Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Masuk Ke Istana Ular.


__ADS_3

"Dari Ki nya," jawab Astara.


"Baigamana kau bisa melakukan itu?"


"Energi ki ku dan Jiarong saling berhubungan, jadi tidak sulit bagiku menemukan keberadaan Jiarong," jawab Astara.


"Kau bilang energi ki mu dan Jiarong saling berhubungan, jangan-jangan Jiarong reinkarnasi dari dewi Jingga," ucap Bailin.


"Apa maksudmu?" tanya Astara kurang paham.


"Sudahlah, kita harus segera menemukan Jiarong," jawab Astara.


"Aku merasakan energi Ki Jiarong semakin dekat." Astara dan Bailin turun mencari Jiarong lewat darat.


"Itu Jiarong!" tunjuk Bailin yang melihat Jiarong berjalan pelan.


"Ada yang aneh dengan Jiarong." Astara dan Bailin menghampiri Jiarong.


"Jiarong." Astara mencengkram pundak Jiarong.


Jiarong menoleh dengan tatapan kosong.


"Dia terkena hipnotis." Astara menggunakan energi ki nya, lalu mentotok punggung dan leher belakang Jiarong untuk menghilangkan halusinasinya.

__ADS_1


Jiarong pun tersadar. "Astara, kenapa aku ada di sini?"


"Tenanglah Jiarong, kamu baru saja terkena hipnotis," jawab Astara.


Mata Jiarong membulat. "Siapa yang melakukan itu."


"Sialan, ini pasti ulah Xiao Yu," umpat Bailin.


"Xiao Yu?" Jiarong masih bertanya-tanya.


Xiao datang tersenyum menemui mereka bertiga, lalu berlutut memberi salam pe penghormatan


"Maaf membuat pendekar Astara khawatir, Xiao Yu melakukan ini karena terpaksa."


"Kau jangan banyak alasan." Bailin menyerang Xiao Yu, namun Astara menahannya.


"Kau jangan gegabah, biar kita mendengar penjelasan dari Xiao Yu. Aku merasakan tidak ada hawa jahat darinya.


Xiao Yu tersenyum tipis. "Terima kasih atas kebijaksanaan pendekar."


"Katakan apa mau mu?" tanya Astara.


"Sebenarnya saya Ratu siluman ular hijau dari gunung Lin'an. Beberapa hari yang lalu, ada seorang pendekar yang bersekongkol dengan asyura menyerang pertapaan saya, dia mengancam akan memusnahkan pasukan dan istana. Saya tidak ada cara lain selain mengikuti perintahnya. Namun, saat saya bertemu dengan pendekar Astara dan putri Jiarong yang welas asih ..."

__ADS_1


"Sudah, kau tidak usah banyak cerita. langsung saja siapa nama pendekar yang kau maksud dan apa tujuanmu menggiring kami kemari." Bailin memotong cerita Xiao Yu.


"Zhang Yutang," ucap Xiao Yu.


Mereka bertiga pun terkejut. "Zhang Yutang."


Xiao Yu mengangguk. "Dia dan pasukan ular ingin menyerang sekte Lin'an di hari pernikahan pendekar Astara dan putri Jiarong."


"Tunjukan dimana istanamu," ucap Astara


"Kau mau kemana Astara." Jiarong memegang erat tangan Astara.


Astara tersenyum tipis menatap Jiarong, lalu memegang lembut pipinya. "Tenanglah, aku pasti kembali."


"Kau tenang saja Jiarong, selama Astara bersamaku dia tidak akan terjadi apa-apa," ucap Bailin.


"Xiao Yu antar Jiarong ke Balai Lin'an," ucap Astara.


Xiao Yu mengangguk dengan mantap. "Istanaku ada di ujung gunung Lin'an. Tempelkan ini ke bagian tubuh pendekar, maka pendekar akan memasuki alam gaib istana saya. Tunjukan itu kepada prajurit saya, mereka akan mengerti maksud kedatangan pendekar." Xiao Yu memberikan sisik ular kepada Astara dan Bailin.


"Bailin, Bantu aku mengalahkan Zhang Yutang." Astara dan Bailin terbang ke puncak gunung Lin'an. Mereka berdua melihat Istana emas dengan wajah kepala ular di pintu gerbangnya.


"Siapa kalian, mengapa bisa masuk ke daerah ratu ular hijau," ucap salah satu penjaga gerbang.

__ADS_1


"Kami datang atas perintah dari ratu kalian." Astara menunjukan sisik ular milik Xiao Yu.


"Maaf atas kelancangan kami, silahkan masuk pendekar." Dua penjaga gerbang itu membukakan pintu.


__ADS_2