Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Rencana Yang Matang.


__ADS_3

"Guru, lama tidak bertemu, bagaimana keadaanmu?" tanya ksatria langit timur.


Dewa bintang pun tersenyum kecut, perasaan baru beberapa bulan yang lalu dewa bintang menyadarkan mereka.


Astara yang mendengar ada keramaian pun terbangun dari meditasinya.


"Bailin, kenapa dengannya!?" tanya Astara khawatir.


"Bai-bai terkena luka bakar dari api biru, untung saja empat ksatria langit menyelamatkan kita," jawab Xiao Yu.


"Kau tenang saja pendekar Astara, Bailin baik-baik saja. Hanya kulitnya yang hangus, organ dalamnya masih baik-baik saja," ucap ksatria langit Barat.


"Pendekar Astara, saya bawakan pil api biru untuk negeri salju." ksatria langit timur memberikan pil api biru untuk menyembuhkan Suli.


"Terima kasih." Astara segera memberikan pil api biru itu untuk Suli.


Dengan pil api biru, Kekuatan api Suli pun kembali. Dia terbangun setelah tidur cukup lama.


"Suli, akhirnya kau sadar juga," ucap Astara.

__ADS_1


Suli menatap lamat-lamat orang-orang yang berada di belakang Astara.


"Bukankah mereka ..."


"Kau tenang saja, Suli. Dewa bumi sudah menyadarkan mereka," jawab Astara.


"Hai, siluman rubah," sapa ksatria langit utara.


Suli tersenyum tipis melihat ksatria langit.


Dari arah timur, para dewa merasakan energi besar mendekat ke gunung Emei. Itu adalah dewa angin dan dewa petir memanggil dewa bintang untuk membuka portal pembatas. Dewa bintang segera menemui mereka dan mengajak masuk ke portal pembatasnya.


Dewa angin dan dewa petir tersenyum kecut mengikuti saran dari dewa bintang untuk pura-pura tidak tau.


"Baiklah, sekarang semuanya sudah berkumpul. Kita akan membentuk koalisi untuk melawan Soma. Kita atur strategi," ucap dewa bintang.


"Dengan kekuatan kita yang sekarang, tidak mungkin mengalahkan Soma dengan aura kegelapannya," ucap dewa angin.


"Benar, aku pernah bertarung dengannya di kahyangan, hampir saja aku mati olehnya. Kekuatannya begitu hebat dan tidak memiliki rasa lelah," balas dewa bintang.

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan, Guru?" tanya dewa petir.


"Yang pertama, kita harus membantu menemukan kristal Narendra yang terakhir. Yang kedua, walaupun Soma Sulit untuk dikalahkan, bukan berarti dia tidak punya kelemahan."


"Apa maksud, dewa bintang?" tanya Astara.


"Kaisar langit pernah menghukum Soma di lembah kematian. Kalau kita bisa memancing Soma masuk di lembah itu, maka bisa dipastikan Soma tidak akan pernah kembali lagi," jawab dewa bintang.


"Lembah kematian adalah lembah tanpa ujung. Disana hanya ada pasir dengan cuaca yang sangat extrem di malam maupun siang hari. Itu cara bagus untuk mengurung Soma," ucap ksatria langit selatan


"Kita akan memancing Soma bertarung di lembah kematian, pada saat dia lengah kita kurung dan ledakan pintu keluarnya supaya Soma tidak bisa keluar lagi," ucap dewa angin.


"Ide yang bagus," ucap dewa petir.


"Baiklah, kita bagi tugas. Para dewa dan aku akan ke langit timur untuk menjebak Soma. Dan Kau Astara, carilah kristal Narendra yang terakhir bersama dengan Suli," ucap Dewa bintang.


Astara mengangguk mantap.


Dari arah samping, sebuah pintu ruang waktu terbuka. Dewi bulan dan Jiarong keluar dengan aura yang berbeda. Aura mereka berdua begitu harum dan semerbak. Astara dan para dewa yang melihat Jiarong mematung, Jiarong sangat cantik hingga menyilaukan pandangan.

__ADS_1


"Suamiku, lama tidak bertemu." Suara Jiarong bagaikan angin surga yang membuat Astara semakin terbuai.


__ADS_2