Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Tanda Dari Jiarong


__ADS_3

Jiarong terkejut dengan ucapan Zhang Yutang. "Apa kau lupa jasa sekte Lin'an kepadamu. Dulu ayahku merawatmu saat kau menangis kehilangan orang tuamu. Inikah balasan atas belas kasih ayahku."


"Hahaha ... kau ingin aku mengasihanimu dengan cara mengungkit masa lalu. Itu tidak berlaku terhadapku. Aku bukanlah Zhang Yutang yang dulu, aku yang sekarang adalah setengah asyura. Tapi tidak mengapa bagiku, asalkan aku bisa membalas dendamku terhadap Astara," ucap Zhang Yutang tepat di depan wajah Jiarong.


"Manusia terkutuk sepertimu tidak akan bisa mengalahkan Astara. Pikiranmu telah dipenuhi oleh dendam, kelak dendam itulah yang akan menghancurkanmu," cibir Jiarong.


"Diam!" Zhang Yutang mengangkat tangannya hendak menampar Jiarong, tapi dia menurunkan niatnya karena rasa cintanya yang begitu dalam.


Di tempat lain, Astara dan Bailin menemukan helaian rambut Jiarong di sepanjang jalan setapak. Rupanya Jiarong sengaja memberi tanda lewat potongan rambutnya. Astara dan Bailin pun segera mengikuti potongan rambut itu hingga sampai di sebuah pohon besar.


"Pohon besar?" Bailin merasa ada yang aneh.


"Aku baru melihat pohon ini," ucap Astara.


"Kita panggil Xiao Yu, dia yang lebih tau tentang kota Lin'an ini," ucap Bailin.

__ADS_1


Astara mengambil sisik ular dari kuncir kepalanya, lalu menerbangkan sisik ular itu. Xiao Yu yang melihat sisik ularnya bercahaya mengajak Yang Guo mengikuti sisik ular itu. Mereka berdua berlari sampai di pohon besar, lalu melihat Astara dan Bailin.


"Dimana Jiarong?" tanya Xiao Yu.


Astara menggeleng. "Kami mengikuti rambut Jiarong dan sampai di pohon besar ini."


Xiao Yu mencium bau rambut panjang itu. "Ini benar-benar rambut Jiarong, aku tidak pernah melihat pohon besar ini?"


"Pasti ini hanya ilusi." Yang Guo menggunakan energi ki nya untuk menghancurkan dinding ilusi.


"Kau hebat Yang Guo," puji Bailin.


Yang Guo tersenyum tipis menatap Bailin.


"Ayo cepat kita harus segera menyelamatkan putri Jiarong," ucap Xiao Yu.

__ADS_1


Mereka berempat pun masuk ke gua yang lembab itu. Zhang Yutang terlihat sudah siap dengan kehadiran mereka, dia berdiri gagah menatap Astara dan kawan-kawannya.


"Dasar kau manusia laknat, beraninya kau menculik putri Jiarong!" cibir Bailin.


"Suamiku!" teriak Jiarong saat melihat Astara.


Zhang Yutang tersenyum sinis, tanpa basa-basi mengeluarkan pedang ruyi dari dalam tubuhnya dan menyerang Bailin. Astara dengan sigap menangkis serangan pedang ruyi itu. Yang Guo kembali terkejut dengan apa yang dilihatnya, itu adalah pedang milik dewa bintang yang dikurung akibat kesalahannya di masa lampau.


"Dari mana kau mendapatkan pedang ruyi itu?" tanya Yang Guo dengan nada tinggi.


"Kau tidak perlu tau." Zhang Yutang mengayunkan pedang ruyi itu ke arah Yang Guo, tapi dia bisa menghindarinya, tebasan itu mengenai dinding gua yang mengakibatkan goncangan. Batu dari atas gua pun berjatuhan akibat goncangan itu. Astara dengan cepat membawa Jiarong keluar dari gua.


"Kau tidak apa-apa Jiarong?" tanya Astara membuka tali pengikatnya.


Jiarong mengangguk. Bailin, Xiao Yu dan Yang Guo mengikuti Astara dari belakang. Zhang Yutang terbang menerobos reruntuhan gua dan sekali tebasan dia menyerang mereka berempat. Yang Guo menahan serangan angin itu dengan energi pelindungnya dan menghempaskannya ke udara.

__ADS_1


__ADS_2