Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Tehnik Dewa Pagoda dan Dewa Hujan Yang Menyulitkan.


__ADS_3

"Kali ini kami akan membawa kepala kalian ke hadapan kaisar langit," ucap dewa hujan.


"Coba saja kalau bisa," tantang Astara yang langsung menaikan energi ki menyerang dewa pagoda dan dewa hujan.


Energi biru Astara membentuk kilatan petir yang sulit dilihat dengan mata telanjang. Dewa pagoda dan dewa hujan terkena tendangan dan pukulan saat mereka berdua belum sempat menaikan energi ki.


"Kurang ajar!" Dewa pagoda dan dewa hujan menaikan energi ki untuk mengimbangi Astara. Mereka berdua menyerang Astara bersamaan.


Astara mampu menangkis setiap pukulan dam tendangan yang mereka lancarkan secara cepat. Dewa bintang membantu Astara melawan dewa pagoda dan dewa hujan. Kini dewa jahat itu mulai tesudut, mereka kwalahan dengan tehnik dari Astara dan dewa bintang.


Dewa pagoda dan dewa hujan mengubah strategi menggunakan senjata. Dewa pagoda mengeluarkan ribuan pedang dari dalam pagodanya.


Astara dan dewa bintang menghindari hujaman ribuan pedang itu satu persatu. Dewa hujan mengeluarkan ribuan monster air dari dalam tanah menyerang Astara dan dewa bintang. Astara dan dewa bintang mengeluarkan pedang Narendra dan pedang ruyi untuk menebas ribuan monster itu.


Namun, ribuan monster air itu kembali utuh saat sudah dirobohkan. Astara dan dewa bintang kembali melibas monster itu, dan tubuh monster itu kembali lagi semula.

__ADS_1


"Kita tidak bisa terus menerus membunuh monster ini, akan menghabiskan energi ki," ucap Astara.


Dewa bintang melihat dewa hujan menggunakan segel mantra untuk mengendalikan monster air itu. Segera dewa bintang menggunakan energi bintang lima menghantam dewa hujan. Namun, dewa pagoda dengan sigap melindungi dewa hujan.


"Langkahi aku dulu," ucap dewa pagoda menyeringai.


Dewa bintang pun emosi mengeluarkan ribuan energi bintang lima, lalu menembakkan ke arah dewa pagoda. Dewa pagoda mengeluarkan pagodanya menyerap seluruh energi bintang lima itu. Dewa bintang terkejut.


"Bersiaplah!" Dewa pagoda membalikan serangan dewa bintang.


"Astara awas!" Dewa bintang dengan kecepatan kilat menghindari serangannya sendiri. Sedangkan, Astara menggunakan tehnik pelindung berlapis untuk melindungi tubuhnya dari ledakan energi bintang lima.


Astara Selamat dengan napas tersengal. "Hampir saja."


Dewa bintang menghampiri Astara. "Kita harus hati-hati, mereka memiliki tehnik yang aneh."

__ADS_1


Dewa pagoda kembali memutar pagodanya dan mengeluarkan ribuan bola api menyebar ke berbagai arah.


"Apa yang kau lakukan!" pekik Astara.


Dewa pagoda sengaja membuat seluruh permukaan bumi terbakar. Dengan begitu penduduk bumi akan merasa terancam dan kekacauan pun terjadi. para sekte bela diri dan kultivasi di penjuru negeri bambu mati-matian memadamkan api itu.


Astara menggabungkan aura hijau dan merah menjadi aura kuning, lalu ditangannya mengeluarkan petir dan melempar petir itu ke arah awan. awan yang tadinya tenang pun bertubrukan dan menjadi gelap, hujan pun terjadi.


"Bagus Astara," ucap dewa bintang.


Dewa hujan tersenyum sinis. "Jika kau mampu memanggil hujan. Maka, aku bisa menghentikannya."


Hujan pun seketika berhenti, api di bumi kembali berkobar.


"Hahaha ... cobalah hentikan kami kalau kalian bisa," ucap dewa pagoda.

__ADS_1


Astara geram, melesat. Dewa pagoda mengeluarkan dinding tebal dari tanah yang sulit di tembus. Astara meninju dinding itu dengan sekuat tenaga, tapi dinding itu terlalu kokoh untuk dihancurkan.


"Sial, tehnik apa lagi ini," ucap Astara.


__ADS_2