Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Kehilangan Akal.


__ADS_3

Ksatria langit barat memberikan energi ki kepada pangeran James dan Bailin supaya tubuh mereka tetap hangat.


"Dimana pil api birunya?" tanya ksatria langit timur.


"Ada di dalam pintu itu, tapi tidak bisa dibuka. Raja jahat ini telah memberikan mantra supaya pintu itu sulit untuk dibuka," jawab Xiao Yu.


Ksatria langit utara menonyor kepala raja negeri salju. "Cepat buka pintu, kami hanya meminjam pil api birumu, setelah urusan selesai nanti kami kembalikan dua kali lipat."


"Mana bisa seperti itu! Pil api biru tidak bisa kembali jika ditelan seseorang!" pekik raja ngeri salju.


"Kau ini memang keras kepala, kami ini berasal dari kahyangan. Pil mu itu kalau di tempat kami buat mainan anak-anak. Kami punya banyak pil api biru di kahyangan," sahut ksatria langit timur.


"Lalu kenapa kalian tidak mengambilnya, malah mencuri pil api biru dari negeri salju. Dewa macam apa kalian!" pekik raja negeri salju.


"Apa kau tidak melihat sering terjadi bencana di bumi ini. Itu karena kahyangan telah dikuasai orang jahat. Kami terpaksa mengungsi ke bumi untuk membuat rencana mengalahkan kaisar kegelapan," ucap ksatria langit timur.

__ADS_1


"Kalau kalian dewa, seharusnya kalian tidak membutuhkan bantuanku untuk menghancurkan mantra pintu itu," ucap raja negeri salju.


"Baiklah, kalau itu maumu. Teman-teman satukan energi untuk menghancurkan mantra sialan itu." Empat ksatria langit menyatukan kekuatan menggunakan energi spesialisasi mereka.


Dengan kekuatan, api, air, angin, dan petir mantra itu pun hancur. Sebuah kotak kecil yang bersinar terlihat di atas meja. Ksatria langit timur segera mengambilnya.


"Kami berjanji akan mengembalikan pil api biru ke negeri ini. Dan kau raja sialan, setelah ini selesai, kami akan menghukummu," ucap ksatria langit barat menyeringai.


Raja negeri salju terbelalak, dia baru percaya kalau yang dihadapinya adalah dewa.


Pangeran James bangun setelah mendapat kiriman energi ki dari ksatria langit barat.


"Banngunlah ayah, mereka sudah pergi."


Raja negeri salju mendongak menatap anaknya. "Maafkan Ayah anakku. Ayah terlalu mementingkan diri sendiri. Ayah sebenarnya tau sejak awal mereka itu adalah dewa, tapi ayah sengaja meyanggah agar pil api biru tidak jatuh ke tangan orang lain. Jika pil api biru itu ditelan orang lain, maka kekuatan api biru kita akan hilang anakku."

__ADS_1


"Kenapa Ayah masih memikirkan pil itu. Apa Ayah mau, dunia ini hancur di tangan orang jahat?" tanya pangeran James kesal.


"Ayah tidak mau, tapi Ayah juga tidak rela kehilangan kekuatan api biru." raja negeri salju menatap seksama anaknya.


"Ada apa denganmu, Ayah?" James tampak bingung dengan ayahnya. Dia tertawa, lalu menangis begitu seterusnya.


"Hahaha ... aku akan kehilangan kekuatan." raja negeri salju berlari tanpa beraturan.


Pangeran James menahan ayahnya sekuat mungkin. "Ayah, sadarlah. Relakanlah pil api biru itu."


Raja negeri salju terus tertawa, matanya menatap kosong. "Aku butuh kekuatan."


Pangeran James memanggil prajurit yang masih tersisa untuk membawa ayahnya ke penjara bawah tanah untuk sementara. Raja negeri salju terus tertawa sambil mengigau kekuatan api biru.


Sementara itu, empat ksatria langit sudah tiba di gunung Emei. Dewa bintang yang melihatnya segera menyambut kedatangan teman barunya.

__ADS_1


"Ksatria langit, kalian sudah sadar?".


__ADS_2