Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Gongfu Terluka Parah


__ADS_3

Zhang Yutang dengan tatapan tajam kembali ke sekte Lin'an. Para murid sekte Lin'an memberi salam kepadamu, tapi dia hanya memandang satu arah. Astara yang berada di kamarnya merasakan energi ki yang tidak biasa.


"Bailin, ada orang datang dengan energi ki yang besar," ucap Astara.


Bailin melihat dari balik jendela, Zhang Yutang sudah berdiri gagah di depan ruangan Astara dengan pedang ruyi di tangan kanannya.


"Itu Zhang Yutang, raut wajahnya tampak tidak bersahabat," ucap Bailin.


Astara segera beranjak dari meditasinya dan keluar dari kamarnya.


"Saudara Zhang, ada apa pagi-pagi berdiri di kamar," ucap Astara tersenyum sambil memberi salam.


"Aku ingin menantangmu bertarung satu lawan satu." Zhang Yutang dengan suara berat menghunus pedang ke arah Astara.


"Kau ini kenapa, tiba-tiba mengajak bertarung Astara," sahut Bailin.


Zhang Yutang menggerakkan pedangnya ke arah Bailin dari jarak lima meter. Hembusan Angin yang dikibaskan pedang itu merobek pagar di samping Bailin.


"Itu pedang ruyi," gumam Bailin. "Dari nana kau mendapatkan pedang itu!" pekik Bailin.

__ADS_1


"Diam kau siluman atau ku tebas lehermu," ucap Zhang Yutang dengan tatapan tajam.


Jiarong dan Gongfu datang mengolok-olok Zhang Yutang. "Zhang Yutang Apa yang kamu lakukan!"


"Dasar murid durhaka, beraninya kau mengacau di sekte Lin'an ini!" pekik Gongfu.


"Aku tidak ada urusan dengan kalian, aku hanya ingin membunuhnya." Zhang Yutang menunjuk Astara.


"Kurang ajar!" Gongfu menggerakan tangannya mengeluarkan jurus pedang angin. Namun, bisa ditangkis dengan mudah oleh Zhang Yutang.


Zhang Yutang terkekeh. "Guru, kau bukanlah lawanku, aku bukanlah Zhang Yutang yang dulu. Aku yang sekarang bisa mengalahkan siapapun."


"Ketua sekte hentikan, dia telah dikuasai asyura!" teriak Astara.


Namun, Gongfu tidak bisa mendengar suara Astara. Gongfu terlalu bernafsu untuk memberi pelajaran Zhang Yutang. Dengan sekali pukul telapak tangan di dada Gongfu, dia terpental dan mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Ayah!" Jiarong segera berlari menghampiri Gongfu.


Hai Xuan tiba-tiba datang dan bertarung melawan Zhang Yutang. Dengan tehnik kipas terbang yang dimilikinya Zhang Yutang terlihat Kwalahan.

__ADS_1


"Senior Hai Xuan apa yang kamu lakukan!" seru Yutang.


Hai Xuan terus menyerang hingga Yutang dipaksa mundur.


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Yutang," gumam Bailin.


Jiarong menggunakan air penyembuhan untuk mengobati luka ayahnya. Astara dan Bailin segera membantu Gongfu masuk ke ruang pengobatan. Astara menggunakan tenaga dalamnya untuk melihat seberapa parah luka yang dialami Gongfu.


"Lukanya sangat parah sampai menembus tulang punggungnya. Air penyembuhan ini mampu melindungi luka dari dalam," ucap Astara.


"Aku punya ganoderma dari gunung emei pemberian dari Yutang." Jiarong segera mengambil ganoderma itu.


"Baguslah." Astara dengan energi ki merampingkan Ganoderma itu menjadi sebuah pil, lalu masuk ke mulut Gongfu yang terluka parah.


Beberapa menit kemudian, Gongfu terlihat membaik, dia sudah tidak merasakan sakit lagi.


"Sekarang ketua sekte jauh lebih baik, ganoderma itu mampu menahan rasa sakit yang ada di dalam tubuh," ucap Astara.


"Ternyata benar, ganoderma merah bisa mengobati berbagai macam luka dan penyakit," ucap Jiarong.

__ADS_1


__ADS_2