Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Jati Diri Jiarong.


__ADS_3

Jiarong dan Bailin merebahkan Xiao Yu disamping Astara.


"Kita tunggu mereka siuman, baru kita kembali ke sekte Lin'an," ucap Bailin.


Jiarong mengangguk setuju.


Astara terlihat mulai membuka mata dan memanggil nama Jiarong lirih.


Jiarong memegang tangan Astara. "Astara kau sudah siuman."


Astara berusaha bangkit, Bailin membantunya bersandar di bebatuan.


"Dimana aku?" tanya Astara yang masih terlihat pusing.


"Tenang saja, kau sedang berada di tempat yang aman," jawab Bailin.


"Xiao Yu," ucap Astara saat tau ada Xiao Yu di sampingnya.


"Nanti aku ceritakan, kau tidak usah berpikir terlalu jauh dulu, yang penting sembuhkan dulu lukamu," ucap Bailin.


"Betul apa yang di katakan Bailin, Astara. Xiao Yu biar menjadi tugasku," sahut Jiarong.


Astara tersenyum tipis menatap Jiarong. "Terima kasih, Jiarong. Aku tau kau yang menyembuhkan lukaku. Kalau tidak ada kamu mungkin aku sudah meninggal."


Jiarong tersipu malu menundukan kepala.

__ADS_1


"Sudah-sudah, jangan saling memuji, nanti saja saat kalian sudah menikah. Yang terpenting kita harus kembali ke sekte Lin'an," ucap Bailin.


"Baik, tubuhku sudah bugar, kita bisa kembali sekarang," ucap Astara.


"Kamu yakin Astara?" tanya Jiarong heran.


Astaga mengangguk.


"Kau tidak usah heran, Jiarong. Astara ini memiliki ketahanan tubuh layaknya seorang dewa," ucap Bailin.


Dewa bumi pun kekuar dari dalam tanah.


"Dewa bumi, kenapa kau tiba-tiba keluar menemui kita? tanya Bailin.


"Aku mau mengabarkan sesuatu yang penting untuk kalian," jawab dewa bumi.


Dewa bumi melihat heran ke arah Jiarong. "Kau memiliki tanda dewa yang aku kenal, siapa namamu?" tanya dewa bumi.


"Salam hormat untuk dewa bumi, nama saya Jiarong."


"Kemarilah." Dewa bumi menempelkan ujung tongkat kayunya di kening Jiarong. Seketika lukisan tentang masa lalu Jiarong pun terbongkar. Dia adalah dewi Jingga.


Seratus tahun yang lalu saat dewi Jingga pertama kali reinkarnasi, dia terlahir sebagai seorang anak raja. Namun dia menjadi gila karena tidak menemukan pendamping hidupnya.


Jiarong pun tersadar dengan napas yang terengah-engah.

__ADS_1


"Kau tidak apa-apa Jiarong," ucap Astara memegang pundak Jiarong.


Jiarong menggeleng menatap Astara dengan mata sayu.


"Aku memulihkan ingatan masa lalunya, kau adalah reinkarnasi dari dewi Jingga," ucap dewa bumi.


Astara terbelalak


"Kalian berdua memang di takdirkan untuk bersama, tapi sesuai garis reinkarnasi, kalian akan mendapat banyak rintangan," ucap dewa bumi.


"Aku juga berpikir seperti itu dewa bumi, tapi bukankah reinkarnasi dewi Jingga di jaga oleh pedang langit Narendra," ucap Bailin.


"Berarti pedang Narendra milik dewa perdamaian ada di sini," seru dewa bumi.


"Tapi aku tidak merasakannya," ucap Astara.


Dewa bumi mengelus janggut putih panjangnya. "Ada yang menggunakan mantra untuk menghalangi pedang itu kembali kepada tuannya."


"Siapa itu dewa bumi?" tanya Bailin.


"Hanya ada dua orang, raja asyura dan dewa perang. Kristal itu pasti telah di beri mantra penghalang."


"Raja asyura sudah meninggal, pasti dewa licik itu pelakunya," ucap Bailin geram.


"Kau salah Bailin, raja asyura mempunyai adik yang memiliki gulungan langit, dengan gulungan langit, energi ki nya akan meningkat dan mempunyai beberapa senjata dewa. Dia juga bisa mengubah tubuhnya menjadi manusia. Aku curiga dialah pelakunya," ucap dewa bumi.

__ADS_1


"Kau bilang memiliki senjata dewa." Bailin memikirkan nama satu orang. "Hai Xuan."


__ADS_2