Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Aura Kegelapan Menyelimuti Dewa Perang.


__ADS_3

Di istana langit, dewa pagoda menunjukan kelakuan dewa perang melalui bola pengintai yang dipasang secara terpisah di bumi. Kaisar langit melihat dewa perang telah melakukan rencana jahat untuk membuat reinkarnasi dewa Narendra terkena racun.


"Kurang ajar! Beraninya Soma melanggar aturan langit. Dewa pagoda."


"Hamba, Yang Mulia."


"Siapkan pasukan untuk menangkap Soma!" perintah kaisar langit.


"Siap, Yang Mulia." Dewa pagoda memanggil dewa matahari dan bala tentara langit untuk menangkap dewa perang.


"Ada apa kau memanggilku, Dewa Pagoda."


"Kaisar langit memerintahkanku untuk menangkap dewa perang. Aku minta bantuanmu untuk menghadapinya karena hanya kau dewa yang mampu menghadapinya," ucap dewa pagoda.


"Kesalahan apa yang dilakukan dewa perang sehingga kau membawa banyak prajurit langit?" tanya dewa matahari.


"Dia telah meracuni reinkarnasi dewa Narendra dengan pil pengikat jiwa hanya karena cintanya bertepuk sebelah tangan," jawab dewa pagoda.


Dewa matahari, dewa pagoda dan tentara langit bergerak menangkap dewa perang.

__ADS_1


Di sisi lain, Dewa perang masih bertarung secara sengit dengan dewa petir dan ksatria langit barat. Mereka saling adu kekuatan mengeluarkan kemampuan yang mereka miliki. Dewa petir dan ksatria langit barat tampak kelelahan menghadapi dewa perang. Energi ki mereka tingga sedikit.


Sedangkan, dewa perang masih sanggup bertarung. Dewa perang menendang kedua dewa itu sampai menghantam bangunan penjara langit.


"Kalian hanya sampah yang tidak berguna." Aura kegelapan menyelimuti dewa perang, zirah emasnya berubah menjadi hitam pekat karena dendam yang ada di hatinya.


"Di-dia telah dikuasai aura kegelapan," ucap dewa petir memuntahkan darah di mulutnya.


Dewa matahari, dewa pagoda dan bala tentara langit datang mengepung dewa perang.


"Soma, kau telah membuat kejahatan di kahyangan. Tindakanmu tidak bisa dimaafkan!" hardik dewa pagoda.


"Kau terlalu sombong, Soma," ucap dewa matahari.


"Prajurit, tangkap dewa perang!" perintah dewa pagoda.


Ribuan prajurit langit menyerang dewa perang dengan membabi buta. Namun, dewa perang dengan gampangnya mengalahkan ribuan prajurit langit dengan tombak dewa bermata tiga.


Dewa pagoda terkejut melihat kemampuan dewa perang yang tidak pernah dia lihat. Dalam waktu relatif singkat, dia bisa menumbangkan ribuan prajurit langit.

__ADS_1


"Hahaha ... maju kau dewa pagoda dan dewa matahari, tunjukan kemampuan kalian!" pekik dewa perang yang menggetarkan seisi kahyangan.


Sedangkan di penjara langit, Jiarong, Xiao Yu dan beruang kutub mendengar ledakan dahsyat di luar sana. Mereka berpikir terjadi pertempuran di luar sana. Beruang kutub kembali berbicara dengan dewa bumi lewat meditasinya.


"Dewa bumi, sepertinya di kahyangan terjadi pertempuran hebat. Sebenarnya apa yang terjadi?"


"Aku akan memeriksanya." Dewa bumi membuka mata.


"Bagaimana dewa bumi?" tanya Bailin.


Dewa bumi menghela napas. "Bailin jaga Astara, aku akan ke kahyangan."


"Apa yang terjadi di sana?" Baikin tampak penasaran.


"Di kahyangan sedang terjadi kekacauan, ini kesempatanku untuk meminta tolong kepada kaisar langit," jawab dewa bumi.


"Bukankah itu melanggar peraturan," ucap Bailin.


"Di saat darurat seperti ini, kaisar langit pasti sudah mengetahui kebenarannya." Dewa bumi menghilang terbang menuju kahyangan.

__ADS_1


Di sisi lain, pertempuran hebat terjadi antara dewa perang melawan dewa pagoda dan dewa matahari yang berlangsung sengit.


__ADS_2