
Dewa bumi berhenti sejenak. "Bailon?" Dewa bumi senang melihat tikus emas peliharaannya yang dulu. "Jadi kau bereinkarnasi menjadi siluman tikus ya."
Bailin mengangguk menyunggingkan senyum.
"Kita harus cepat selamatkan kelahiran dewa Narendra sebelum dewa perang membunuhnya." Dewa bumi dan siluman tikus pun mempercepat perjalanannya.
Di negeri kahyangan, Dewa perang yang sedang bertapa terganggu dengan cahaya terang yang menembus langit.
"Dia terlahir kembali." Dewa perang berdiri dari pertapaannya memakai zirah emas lengkap dengan tombak dewa bermata tiga. Melesat menuju sumber cahaya.
Seorang perempuan istri dari pendekar pedang sedang kesakitan dengan bayi yang ingin keluar. Dewa tau itu reinkarnasi dari dewa Narendra. Segera dewa bumi dengan sihirnya memindahkan bayi yang ada dalam kandungan ke janin yang lain, kepada seorang bangsawan dari kota daun.
__ADS_1
Dewa perang yang tidak mengetahui kalau bayi itu dipindahkan. Membunuh bayi dari pendekar pedang saat akan lahir ke alam dunia. Seorang pendekar pedang dan istrinya pun merasa sedih saat tau bayinya sudah dalam keadaan meninggal. Dewa perang pun merasa lega karena merasa berhasil membunuh bayi dewa perdamaian.
Sedangkan dewa bumi merasa iba dengan keadaan pasangan suami istri itu dan berjanji akan membantunya jika mengalami kesulitan. Dewa bumi dan siluman tikus segera menuju kota daun untuk melihat kelahiran dewa Narendra. Seorang istri bangsawan sedang menggendong bayi mungil. Terlihat tanda V dikeningnya, dewa bumi segera menutupi tanda itu dengan sihirnya supaya tidak di ketahui oleh kaum asyura dan dewa perang.
"Bailin jaga dewa Narendra sampai dia tau jati dirinya," ucap dewa bumi.
"Baik dewa bumi," jawab siluman tikus.
"Aku pergi dulu." Dewa bumi menghilang dari hadapan Bailin.
"Istriku kita lupa memberi nama pada bayi kita," ucap sang suami.
"Suamiku bagaimana kalau kita namakan Astara Lodya," jawab sang istri.
__ADS_1
"Nama yang bagus, nama itu terlihat enak di dengar," ucap sang suami.
Belum juga selesai pesta terlihat kabut hitam pekat menyelimuti kota. Aura iblis begitu pekat, penduduk panik masuk ke rumah masing-masing. Tak disangka gerombolan iblis menyerang kota daun dengan burung gagak raksasa sebagai tunggangannya.
Kaum asyura menyerap inti sari manusia untuk memperkuat ilmu sihirnya. Mereka akan datang jika mendengar suara alunan musik. Siluman tikus dengan segera melarikan bayi Narendra ke tempat yang lebih aman. Dia tidak bisa menghadapi asyura yang jumlahnya begitu banyak.
Orang tua dan para penduduk kota tidak terselamatkan. Siluman tikus menuju rumah pendekar yang baru kehilangan bayinya. Ditaruhnya bayi itu di depan pintu. Pendekar pedang itu membuka pintu dan menemukan bayi mungil tersenyum di atas ranjang kecil.
Dengan tangan yang bergetar pendekar itu menggendong bayi itu. Dilihatnya kiri kanan dan atas, tidak ada orang sama sekali. Dengan raut wajah gembira mengumumkan kepada istrinya kalau bayinya hidup kembali.
"Ini karena kebaikan para dewa," ucap sang suami.
Pasangan suami-istri itu bersujud berterima kasih kepada langit.
__ADS_1
Seratus tahun yang lalu saat ksatria langit membasmi iblis di bumi sebagian dari mereka bersembunyi di bawah laut. Sehingga, mereka lolos dari hukuman empat ksatria langit.
Bersambung ...