
"Jangan Putri Jiarong, Zhang Yutang tubuhnya telah bersatu dengan kaum asyura. hatinya sudah tertutup kebencian. Dia tidak akan pandang bulu terhadap orang yang menghalangi jalannya." ucap Xiao Yu.
"Xiao Yu, kau harus antarkan aku ke sana, Astara butuh bantuanku, dia dalam bahaya!" teriak Jiarong.
Xiao Yu terdiam sejenak, dia tidak menyangka Jiarong bakal semarah ini jika berhubungan dengan Astara.
"Baiklah Kalau putri Jiarong memaksa." Xiao Yu dengan ilmu sihirnya mengantar Jiarong ke tempat Astara dan Bailin bertempur. Dengan sekejap mata mereka berdua muncul di hadapan Astara dan Bailin.
"Jiarong, kenapa kalian kemari," ucap Astara khawatir.
"Putri Jiarong memaksa saya untuk menemui pendekar," jawab Xiao Yu.
"Mana Zhang Yutang?" tanya Jiarong.
"Dia sudah tertimbun dengan reruntuhan istana," jawab Bailin.
Xiao Yu melihat istana yang dia bangun bersama prajurit ularnya hancur. Matanya sembab karena banyak kenangan di dalam istana itu. Prajurit ular menghampiri Xiao Yu.
"Tuan ratu, istana kita ..."
__ADS_1
Xiao Yu tersenyum simpul. "Aku tau. Kita bangun lagi dari awal."
anak buah Xiao Yu pun mengangguk mantap.
Tiba-tiba tanah bergetar.
"Ada apa ini?!"
Zhang Yutang dengan kekuatannya, terbang menghantam reruntuhan yang menguburnya. Aura hitam menyelimuti tubuh Zhang Yutang.
"Itu raja asyura," ucap Bailin.
"Aku tidak tau, yang jelas kita dalam bahaya. Tidak heran Zhang Yutang bisa Selamat dari reruntuhan istana, tubuhnya telah di kuasai raja asyura," jawab Bailin.
Sedangkan di kahyangan terdengar lonceng raksasa berbunyi sebanyak tiga kali. tanda akan terlahir iblis yang sangat kuat. Dewa pagoda segera memberitahu kepada kaisar langit.
"Yang mulia, lonceng langit berbunyi sebanyak tiga kali ke arah timur," ucap dewa pagoda.
"Iblis apa lagi yang akan muncul, utus ksatria langit timur untuk menyelidikinya," titah Kaisar langit.
__ADS_1
"Baik Yang Mulia." Dewa pagoda mengirim sebuah perintah melalui surat kepada ksatria langit timur.
Ksatria langit timur yang berada di puncak gunung Fuji menerima surat perintah dari kaisar langit. dia segera menyelidiki mahluk kuat yang baru saja menggemparkan kahyangan.
Di puncak gunung Lin'an. Zhang Yutang dengan mata merah menatap tajam ke depan. Dengan mengumpulkan energi ki dari telapak tangannya, Zhang Yutang membuat badai dan menghempaskan benda yang ada di sekitarnya, kecuali Astara yang masih bertahan dengan energi pelindungnya. Jiarong dan lainnya terhempas, darah keluar di keningnya.
"Aku mencium bau darah dewa di tubuhnya," ucap Zhang Yutang menatap tajam ke arah Jiarong yang telah di kuasai oleh raja asyura.
Jiarong terlihat lemas karena tubuhnya terlempar cukup jauh. Satu jari telunjuk Zhang Yutang mengeluarkan petir ke arahbJiarong.
"Jiarong!" Astara dengan kecepatan kilat melindungi tubuh Jiarong. Petir itu pun mengenai Astara dan membuat luka di punggungnya. Astara lemas kehabisan tenaga.
Zhang Yutang kembali melancarkan serangan api melalui telapak tangannya ke arah Astara dan Jiarong. Namun, Xiao Yu menggunakan sihir pelindung untuk melindungi Astara dan Jiarong. Para prajurit ular pun membantu Xiao menahan serangan api dari Zhang Yutang.
"Bailin, cepat bawa kabur Pendekar Astara dan Putri Jiarong!" desak Xiao Yu.
"Tapi kau ..."
"Sudah, aku akan menahan Zhang Yutang sekuat tenagaku!"
__ADS_1
Bailin untuk pertama kalinya memberi hormat kepada Xiao Yu. "Terima kasih, aku tidak akan melupakan pengorbananmu."