Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Seribu Tahun.


__ADS_3

Changguan menurunkan dewi bulan di puncak gunung kulun. Dewi bulan menyuruh singa berkepala tiga itu untuk tetap menungunya di sini. Changguan meraung menandakan dia akan menuruti perintah dewi bulan. Dewi bulan melihat rumah gubuk dengan aroma yang tidak sedap. Kaki kecilnya melangkah membuka pintu rumah.


Seorang berpakaian kumuh sedang duduk sambil meminum segelas minuman. Dewi bulan terpaku menatap orang itu. Matanya sembab, membesar di ujungnya, lalu tetesan air mata itu jatuh di pipinya. Pria dengan pakaian kumuh itu terkejut melihat siapa yang datang.


"Kau ...." lirih dia berkata.


dewi bulan melangkah mendekatinya secara perlahan. Sedangkan, pria kumuh itu masih mematung seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya di depan.


"Seribu tahun aku menunggu di gunung ini. Tiap malam aku selalu menatap bulan berharap kau datang."


Dewi bulan terisak, mereka berdua saling berpelukan setelah seribu tahun berpisah.


"Suamiku, aku sangat merindukanmu," ucap dewi bulan terisak.


"Bunga mekar di atas danau. gadis kecil berusaha mengejarnya. Jika kekasih tak kunjung tiba. Maka bunga itu akan tenggelam di terjang ombak," ucap Tao Feng besyair.

__ADS_1


Seketika itu kutukan wabah yang ada ditubuhnya hilang. Aroma tak sedap dari tubuh Tao Feng di ganti dengan aroma wangi dari bunga lotus. Baju yang lusuh berubah menjadi baju hanfu bak pangeran istana. Mata sepasang kekasih yang sedang meleburkan rindu itu saling beradu.


Gairah kerinduan Yang selama ini terpendam sudah tidak tertahankan lagi. Bibir mereka saling bertaut merasakan tarikan lidah yang selama ini telah hilang. Dengan tehnik dewi bulan, rumah kumuh itu diubah menjadi sebuah istana kecil yang indah. Dewi bulan dan dewa bintang duduk di bawah bilik sambil bermerasan melihat sang surya datang.


"Jinggyi, seribu tahun ini, dimana kau di kurung?" tanya dewa bintang sambil mengusap lembut rambut dewi bulan.


"Aku dikurung di dunia tanpa arah. Astara yang menyelamatkanku," jawab dewi bulan.


"Apa istriku yang telah mengembalikan awan hitam seperti semula?"


"Selama seribu tahun ini aku tidak bisa mencarimu karena kutukan wabah. Aku hanya bisa menepi di puncak gunung ini sambil berharap kau datang menemuiku," ucap dewa bintang.


Dewi bulan mengangkat kepala menatap dewa bintang. "Sayang sekali suamiku, kita akan berpisah kembali. Aku akan mengajarkan dewi bulan untuk mendapat kekuatan dewanya lagi. Dia menggunakan inti roh untuk menyelamatkan Astara."


Dewa bintang memegang kembut pipi dewi Jingyi. "Setelah ini aku akan membantu Astara menemukan kristal Narendra."

__ADS_1


"Setelah semuanya selesai, kita akan bersama untuk selamanya." Dewi bulan memeluk erat tubuh dewa bintang.


"Baiklah, kita tidak ada waktu lagi. Kita harus segera kembali ke tempat Astara."


Dewi bulan mengangguk. "Kita bisa menaiki singa berkepala tiga."


Mereka naik di punggung Changguan menuju negeri salju.


Sementara itu di negeri salju, Dewa petir dan dewa angin pamit bersama dewa bumi untuk membuat suatu rencana. Bailin ditugaskan Astara berburu untuk makan malam nanti. Xiao Yu mengikuti Bailin saat berburu.


"Kenapa kau mengikuti?" tanya Bailin dengan nada tinggi.


"Aku ingin melihat kamu berburu, Bai-bai," jawab Xiao Yu manja sambil melingkarkan tangannya ke tangan Bailin.


"Namaku Bailin bukan Bai-bai." Bailin melepas cakalan tangan Xiao Yu, lalu berjalan cepat menjauh darinya.

__ADS_1


__ADS_2