Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Seseorang Yang Misterius.


__ADS_3

Raja asyura pun memgeluarkan senjata gadanya untuk merobek jaring dewa itu. Elastisitas jaring itu membuat serangan yang di lancarkan raja asyura terpental ke segala arah dan hampir mengenai dirinya.


"Hahaha ... kau tidak akan lepas dari jeratan jaring dewaku," ucap dewa matahari.


Raja asyura kembali melancarkan serangan, kali ini dia menggunakan serangan terkuatnya. Ribuan pedang petir berwarna hitam melayang di samping raja asyura. Dengan kedua ayunan tangannya ribuan pedang petir merobek jaring dewa.


Namun, robekan jaring itu kembali merekat karena elastisitasnya. Raja asyura mempercepat serangannya hingga ujung cahaya terlihat dari matanya. Dewa matahari yang melihatnya pun menaikan hawa panas sampai sepuluh ribu celcius. Raja asyura terus berusaha ditengah hawa panas yang menyerangnya. Dia mengubah bentuk menjadi petir dan menyatu bersama dengan jurusnya itu.


Jaring dewa pun robek sampai tingkat ke tujuh. Raja asyura berhasil lolos dengan luka bakar yang cukup parah. Napasnya tersengal karena sudah mengeluarkan terlalu banyak energi ki. Dia mengubah diri menjadi asap hitam untuk kabur dari kahyangan.


Dewa pagoda dan dewa matahari pun berhenti sejenak dan hanya bisa melihat kepergian raja asyura.


"Baru kali ini, ada makhluk yang mampu lolos dari jaring dewaku," ucap dewa matahari mengepalkan tangan.


"Lebih baik kita urungkan niat kita menghadap kaisar langit," ucap dewa pagoda

__ADS_1


Dewa matahari setuju.


Di istana asyura, sang raja terjatuh dengan luka bakar menyelimuti tubuhnya. Penjaga gerbang berteriak minta bantuan untuk membawa sang raja ke ruang pengobatan. Liyan dan Rabah segera menyalurkan energi ki untuk membuat napas raja asyura tetap stabil.


"Apa yang terjadi dengan sang raja, kondisinya sangat parah," ucap Liyan.


"Dia pasti mengalami kesulitan di sana, cepat bawa raja asyura ke ruang penyembuhan," perintah Rabah.


Di kota Bangau, Bulan purnama begitu indah. Bailin teringat seorang dewi bulan yang cantik bernama Jingyi.


"Kau sedang memikirkan apa, Bailin?" tanya Astara.


Tiba-tiba, bayangan seseorang terlihat jelas sedang memandangi bulan yang sama. Astara dan Bailin pun segera bersembunyi. bayangan itu berjalan ke arah bulan. Seseorang dengan baju pendekar berperawakan tampan terlihat di puncak gunung kulun.


"Apa dia yang bernama Tao Feng," ucap Bailin pelan.

__ADS_1


Orang itu menatap tajam ke arah bulan, lalu berteriak mengeluarkan bau yang menyengat.


"Ini bau racun, cepat lindungi tubuhmu, Bailin." Astara dan Bailin menggunakan tehnik pelindung diri untuk menghalangi racun itu masuk ke dalam tubuh. Astara dan Bailin pun keluar untuk mencegah orang itu.


"Hey, siluman jahat. Hentikan perbuatanmu itu?!" hardik Bailin.


Orang itu menoleh. "Siapa kalian bisa sampai di tempat ini?"


"Harusnya kami yang bertanya kepadamu, dasar tidak sopan," ucap Bailin.


Orang itu tersenyum sinis, lalu mengeluarkan gelembung racun mengarah ke Astara dan Bailin. Astara dan Bailin meningkatkan energi panas yang ada ditubuhnya untuk menghancurkan gelembung racun itu.


"Racun akan mati jika dibakar dengan api. Jurusmu itu tidak mempan kepada kami," ucap Bailin.


"Siapa kalian?!" tanya orang itu.

__ADS_1


"Kami adalah orang yang akan menghabisimu," jawab Bailin.


Orang itu pun menyerang Bailin dengan tangan kosong. Bailin mencoba menyerang, namun Astara memperingatkan Bailin untuk jangan menyentuhnya karena semua tubuhnya sudah dipenuhi dengan racun. Bailin pun hanya bisa menghindari serangan orang itu.


__ADS_2