindungi mahkluk yang ada di bumi. Tehnik pelindung Astara mampu menyelimuti bumi. Sehingga penduduk bumi selamat dari hujan batu panas.


"Apa ini, aku tidak pernah melihat tehnik pelindung sebesar ini. Siapapun orangnya kita patut berterima kasih," ucap Caraka yang berada di sekte bunga teratai.


Di semua sekte juga merasakan manfaat dari pelindung yang diciptakan Astara. Mereka hanya harus mengungsikan penduduk sekitar ke tempat yang lebih aman. Hujan kerikil panas itu berlangsung selama satu hari. Tenaga Astara mulai terkuras, namun hujan kerikil panas sudah reda.


Astara pingsan kehabisan tenaga. Changguan sang singa berkepala tiga sudah tiba dan membawa Astara masuk ke dalam gua magma. Jiarong juga siuman dari rasa lelahnya.


"Astara melindungi dunia ini dengan seluruh energi ki nya hingga dia pingsan. Tapi tenanglah, Putri Jiarong. Saya sudah membawa air penyembuhan untuk memulihkan tenaganya," ucap Changguan.


"Apa kau yang bernama Changguan?" tanya Jiarong lirih.

__ADS_1


"Betul, Putri Jiarong. Saya mahluk yang berada di sarung pedang Narendra." jawab Changguan dengan suara beratnya.


"Terima kasih, Changguan." Jiarong tersenyum.


"Tidak masalah, Putih Jiarong. Aku adalah hewan spiritual, jadi apapun perintah Astara, aku akan laksanakan dengan baik."


"Xiao Yu, bantu aku menyembuhkan teman-teman kita."


"Baik, Putri." Xiao Yu membantu Jiarong memasukan air penyembuhan ke dalam tubuh mereka yang terluka.


Dengan kekuatan air penyembuhan, luka bakar Bailin dan dewa bumi pun hilang. Luka di sekujur beruang kutub juga hilang. Mereka bertiga hanya butuh istirahat yag cukup untuk pulih kembali.


"Sekarang bantu aku untuk memulihkan tenaga Astara," ucap Jiarong.

__ADS_1


"Baik, Putri." Xiao Yu memasukkan air penyembuhan ke dada Astara supaya pernapasannya lancar.


__ADS_2