Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Semakin Mesra.


__ADS_3

"Aku suka, tolong bantu pakaikan," ucap Jiarong tersenyum.


Astara memakaikan tusuk rambut itu di ikatan rambut Jiarong, lalu merapikan rambut belakangnya.


"Kau terlihat lebih cantik," puji Astara.


Jiarong menyunggingkan senyum


"Hey para Tuan muda, kelihatannya kalian punya hubungan khusus ya," goda Xiao Yu.


"Dasar kau anak baru, mereka ini minggu depan akan menikah," sahut Bailin.


Xiao Yu terkejut menebak-nebak. "Jangan-jangan kau adalah anak ketua sekte itu ya, Nona."


Jiarong tersenyum malu.


"Pantas saja wajahmu cantik sekali, kalau aku jadi pria, aku pasti juga suka kepadamu," ucap Xiao Yu.


Astara berdehem menaikan alis ke arah Bailin.


"Lebih baik kita keluar dulu, jangan ganggu Tuan dan Nona yang sedang bahagia." Bailin menarik lengan Xiao Yu keluar kamar.


Astara dan Jiarong saling lempar senyum. Astara mendekati Jiarong.

__ADS_1


"Kau mau apa, kita belum sah jadi suami istri," ucap Jiarong yang melihat wajah mesum Astara.


"Tusuk kondenya agak miring di rambutmu, biar aku luruskan," ucap Astara.


Jiarong malah memeluk tubuh Astara.


"Hey, kau ini kenapa?"


"Aku tidak menyangka, pertemuan singkat kita bisa jatuh ke pelaminan."


Astara melepaa pelukannya, lalu memegang kedua lengan Jiarong. "Ini sudah takdir dari dewa, kau dan aku tercipta bersama, selamanya."


Jiarong tersenyum lebar kembali memeluk Astara. "Aku tidak ingin kehilanganmu, jika kamu pergi, bawa aku kemana pun kau mau."


"Aku akan membawamu di kehidupan ini dan kehidupan nanti," jawab Astara lirih.


"Tentu."


Jiarong dan Astara duduk di depan cermin. Astara merapikan belakang rambut Jiarong, lalu kembali duduk di depannya mengambil kuas alis. Astara dengan kidmad menggambar alis Jiarong di depan cermin. Jiarong semakin cantik dengan make up tipisnya.


"Tuan Astara pandai sekali membuat wanita lebih cantik, siapa yang mengajari?" goda Jiarong.


"Ibuku. Dulu sewaktu kecil aku sering disuruh ibu untuk menyisir rambutnya. Kadang saat ibuku tidak ada di rumah, aku iseng merias diriku sendiri," ucap Astara.

__ADS_1


"Ternyata, kepiawaian ibu menurun kepada anaknya."


"Kita jalan ke taman," ajak Astara.


Jiarong mengangguk bergandengan dengan Astara. Bailin dan Xiao Yu masih berada di depan pintu kamar. mereka terlihat tidak bersahabat.


"Hey kau, jangan ikuti Astara dan Jiarong lagi," hardik Bailin.


"Memangnya kau Tuan mereka," balas Xiao Yu.


"Kau ini keras kepala ya, kau 'kan sudah makan jadi sana pulang," ucap Bailin.


"Aku sudah dapat izin dari Nona Jiarong untuk tinggal di sini." Xiao Yu melotot ke arah Bailin.


"Hey, kalian ini, dari pada kalian bertengkar tidak ada ujungnya, lebih baik bantu mempersiapkan makan malam," ucap Astara berjalan menjauh dari Bailin dan Xiao Yu.


"Astara." Bailin ingin ikut, namun Xiao Yu menarik tangan Bailin menuju dapur.


"Kau ini apa-apaan sih." Bailin melepas cakalan Xiao Yu.


"Apa kau tidak dengar apa yang dikatakan Tuan Astara, kita di suruh menyiapkan makan malam," ucap Xiao Yu.


"Urus saja sendiri." Bailin menggunakan ilmu menghilangnya.

__ADS_1


"Eh ... dasar curang." pekik Xiao Yu.


Xiao Yu mulai mengawasi kegiatan sekte Lin'an. Tugas yang diberikannya harus bisa di jalankan. Kalau tidak, prajuritnya akan di basmi oleh Zhang Yutang. Dia pura-pura membantu pekerja yang ada di dapur supaya memantay orang di sekte Lin'an.


__ADS_2