Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Pancingan Yang Bagus.


__ADS_3

Namun, ribuan panah emas itu berbelok ke arah perbatasan langit yang berkumpul para makhluk dari bumi.


"Sial!" Astara segera meluncur mengehentikan ribuan panah emas itu.


Namun, Soma berhasil menendang Astara hingga meluncur ke tanah. Para penduduk bumi pun ketakutan melihat panah emas itu. Para pendekar kuktivasi yang berada di perbatasan menggunakan tehnik pelindung, tapi itu tidak cukup untuk menahan ribuan panah emas yang menghujam.


Gongfu ketua sekte Lin'an Caraka ketua sekte bunga teratai dan para pendekar bumi lainnya terkena panah emas itu. Mereka satu per satu gugur di medan perang. Soma kembali mengeluarkan ribuan panah emas disertai daya ledak.


Astara segera melesat menghentikan Soma, tapi itu hanya ilusi. Soma terbang menuju perbatasan langit. Astara menyalurkan kekuatan kristal Narendra kepada seluruh penduduk bumi.


"Cepat gunakan energi itu untuk melindungi kalian!" Pekik Astara dari dalam hati. Penduduk bumi mengangkat tangan dan menciptakan pelindung dengan lapisan yang kuat.


Astara terlihat kwalahan karena terlalu banyak membagi energinya. Pada Saat itulah Soma tersenyum lebar. Serangan terhadap penduduk bumi hanyalah rencananya untuk menguras energi dari Astara. Soma pun berbalik ke tempat Astara.


"Kau terkena perangkapku," ucap Soma tersenyum menyeringai.

__ADS_1


Astara terlihat bersandar di bukit karena kelelahan. Dia butuh waktu satu jam untuk mengembalikan energi ki nya. Soma mendekati Astara dan menghajar habis-habisan.


"Aku tidak akan membunuhmu semudah itu. Aku ingin kau merasakan penderitaan sebelum kau mati," ucap Soma.


Astara yang tubuhnya berlumuran darah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Soma mematahkan setiap sendi tulang-tulang hingga Astara berteriak kesakitan. Soma mengikatkan gelang emas di kedua tangan dan kakinya, lalu menempelkan tubuh Astara di tengah bukit. Astara terus berteriak kesakitan.


Soma tertawa lepas. "Aku adalah kaisar kegelapan. Di alam ini tidak ada satupun yang bisa mengalahkanku!"


Di tengah kegembiraan Soma, tiba-tiba muncul kedua tangan dari dalam tanah dan menarik Soma hingga setengah badannya tenggelam di tanah. Asap hitam keluar membentuk gumpalan tubuh. Raja asyura segera menggunakan tehnik gravitasi untuk mengangkat Soma, lalu tanah itu menempel membentuk sebuah bola menutupi tubuh Soma. Tanah yang berbentuk bola itu dilapisi tehnik segel supaya Soma tidak bisa keluar.


"Manusia licik sepertimu, harus dilawan dengan kelicikan juga," ucap raja asyura.


Soma terus berontak didalam bola itu menggunakan semua kekuatannya, tapi kekuatannya tidak berlaku dengan tehnik penyegelan raja asyura.


"Percuma saja kau melawan, kekuatanmu tidak berarti jika sudah di dalam tehnik penyegelanku," ucap raja asyura.

__ADS_1


Raja asyura segera menyelamatkan Astara yang terlihat tidak sadarkan diri, lalu menidurkannya di atas tebing.


"Dewa Tao Feng, apa kau bisa mendengarku?" tanya raja asyura melakukan telepati.


Dewa bintang tersentak. "Kau, Birawa. Ada apa memanggilku?"


"Apa kau bisa bergerak?" tanya raja asyura.


"Sepertinya bisa."


"Beritahu aku dimana letak lembah kematian berada. Soma berhasil aku kurung, namun Segelku tidak akan bertahan lama. Mungkin hanya tiga puluh menit."


"Itu sudah cukup. Mari aku tunjukan lembah kematian berada."


Raja asyura segera terbang dengan membawa Soma yang terkurung ke tempat dewa bintang berada. Dewa bintang terlihat berdiri menunggu raja asyura.

__ADS_1


"Ikut aku!" Dewa bintang terbang menuju langit timur, raja asyura mengikuti dari belakang.


__ADS_2