Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Tidak Bisa Dihindari.


__ADS_3

Patung manusia dengan sayap membentang itu menyalurkan energi ki untuk Ning Qing. Astara menutup matanya karena cahaya silau yang diciptakan energi ki itu.


"Ning Qing sengaja mengulur waktu untuk menyempurnakan patung bodhi," ucap kristal yang ada di dalam Astara.


Astara mencoba mendekati patung itu dengan merasakan energi ki nya, tapi kekuatan patung raksasa itu begitu besar hingga Astara terpental.


"Aku tidak bisa mendekatinya."


Cahaya enegi ki itu redup. Sesosok dewa tinggi besar bersenjata pedang panjang dengan mata merah menyala menatap tajam Astara. Ning Qing kembali dengan kekuatan yang jauh lebih hebat.


Astara tertegun melihatnya. "Aku merasakan kekuatan yang hebat di dalam dirinya."


"Kaisar kegelapan telah menyerap energi dari patung yang terbuat dari pohon bodhi," ucap kristal Narendra.


"Apa itu?" tanya Astara.

__ADS_1


"Pohon Bodhi adalah pohon dewa yang memiliki kekuatan sangat besar. Dahulu kala, para dewa menyerap energi pohon bodhi kala melakukan pertempuran melawan iblis dan asyura. Namun, pohon bodhi sudah hilang saat dewa bintang memotongnya.


"Aku pernah mendengar cerita itu, yang memotong pohon bodhi bukanlah dewa bintang, melainkan Soma yang dipengaruhi aura kegelapan," ucap Astara.


"Mungkin waktu itu, Ning Qing sengaja menyembunyikan batang pohon itu untuk dibuat patung. Jika seluruh kekuatan pohon bodhi diserap, maka dia akan memilik kekuatan yang dahsyat," balas kristal Narendra.


Ning Qing melihat dengan mata merahnya kristal galaxi berbicara dengan Astara. Ning Qing dengan cepat melesat ada di belakang Astara.


"Sudah selesai bicaranya?"


Astara tersentak, secara spontan memukul Ning Qing, tapi dengan sekejap mata dia kembali menghilang dan sudah berada di atas.


Ning Qing tersenyum sinis menatap Astara. Astara mencoba menyerang dengan bola energi raksasa. Ning Qing terlihat tidak beranjak, bola energi telak mengenai tubuhnya hingga membentuk asap tebal yang mengepul. Namun, Ning Qing tidak terluka sedikitpun.


"Dia sama sekali tidak terluka," ucap Astara terkejut.

__ADS_1


Dengan gerakan cepat yang tidak terlihat Ning Qing mendekati Astara dan menendangnya hingga terlempar jauh.


"Ini lebih sakit dari tendangan yang sebelumnya." Astara muncul dengan kekuatan penuhnya menyerang Ning Qing.


Serangan Astara bisa dihindari dengan mudah. Ning Qing mencengkram tangan Astara dengan kuat, lalu menghajarnya dengan membabi buta hingga tubuh Astara lemas.


"Jadi hanya ini kekuatan empat batu galaxi." Ning Qing melempar Astara hingga terkubur oleh reruntuhan tanah.


Zirah emas yang melindungi terkelupas. Astara terlihat sudah tidak berdaya. pedang Narendra yang terjatuh berusaha memanggil Astara untuk menyadarkannya. Ning Qing membuka jemarinya mengarahkan ke Astara.


Telapak tangannya mengeluarkan bola hitam raksasa disertai kilatan petir. Dengan pelan bola hitam itu jatuh ke bawah dan meledakkan reruntuhan yang mengubur Astara. Efek dari ledakan itu terbentuk kawah yang besar. Tubuh Astara juga hilang bersama dengan kepulan asap yang hilang mengikuti arah angin.


Ning Qing terkejut. "Dimana dia? Tidak mungkin tubuhnya hancur semudah itu."


Raja asyura yang pulih dari lukanya menyeret Astara masuk ke dalam tanah. Astara butuh waktu satu jam untuk memulihkan tenaganya.

__ADS_1


Di tempat lain, Jiarong yang sudah sampai di tempat para dewa segera menyembuhkan dengan air penyembuhan. Para dewa yang sebelumnya mendapat energi dari Astara pubn pulih dengan cepat. Suli dengan energi aura emas merasakan energi besar berada di arah barat langit.


"Apa yang terjadi, Suli?" tanya Jiarong.


__ADS_2