
Singa berkepala tiga itu semakin mendekat semakin besar ukurannya. Astara, Bailin, dan Xiao Yu pun segera menghindar dari terkaman singa itu.
"Makhluk apa itu!?" teriak Bailin.
"Itu penjaga danau Lin'an," jawab Xiao Yu.
Singa raksasa berkepala tiga itu tiba-tiba muncul dari belakang menyerang Xiao Yu, namun Bailin berhasil menarik tubuh Xiao Yu menggunakan tali sihirnya.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Bailin.
Xiao Yu mengangguk didekapan Bailin.
Astara menghampiri mereka berdua. "Kalian tidak apa-apa?"
Mereka berdua mengangguk mantap.
Singa raksasa itu terlihat menggembungkan mulutnya, bola api raksasa dengan kecepatan tinggi menerjang ke arah mereka bertiga. Bailin sekali lagi menggunakan ilmu sihir menghilangnya menghindari serangan berbahaya itu.
__ADS_1
"Untung saja tepat waktu, kalau tidak, aku bisa jadi tikus bakar," ucap Bailin yang tampak kelelahan.
Astara menepuk pundak Bailin. "Kau beristirahatlah Bailin, biar aku yang menghadapi makhluk itu."
Astara pun terbang melawan singa itu dengan menggunakan jurus telapak budha. Tangan raksasa dari energi ki Astara membuat singa itu terpojok. Singa raksasa berkepala tiga itu mencoba berontak. makhluk buas itu bisa memisahkan tubuhnya menjadi tiga bagian. Ternyata singa itu hanya menggabungkan diri. Salah satu dari singa itu menyerang Astara. Astara pun melepas jurusnya menghindari serangan singa itu.
"Astara hati-hati?" teriak Xiao Yu.
Astara tidak mau kalah, dia membagi tubuhnya menjadi enam bagian. Singa raksasa itu pun meraung keras melihat jurus Astara itu. Makhluk itu melesat menyerang Astara, kecepatan singa itu meningkat saat memisahkan diri. Bayangan Astara dan tubuh aslinya pun terkena serangan dari singa itu.
"Astara!" teriak Bailin.
"Dewa Narendra, aku sudah lama menunggumu," ucap singa berkepala tiga itu.
"Siapa kau?" tanya Astara dengan suara berat.
"Aku Changguan, makhluk penunggu danau ini. Aku diutus dewi Jingga menjaga danau ini sebelum dia berenkarnasi," jawab Changguan.
__ADS_1
"Lalu kenapa kau menyerangku?"
"Aku pikir kau adalah orang yang memasang jaring pelindung ini. Aku tidak bisa keluar gara-gara jaring pelindung dewa ini," ucap Changguan.
"Apa yang dibicarakan makhluk itu dengan Astara." Bailin heran tiba-tiba singa berkepala tiga itu melunak.
"Aku datang kesini ingin mencari kristal Narendra," ucap Astara.
"Kristal Narendra ada di dalam danau ini, aku menjaganya agar asyura tidak bisa mendekatinya, aku akan mengembalikannya kepada pemiliknya." Changguan menyelam ke dasar danau mengambil kristal itu.
Kristal berwarna merah muncul dari dasar danau. kristal itu bersinar terang menghampiri tangan Astara. singa berkepala tiga itu kembali muncul.
"Cengkram kristal itu dengan tanganmu, maka dia akan berubah menjadi senjata terbaikmu," ucap Changguan.
Astara mencengkram kristal itu. Guncangan hebat terjadi di sekitar danau. kristal itu berubah menjadi pedang berwarna merah terang dengan ukiran singa berkepala tiga di sarung pedangnya.
"Pedang ini terlihat kuat," ucap Astara.
__ADS_1
"Itu adalah pedang Narendra, pedang itu bisa menebas gunung dengan sekali tebasan. Kau hanya boleh menggunakannya saat melawan asyura atau dewa," ucap Changguan.