
Raja asyura melesat menolong sang adik yang sedang tersiksa. raja asyura meninju salah satu ksatria langit untuk menghentikan penyiksaan terhadap Rabah. Aliran listrik tegangan tinggi itu pun hilang. Raja asyura menangkap tubuh Rabah yang teekulai lemas.
"Kakak, maafkan aku ..."
"Sudahlah, Rabah. Kau tidak perlu minta maaf. Lebih baik kau istirahat, pulihkan tenagamu," ucap raja asyura.
"Akhirnya kau datang, Birawa. Kami akan membalas kekalahan waktu itu." Ksatria langit timur langsung menyerang dengan kekuatan penuh yang membuat air laut bergemuruh.
Raja asyura dengan cepat menghindar, lalu meletakkan Birawa di tepi pantai. Ksatria langit timur yang pernah dipermalukan oleh raja asyura terus mengejarnya. Raja asyura mengeluarkan bola energi di tangan untuk menghentikan sejenak pergerakan ksatria langit timur.
__ADS_1
Dengan erangan sekuat tenaga, raja asyura meningkatkan energi ki untuk menambah daya tempurnya. Kilatan petir terlihat di sekeliling tubuhnya. Tidak hanya itu, raja asyura juga mengeluarkan gada yang merupakan senjata andalannya. Kstria langit timur dengan amarah menerjang raja asyura dengan pukulan naga.
Namun, raja asyura mampu membalikan keadaan, serangan gada disertai kilatan petir mengenai perut ksatria langit timur. ksatria dengan mahkota burung cendrawasih itu terpental masuk ke lautan dalam dengan yang cukup parah.
Tiga ksatria langit emosi, mereka menyerang secara bersamaan menggunakan bola-bola energi yang di lempar ke arah raja asyura. Bola energi itu tidak ada habisnya, raja asyura terus menghindar dari serangan itu. Namun, inilah taktik dari tiga ksatria langit. Ribuan bola energi itu melayang mengepung raja asyura
"Kurang ajar, aku terkena perangkap," ucap raja asyura panik.
Raja asyura menggunakan tehnik pelindung diri untuk melindungi tubuhnya dari ledakan bola energi sebesar genggaman tangan itu. Ledakan bertubi-tubi saat bola energi menabrak pelindung raja asyura. Lama-kelamaan Pelindung diri raja asyura semakin menipis, dia sudah sampai pada batas kekuatannya, sedangkan bola energi terus-menerus menghantam dirinya.
__ADS_1
Rabah dengan energi ki yang masih tersisa menyelamatkan raja asyura dengan menambah lapisan pelindung raja asyura. Tiba-tiba sebuah tombak dari bawah laut menusuk punggung Rabah. Itu ksatria langit timur yang muncul dari dalam laut dengan dengan napas yang tersengal.
Rabah kesakitan, energi ki yang digunakan untuk melindungi raja asyura sudah sampai puncaknya. Bola energi itu sebagian mengarah ke Rabah dan bertubi-tubi mengghantam tubuhnya. Rabah tanpa bisa melawan terkena ledakan bola energi itu. Tubuhnya lemas jatuh ke laut.
"Aku tidak akan membiarkan tubuhmu pulih." Ksatria langit timur mengambil tombaknya dan memotong kepala Rabah, lalu dia menghancurkan kepala itu dengan sinar energi hingga hancur berkeping-keping. Rabah pun tenggelam di bawah lautan.
"Kerja yang bagus, Ksatria Langit timur."
Sedangkan raja asyura masih melindungi dirinya dari ledakan bola energi yang tak kunjung habis. Raja asyura hanya bisa bertahan tanpa bisa melawan. Energi ki nya sudah terkuras, apalagi luka yang didapatnya saat bertarung dengan dewa matahari belum sembuh.
__ADS_1
"Sampai kapan kau akan bertahan, Birawa. Ayo keluar, lawan kami! Atau aku hancurkan semua bangsa asyura," ucap ksatria langit timur.
Sedangkan akibat pertempuran di istana asyura. Alam di sekitar bumi mengalami kehancuran, bencana alam terjadi di sekitar daerah timur bumi.