
Asap akibat bekas bola api itu menyelimuti seluruh sekte Lin'an sampai menutupi pandangan. Zhang Yutang gerak cepat untuk menculik Jiarong yang berada di tengah asap tebal itu. Suara teriakan Jiarong terdengar ke berbagai arah.
Astara berteriak memanggil nama Jiarong. Yang Guo menghilangkan asap pekat itu dengan kekuatan anginnya. Dia melihat seorang pria berlari membawa Jiarong. Segera dia mengejar pria itu. Astara, Xiao Yu dan Bailin mengikutinya dari belakang.
"Pendekar Yang Guo!" panggil Astara.
Yang Guo menoleh ke belakang, lalu memperlambat gerakan terbang. "Pendekar Astara, aku melihat istri pendekar dibawa seorang pria."
"Itu Zhang Yutang, kita harus cepat," ucap Bailin.
"Lebih baik kita berpencar mencarinya," usul Xiao Yu
Mereka berempat setuju, Bailin dan Astara mencari ke arah timur, sedangkan Xiao Yu dan Yang Guo ke arah barat. Mereka memasuki hutan yang lebat.
"Aku berikan sisik ular ini, jika ada yang menemukan putri Jiarong lempar sisik ular ini maka dengan sendirinya dia akan menuntun kalian," ucap Xiao Yu.
__ADS_1
Astara menyimpan sisik ular itu di gulungan rambutnya. Mereka mulai berpencar mencari Jiarong.
Sedangkan Zhang Yutang tidak membawa Jiarong ke istana asyura, dia membawa Jiarong ke sebuah gua kecil yang berada di tengah hutan. Zhang Yutang mengikat tubuh Jiarong dengan tali emas milik Rabah. Dia tidak bisa bergerak, hanya bisa memaki Zhang Yutang yang duduk mengawasi keadaaan.
"Kau akan aman di sini, Sayang." Zhang Yutang menjawil dagu Jiarong sambil tertawa terbahak.
Jiarong berusaha untuk berontak, tapi apa daya, tali yang mengikatnya terlalu kuat.
"Lepaskan aku Zhang Yutang!" pekik Jiarong.
"Tenanglah, Sayang. Kau akan hidup bersama selama denganku." Zhang Yutang menggunakan ilmu sihirnya mengubah gua kecil itu menjadi rumah, lalu membuat ilusi seakan rumah itu adalah pohon besar supaya tidak diketahui orang.
"Apa yang kau lakukan manusia tidak punya rasa terima kasih," cibir Jiarong.
Zhang Yutang terkekeh. "Aku hanya menggunakan sedikit trik untuk mengelabuhi teman-temanmu."
__ADS_1
Jiarong tersenyum sinis. "Dasar pengecut!"
Zhang Yutang menatap tajam, lalu mencengkram mulut Jiarong hingga kepalanya mendongak ke atas.
"Apa kau tidak mengerti pengorbananku kepadamu. Sewaktu masih belajar di sekte Lin'an, aku berlatih keras supaya bisa mendapat perhatianmu, tapi apa yang kau lakukan padaku, kau malah tergoda dan menikah dengan pria yang baru saja kau kenal," ucap Zhang Yutang dengan nada bergetar.
Jiarong tampak sulit bernapas karena cengkraman tangan Zhang Yutang yang terlalu kuat. Zhang Yutang pun melepaskan cakalan tangannya, dia tidak tega melihat Jiarong dengan wajah merah terpojok karena kehabisan napas. Jiarong terbatuk, lalu menatap Zhang Yutang dengan tatapan sinis.
"Perlu kau tau, aku dan Astara sudah di takdirkan untuk bersama, jadi kau tidak mungkin bisa mendapatkanku," ucap Jiarong dengan napas tersengal.
"Aku tidak peduli, aku akan melawan takdir demi mendapatkanmu, apapun resiko yang aku hadapi!" pekik Zhang Yutang menatap tajam Jiarong.
"Walaupun, kau bisa mengubah takdir itu, aku tetap tidak sudi hidup dengan orang sepertimu," ucap Jiarong lirih.
Zhang Yutang perlahan mendekati Jiarong dengan mata membunuh. "Kalau begitu, aku akan memaksamu supaya kau mau denganku. Aku tidak akan membiarkan siapapun memilikimu."
__ADS_1