Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Lebih Kuat Dari Soma.


__ADS_3

Soma tewas seketika dengan mata terbuka dan tubuh yang menghitam.


"Hahaha ... aku kembali. Akan kubalas dendamku dua pukul ribu tahun yang lalu!" pekik aura kegelapan disertai petir yang menyambar.


Astara yang telah pulih menghampiri kekuatan besar itu dari atas tebing. "Siapa kau?"


"Pemilik empat kristal galaxi, aku akan membunuhmu dan mengambil kristal itu," ucap aura kegelapan menatap Astara sinis.


"Kau bukan Soma? Tapi energi jahatmu begitu mengerikan," ucap Astara.


"Aku adalah makhluk yang mempengaruhi Soma selama ini. Soma telah mati!" Aura kegelapan menendang tubuh Soma kr danau.


"Aku mengerti sekarang, jadi kau adalah dalang dibalik semua ini," ucap Astara.


aura kegelapan tertawa. "Soma hanyalah boneka bagiku. Sekarang dia sudah tidak berguna lagi."


"Kau adalah sumber dari masalah, aku harus membunuhmu." Astara mengeluarkan kekuatan penuh dengan menggabungkan empat kristal Narendra.

__ADS_1


aura kegelapan juga mengeluarkan aura hitam menyala terang. Mereka berdua saling berbenturan mengadu kekuatan hingga tanah di sekitar merasakan goncangan.


aura kegelapan membelah tubuhnya, lalu menendang Astara dari atas. Astara berusaha menyeimbangkan diri.


"Astara hati-hati, dia adalah Ning Qing kaisar kegelapan. Dua puluh ribu tahun yang lalu kaisar langit pertama mengalahkan Ning Qing dan mengurungnya di lembah kematian," ucap kristal yang ada di dalam tubuh Astara.


"Aku tidak pernah mendengar tentang itu. Aku pikir aura kegelapan adalah kebencian dari Soma," ucap Astara.


"Berhati-hatilah, dia lebih kuat dari pada Soma," ucap kristal Narendra.


Astara mengeluarkan pedang Narendra menyerang dengan aura api. Ning Qing bisa menghindarinya dan dengan kekuatan petirnya dia bisa mematahkan pedang Narendra itu. Astara kembali menjauh untuk mengatur strategi.


"Bahkan pedang Narendra bisa patah," ucap Astara.


"Hey, kau tenanglah." Pedang Narendra itu kembali tumbuh ke bentuk semula.


Astara terkejut. "Kau bisa berbicara?"

__ADS_1


"Tentu saja," ucap pedang Narendra.


"Kenapa dulu kau dulu tidak pernah bicara," ucap Astara kesal.


"Dulu kau hanya mengggunakanku sebagai senjata. Aku tidak bisa mengeluarkan kemampuan teebaikku. Kini, aku merasakan aura murni dari dirimu," balas pedang Narendra.


"Itu karena dewa bintang yang membimbingku. Baiklah, kita akan bertarung sampai akhir, tunjukan kemampuanmu!" Astara terbang, lalu menganyunkan pedang Narendra membentuk tebasan api disertai angin.


Ning Qing yang melihat serangan besar itu menghindar dengan susah payah.


"Kurang ajar itu serangan gabungan dari pedang Narendra. Dia sudah nengusai tehnik kaisar langit yang pertama," cibir Ning Qing.


Changguan tiba-tiba keluar dari sarung pedang itu dan menyerang Ning Qing dengan buasnya. Ning Qing menahan dengan kekuatan pelindungnya, lalu dengan membagi diri, Ning Qing melempar Changguan hingga tersungkur membentur Tebing.


Astara melesat menyerang dengan tebasan pedang Narendra. Ning Qing menangkis mengubah kedua tangannya menjadi pedang. Astara terkejut dengan tehnik aneh itu. Ning Qing berhasil keluar dari tekanan dan menendang Astara ke udara. Dari atas udara Astara kembali terkejut saat melihat Ning Qing. Tendangan disertai kilatan petir hitam mengenai telah perut Astara. Astara meluncur tajam jatuh ke bawah hingga membentuk sebuah lubang yang besar.


"Tehnik apa itu, tiba-tiba saja dia ada di atas. Aku tidak pernah melihat yang seperti itu." Astara keluar dari reruntuhan tanah.

__ADS_1


__ADS_2