
Malam harinya saat Xiao Yu hendak mengantarkan makan malam di meja perjamuan, tangannya di tarik seseorang. Xiao Yu pun terkaget.
"Siapa kamu!?" pekiknya
"Kau pasti utusannya Zhang Yutang." Hai Xuan menatap tajam Xiao Yu.
Wajah Xiao Yu pun langsung pucat. "Ma-maksud Tuan apa?"
"Kau tidak usah berpura-pura, aku ada dipihakmu," ucap Hai Xuan.
"Siapa kamu?" tanya Xiao Yu menyelidik.
"Kau tidak perlu tau siapa aku, yang jelas Yutang berhutang nyawa padaku." Hai Xuan memantap tajam dengan mata merah.
Xiao Yu ketakutan melihat tatapan mengerikan dari Hai Xuan. Dia segera keluar dari kamarnya Hai Xuan. Tanpa sadar dia menabrak Bailin yang tidak sengaja lewat. Mereka berdua terjatuh, makanan yang di bawa Xiao Yu juga ikut terjatuh.
"Setiap kali aku melihatmu, selalu saja sial," ucap Xiao Yu yang tampak kesakitan memegangi pinggangnya.
"Kau yang keluar secara tiba-tiba!" balas Bailin.
"Aku keluar dengan tergesa-gesa ingin mengantarkan makanan, tidak seperti kau, pengangguran," cibir Xiao Yu.
__ADS_1
"Kau belum tau saja tugasku di sini, aku adalah penjaga sekte Lin'an. Harusnya kau hormat padaku.
"Kalau kau penjaga sekte Lin'an, kenapa kau tidak di depan menjaga gerbang," cibir Xiao Yu.
Hai Xuan keluar sambil berdehem. "Ada apa ini ribut-ribut di luar?"
"Pria ini mau menggangguku, Tuan?"
"Kau jangan menuduhku ya."
Xiao Yu menjulurkan lidah ke arah Bailin.
"Xiao Yu tadi sedang mengirim makanan untukku, justru aku yang curiga padamu, kenapa kau tiba-tiba ada di depan kamarku," ucap Hai Xuan.
"Siapa yang kau sebut wanita gila." Xiao Yu tidak terima.
Gongfu datang mendengar ada kericuhan. "Ada apa ini?"
"Ketua sekte." Hai Xuan memberikan hormat.
"Siapa gadis ini?" tanya Gongfu.
__ADS_1
"Dia pelayan baru di sini," jawab Hai Xuan.
"Hormat kepada ketua sekte, namaku Xiao Yu."
"Kenapa aku tidak diberitahu kalau ada pelayan baru."
"Saya tadinya penjual buah apel, orang tua saya sudah tiada dibunuh siluman, lalu seorang penjaga gerbang menyuruh saya masuk. Nona Jiarong yang menyuruh saya kerja di dapur, Ketua?"
Gongfu mengelus janggut panjangnya. "Kalau itu kemauan putriku aku tidak bisa menolakmu."
"Terima kasih Ketua sekte."
"Sudah-sudah lebih baik kita makan." Hai Xuan dan Gongfu ke ruang perjamuan.
Xiao membereskan sisa makanan yang terjatuh. Bailin dengan iseng menendang gelas tembaga yang hendak diambil Xiao Yu.
"Kau kenapa sih! Selalu saja menggangguku!"
Bailin dengan wajah tanpa dosa pergi dari hadapan Xiao Yu. Xiao Yu begitu kesal dengan Bailin. Dia berjanji suatu saat nanti akan membalas perbuatan Bailin.
Setelah selesai kerja, Xiao Yu menulis surat untuk Zhang Yutang. Dengan ilmu sihirnya Xiao Yu mengirim surat itu kepada Zhang Yutang. Yutang yang tengah asyik duduk di singgasana sambil ditemani dayang menerima pesan dari Xiao Yu.
__ADS_1
Yutang begitu marah saat dia mendengar kabar kalau Astara dan Jiarong akan melangsungkan pernikahan. Gelas yang dia pegang di banting hingga hingga para dayang terperanjat.
"Kurang ajar kau Astara! Aku bersumpah akan membunuhmu." Asap hitam keluar dari tubuh Yutang. Hawa iblis begitu lekat dirasakan hingga membuat prajurit ular yang menjaga ketakutan. Mereka tidak ada pilihan lain, kalau berontak nyawa pasti melayang.