Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Kotak Peralihan.


__ADS_3

"Kalian pergilah dulu, biar aku yang akan menghadapinya," ucap Yang Guo saat bersembunyi di balik bebatuan.


"Tidak, kita akan menghadapi bersama, terlalu berbahaya jika pendekar menghadapi Zhang Yutang sendiri," balas Astara.


"Betul, dia telah memiliki darah asyura, kekuatannya pasti meningkat," timpal Bailin.


"Kalian percayalah kepadaku, aku akan segera kembali, lebih baik pendekar Astara dan yang lain membawa putri Jiarong kembali ke sekte Lin'an." Yang Guo terua saja memaksa.


Bailin dan Astara mempertimbangkan hal ini. Melihat keadaan Jiarong yang masih lemah, memang seharusnya segera di bawa ke balai Lin'an. Astara pun mengangguk menuruti ucapan Yang Guo.


"Pendekar, bawa ini. Jika pendekar mengalami kesulitan lempar sisik ular hijau ini, maka kami akan segera membantu pendekar," ucap Xiao Yu memberikan sisik ular kepada Yang Guo.


Yang Guo mengangguk. "Terima kasih Nona Xiao Yu."


"Hati-hati, kami menunggumu di sekte Lin'an." Bailin menepuk pundak Yang Guo, lalu menghilang bersama dengan Astara, Jiarong, dan Xiao Yu.


Yang Guo dengan mata tajam keluar dari bebatuan besar menantang Zhang Yutang bertarung.

__ADS_1


"Sombong sekali kau," ucap Zhang Yutang tertawa.


Yang Guo mengeluarkan senjata andalannya yaitu tombak dewa bermata tiga.


Zhang Yutang terkejut. "Dari mana kau mendapat tombak dewa itu!"


"Asal kau tau, akulah dewa perang." Yang Guo maju dengan senjata tombaknya beradu dengan pedang ruyi milik Zhang Yutang. Kilalatan petir berwarna biru dan merah terlihat saat dua senjata dewa itu saling beradu.


Zhang Yutang yang bukan pemilik asli pedang ruyi akhirnya terlempar jauh, tapi dia masih bisa menyeimbangkan tubuhnya. Zhang Yutang kembali menyerang, kali ini dia menyalurkan energi ki untuk menambah daya serang pedang ruyi, petir berwarna kuning menyelimuti pedang ruyi itu.


"Senjatamu hanya sebuah mainan di mataku," ucap Yang Guo tersenyum sinis.


Zhang Yutang terlihat frustasi, serangannya selalu berhasil dihempaskan. Zhang Yutang kali ini menggunakan serangan terkuatnya, dia menyatukan keempat elemen, api, air, tanah, dan angin menjadi bola raksasa. Dengan teriakan yang keras, dia melempar bola raksasa itu ke arah Yang Guo.


Yang Guo yang kehilangan separuh kekuatannya pun segera menghindari serangan itu. Dia berhasil menghindari serangan bola raksasa empat elemen itu yang mampu meluluhlantahkan sebagian hutan. Zhang Yutang dengan napas tersengal terjatuh karena kehabisan tenaga.


"Tidak mungkin aku dikalahkan orang seperti dia," ucap Zhang Yutang dengan suara parau.

__ADS_1


Yang Guo menghampiri Zhang Yutang dengan wajah yang serius dan mendekatkan tombak dewa itu keleher Zhang Yutang.


"Bunuh aku, aku sudah tidak ingin hidup lagi." Zhang Yutang berkata di sisa tenaganya.


"Apa kau benar-benar mencintai Jiarong?" tanya Yang Guo.


Zhang Yutang hanya bisa berkedip.


"Aku bisa membantu mendapatkan Jiarong." Yang Guo memegang tangan Zhang Yutang dan memberikan sebagian energi ki nya supaya Zhang Yutang selamat.


Zhang Yutang bangun dan berlutut mengucapkan terima kasih.


"Karena kau punya sikap pantang menyerah, aku akan memberimu benda ini." Yang Guo memberikan sebuah kotak persegi kecil kepada Zhang Yutang.


"Apa ini pendekar?"


"Ini adalah kotak peralihan, jika kau membuka kotak itu ke arah Jiarong, maka dia akan tersedot ke dalam dan terlempar ke dunia yang jauh dari tempat ini," jawab Yang Guo.

__ADS_1


__ADS_2