
"Aku punya rencana untuk menghabisi reinkarnasi dewa Narendra, sekaligus membalas dendam terhadap dewa perang keparat itu," ucap raja asyura dengan amarah.
"Adik akan mendukung rencana Kakak," ucap Rabah.
"Lagi pula aku sudah memberikan mantra di dalam darah yang aku berikan. Jika dia macam-macam, dia akan mengalami sakit yang sangat," ucap raja asyura.
Di sekte Lin'an, ketua sekte sedang melakukan perjamuan antara pendekar dari empat sekte besar di negeri bambu. Mereka tengah membicarakan strategi untuk membasmi bangsa asyura.
Zhang Yutang yang mendengar percakapan mereka dari kejauhan pun memberitahu para pengikutnya kalau kaum asyura akan dihancurkan. Sontak pengikutnya pun geram mereka semakin bersemangat untuk menghancurkan para manusia itu.
Zhang Yutang tiba di pintu gerbang, lalu melempar bola asap ke dalam. Bola asap itu berubah menjadi ratusan prajurit asyura. Para murid sekte Lin'an yang sedang beraktifitas terkejut dengan kedatangan asyura. Mereka menyerang murid yang ada di depannya. Salah satu murid sekte Lin'an memberitahu ketua sekte. Yang Guo yang melihat asyura menyerang, terbang memotong sayap parajurit asyura dengan tangan yang sudah dialiri energi ki.
Tak berselang lama ,Astara, Bailin, dan para ketua sekte ikut membantu membasmi asyura. Astara mengeluarkan pedang dewa Narendra dan menebas semua asyura dengan sekali tebasan. Yang Guo yang melihatnya pun terkejut. Pedang dewa Narendra sudah ada di tangan Astara. Para ketua sekte dari negeri bambu mengerubungi pedang dewa itu.
"Pendekar Astara benar-benar hebat, pedang apa itu?" tanya ketua sekte bangau.
__ADS_1
"Ini adalah pedang milik dewa Narendra," jawab Astara.
Para ketua sekte begitu kagum dengan pedang merah yang menyala dengan sarung bergambar singa kepala tiga itu.
"Bolehkah saya memegang pedang ini," ucap ketua sekte Chongyan.
Astara tersenyum tipis, lalu mempersilahkan ketua sekte chongyan memegangnya. Namun, baru saja di pegang, pedang itu jatuh ke tanah. Ketua sekte Chongyan tidak kuat mengangkat pedang itu.
Para pendekar yang melihanya terkejut, Astara juga ikut terkejut.
"Pedang ini tidak bisa aku pegang," ucap ketua sekte chongyan.
"Menantu, berapa berat pedang ini?" tanya Gongfu.
"Ringan bapak mertua." Astara melempar pedang dewa itu dengan kakinya, lalu menangkap dengan tangannya.
__ADS_1
Para ketua sekte pun terheran, pedang berwarna merah menyala itu seolah hanya bisa digunakan oleh Astara.
"Pedang ini tidak bisa digunakan selain reinkarnasi dewa Narendra," ucap Bailin.
"Jadi begitu ya," ucap Gongfu.
Yang Guo pun mengepalkan tangannya dengan mata tajam menatap Astara. Xiao Yu yang berada di dekat Yang Guo menepuk pundaknya.
"Pendekar Yang Guo, apa kau baik-baik saja."
Yang Guo terperanjat, lalu tersenyum menatap Xiao Yu. "Aku tidak apa-apa."
"Kau jangan heran melihat kekuatan Astara, dia itu reinkarnasi dewa perdamaian," ucap Xiao Yu bangga.
Yang Guo kembali tersenyum dengan wajah datar, lalu berjalan mendekati para ketua sekte.
__ADS_1
"Dengan adanya pendekar Astara di sini, kita tidak perlu takut dengan asyura," ucap Yang Guo.
Namun, Bailin melihat sebuah asap dari luar pintu gerbang. sebuah bola api raksasa menghujam pintu gerbang, bola api itu terus menggelinding hingga membakar sebuah beberapa bangunan. Astara terbang, lalu dengan energi ki dia mengambil air dari danau Lin'an untuk memadamkan bola api itu.