
"Nah dengan ini kita bisa mengobati para pendekar yang terluka besok," ucap Jiarong.
Zhang Yutang tiba-tiba masuk menemui Jiarong. "Jiarong kau kemana saja? Aku mencarimu kemana-mana tadi."
"Aku habis mengambil air kehidupan di danau," jawab Jiarong.
Yutang terlihat khawatir, memegang kedua lengan Jiarong. "Kau mengambil air kehidupan? Tapi, kau tidak apa-apa, kan?"
Jiarong melepaskan cakalan tangan Yutang. "Aku tidak apa-apa. tadi aku pergi ke danau Lin'an dengan pendekar ikat kepala, dia sangat mahir mengambil air penyembuhan. Lihat saja wadahnya langsung penuh."
Yutang pun iri dengan Astara. "Kenapa kau tidak mengajakku, malah dengan orang asing ini."
"Aku tadi mencarimu, cuma kamu pergi entah kemana, jadi aku minta tolong dengan pendekar ikat kepala," jawab Jiarong.
"Hey Tuan ikat kepala, kenapa kau masih berdiri di sini, kamu mau lihat antara aku dan Jiarong. Perlu kamu ingat ya, aku dengan Jiarong semenjak kecil sudah bersama," ucap Yutang.
Astara tersenyum. "Kalau begitu aku permisi dulu."
"Pendekar ikat kepala mau kemana!?" panggil Jiarong.
Namun, Yutang menarik lengan Jiarong. "Sudah tidak usah di kejar, biarkan dia istirahat."
__ADS_1
Jiarong dengan tatapan menyelidik melihat Yutang. "Aku tau, kamu pasti iri 'kan dengan pendekar ikat kepala karena dia bisa mengambil air penyembuhan sebanyak ini."
Yutang terlihat panik sibuk mencari alasan. "Siapa bilang aku iri, aku bisa mengambil semua air penyembuhan yang ada di danau emei dengan tehnik kultivasiku."
"Kau jangan bohong Yutang." Jiarong menonyor kepala Yutang. "Apa kau tidak ingat dulu kamu mengajaku mengambil air penyembuhan kau hanya sanggup membawa satu kendi kecil."
"Itu dulu, sekarang tehnik kultivasiku sudah meningkat," jawab Yutang.
Ketua sekte datang, terganggu dengan perdebatan kecil dari Jiarong dan Zhang Yutang
"Hey kenapa kalian bertengkar di dapur," ucap Gongfu dengan bijaksana.
Zhang Yutang segera memperbaiki posisinya memberi salam penghormatan kepada ketua sekte Gongfu.
"Baik ketua sekte." Zhang Yutang pun tanpa protes langsung mengikuti perintah.
Gongfu melihat wadah besar berisi air penyembuhan sudah penuh. "Siapa yang mengambil air kehidupan ini?"
"Tadi aku mengajak pendekar ikat kepala ke danau," jawab Jiarong.
Wajah Gongfu pun berubah menjadi tegang, mengelus janggut panjangnya, lalu pergi dengan terburu-buru.
__ADS_1
...***...
Kejuaraan kungfu negeri bambu pun di mulai. Gongfu memberitahu aturan yang harus ditaati setiap peserta.
"Para Pendekar terima kasih atas kehadirannya. Aturan kejuaraan kungfu yang diadakan dua tahun sekali. Tidak boleh memakai senjata, tidak boleh memakai ilmu sihir, dan tidak boleh membunuh lawan. Paham!"
"Paham!" serentak berkata.
"Bagi siapa yang menang akan mendapat hadiah seratus teal!" seru Hai Xuan sebagai pengawas pertandingan.
Para peserta pun riuh bertepuk tangan.
"Kalau kau bisa menang, kita bisa jadi orang kaya. Nanti uangnya buat biaya penikahanmu dengan Jiarong," goda Bailin.
"Kau ini." Wajah Astara pun merah padam.
Dari belakang sesosok tangan menepuk pundak Astara, tersenyum meremehkan. "Kau yakin bisa mengalahkanku?"
"Hey ulat bulu, Kenapa kau ada di sini!?" hardik Bailin.
"Jaga mulutmu siluman tikus," cibir Bailin.
__ADS_1
Astara menenangkan Bailin. "Saudara Yutang ada apa menemuiku. Bukankah seharusnya saudara ada di barisan nomor empat."
"Aku kesini hanya ingin memperingatkanmu saja, lebih baik kau mundur sekarang dari pada malu," ucap Yutang yang langsung pergi kebarisannya lagi.