Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Topeng Hai Xuan.


__ADS_3

Malam harinya Hai Xuan keluar dari sekte dengan langkah mengendap. Setelah menjauh dari sekte, dengan kekuatan sihirnya dia berubah menjadi gumpalan asap hitam. Dia pergi ke ujung dunia timur di sebuah lembah dekat laut.


Hai Xuan berjalan menembus portal alam manusia dan Asyura. Wajah Hai Xuan berubah menjadi hitam dan bertanduk satu. Prajurit asyura berlutut menghadap Hai Xuan. Ternyata selama ini Hai Xuan adalah adik dari raja asyura yang telah menguasai gulungan langit. Dengan menguasai gulungan langit, dia bisa merubah dirinya menjadi manusia tanpa di ketahui para dewa. Rabah duduk di singgasana dengan gagahnya.


"Hormat kepada paduka kegelapan." serentak kaum asyura memberi hormat.


"Kalian tau kenapa aku datang kesini?"


Panglima asyura memberi salam, prajurit asyura saling menoleh menerka kedatangan adik raja asyura.


"Di sekte Lin'an ada seorang pendekar yang mampu mengambil air penyembuhan dengan sesuka hatinya," ucap Rabah.


"Bukankah hanya seorang dewa tingkat tinggi yang bisa mengambil air penyembuhan sesuka hati paduka," ucap panglima asyura yang bernama Liyan


Rabah pun mengubah wujudnya menjadi Hai Xuan. kaum asyura pun terkejut dengan apa yang dilhatnya. Pantas saja dia tau kelemahan asyura.


"Aku sengaja menjadi murid di sekte Lin'an untuk mengawasi reinkarnasi dewi Jingga," ucap Rabah.


"Siapa itu orangnya, paduka?" tanya Liyan.

__ADS_1


"Dia adalah anak dari ketua sekte Lin'an bernama Jiarong," jawab Rabah.


"Bagaimana kalau kita bunuh putri Jiarong," ucap Liyan.


"Jangan, kalau kita membunuh Jiarong, kita tidak akan pernah menemukan reinkarnasi dewa Narendra."


"Aku dengar kekuatan dewa Narendra terbagi di empat penjuru dunia berbentuk sebuah kristal," ucap panglima asyura.


"Kita tidak bisa menyentuh kristal itu, cepat atau lambat kristal itu akan menemui tuannya. Satu-satunya cara yang bisa kita lakukan hanya membunuh reinkarnasi dewa Narendra," ucap Rabah.


"Siap, paduka."


"Kalian coba bunuh pemuda yang bernama Astara, aku curiga dia adalah reinkarnasi dari dewa Narendra. Aku ingin bangsa asyura menguasai tiga alam dunia!" seru Rabah disertai tawa yang menggelegar.


"Dimana letaknya!" seru Rabah tidak sabar.


"Guci itu ada di Laut Hindia, tapi kami tidak bisa mendekatinya karena dipenuhi mantra dari budha. Mantra itu berubah menjadi naga raksasa saat kami mendekat dan membunuh sebagian prajurit asyura," ucap panglima asyura dari barat.


"Bawa aku kesana bersama prajurit yang lainnya."

__ADS_1


"Tapi, Paduka ..."


"Apa kau lupa, aku sudah mempelajari gulungan langit yang membuatku hidup abadi," ucap Rabah.


"Siap, paduka. Kami akan kerahkan prajurit asyura dari barat untuk mendampingi paduka."


Rabah tertawa. "Kakak Birawa, aku akan segera membebaskanmu. Kita akan membuat tiga dunia ini dipenuhi dengan kegelapan aura asyura!"


Bangsa asyura serentak berteriak riuh mengobarkan semangatnya.


Di tempat lain, Zhang Yutang terbangun dari tidurnya. salah satu tabib sekte Lin'an memberitahu kabar itu kepada Jiarong.


Jiarong segera menuju ruang pengobatan dan memeriksa keadaan Yutang.


"Jiarong apa kau yang merawatku?" tanya Yutang dengan nada parau.


"Sudah, kau jangan banyak bicara, lukamu belum sembuh benar," jawab Jiarong ketus.


Astara dan Bailin datang.

__ADS_1


"Pendekar Zhang." Astara memberi salam penghormatan.


Zhang Yutang malah memalingkan wajahnya melihat Astara dan Bailin.


__ADS_2