
Kekuatan mereka berdua terlihat sama kuat. Bailin dan perdana menteri Viktor saling berteriak mengadu tenaga dalam hingga mereka terpental karena kekuatan yang sama kuat. Tubuh Bailin menatap pilar hingga dia muntah darah. Perdana menteri Viktor terseret cukup jauh hingga tubuhnya tertimbun oleh reruntuhan bangunan.
Dengan luka yang cukup parah, Bailin tersenyum karena dia mengira perdana menteri Viktor telah tewas. Namun reruntuhan itu bergerak dan terbang. Sang perdana menteri keluar dengan api biru yang menyelimuti tubuhnya.
"Aku memiliki api biru yang bisa memulihkan tenagaku." Perdana menteri Viktor berjalan pelan menghampiri Bailin yang sudah kehabisan tenaga.
Bailin hanya bisa menatap dengan gigi geraham yang mengeras.
"Terimalah kematianmu." Perdana Menteri Viktor mengepalkan tangan kanannya mengeluarkan kilatan biru menyatu di kepalan tangannya. Sebuah tinju bola api mengarah ke Bailin. Bailin akan menjadi tikus panggang jika terkena serangan itu.
Yang Guo tiba-tiba datang di hadapan Bailin, menahan serangan tinju api biru dengan energi ki nya. Tinju api biru itu di lempar ke udara sehingga nyawa Bailin selamat.
"Yang Guo," ucap Bailin dengan suara parau.
"Kau tidak apa-apa, Bailin?" Yang Guo membawa Bailin ke tempat yang lebih aman, lalu kembali lagi untuk menghadapi perdana menteri Viktor.
"Siapa kau bisa melempar tinju api biruku?" tanya perdana menteri Viktor.
__ADS_1
"Kau tidak perlu tau siapa aku," jawab Yang Guo dengan tatapan tajam.
Sementara itu, Astara menemukan Jiarong yang tergeletak lemas di sudut kamar. Astara memberi energi ki supaya Jiarong sadar. Jiarong pun membuka matanya dan melihat wajah Astara.
"Astara." Jiarong menangis di pelukan Astara.
"Tenanglah, Istriku. Sekarang kau aman," ucap Astara pelan.
"Xiao Yu ada di penjara, kita harus segera menyelamatkannya," ucap Jiarong.
Mereka berdua segera menuju ruang bawah tanah. Di sana Xiao terlihat terkena reruntuhan bangunan akibat pertarungan Bailin dan perdana menteri Viktor. Astara segera menolong Xiao Yu mengangkat reruntuhan.
"Xiao Yu, kau tidak apa-apa." Jiarong terlihat cemas.
"Putri Jiarong," ucap Xiao Yu dengan wajah sayu dan suara parau. Xiao Yu pun pingsan di pelukan Jiarong.
Ruang penjara terlihat bergetar, para penghuni yang ada di penjara memohon di lepaskan dari sini, sebab bangunan ini akan runtuh. Astara bersedia melepas semua tahanan.
__ADS_1
"Cepat lari, ruangan ini akan runtuh!" seru Astara sambil menggendong Xiao Yu.
Ruang penjara bawah tanah pun runtuh setelah Astara, Jiarong, Xiao Yu, dan para tahanan berhasil keluar. Para tahanan berterima kasih kepada Astara karena telah menyelamatkan hidup mereka.
"Aku pesan kepada kalian, setelah ini jadilah orang baik," ucap Astara.
"Baik pendekar, kami berjanji akan menjalankan nasehat pendekar." Para tahanan itu berlutut.
"Berdirilah, tidak usah sungkan kepadaku."
Sementara di istana salju, pertarungan antara Yang Guo dan Viktor berlangsung sengit. Viktor yang tidak bisa kehabisan tenaga karena api birunya dan Yang Guo jelmaan dari dewa perang terlihat lebih dominan. Astara melihat pertarungan itu. Dia kagum dengan kemampuan Yang Guo.
Perdana menteri Viktor terus bangkit setelah di jatuhkan beberapa kali oleh Yang Guo hingga api biru yang menyelimuti tubuhnya mulai padam.
"Lihatlah, api biru yang ada di tubuhmu sudah tidak ada," ucap Yang Guo.
Viktor terlihat panik, dia mengeluarkan tenaga terkuatnya dengan menyatukan energi ki di kedua kepalan tangannya. Aura api terlihat di kedua tangannya.
__ADS_1