Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Pertarungan Di Istana Ular.


__ADS_3

Astara dan Bailin memegang sisik itu sampai sampai bertemu dengan Yutang.


"Astara, tidak kusangka kau ada di sini. Prajurit serang!" perintah Yutang dengan mata menyala merah.


Astara melebarkan jemarinya menunjukan sisik ular hijau itu. "Aku dipercaya oleh ratu kalian untuk datang kesini."


Prajurit ular pun berhenti menyerang, bahkan mereka berbalik melawan Zhang Yutang.


"Jadi ular hijau itu telah berkhianat rupanya," ucap Zhang Yutang.


"Dasar manusia laknat, beraninya kau bersekongkol dengan asyura!" cibir Bailin.


"Diam kau makhluk rendahan, kau pikir kau bisa mengalahkanku," ucap Zhang Yutang dengan amarah.


Bailin pun terbang menyerang Zhang Yutang, namun serangannya mampu dihindari dengan mudah. Zhang Yutang dengan sekali pukul mengenai dada dan memaksa Bailin mundur.

__ADS_1


"Bailin kau tidak apa-apa?" tanya Astara melihat kondisi Bailin.


Bailin mengangguk mantap berusaha bangkit.


"Hahaha ... kau bukanlah tadinganku siluman murahan." Zhang Yutang mengeluarkan pedang ruyi.


prajurit ular ikut membantu Aatara melawan Zhang Yutang. Namun, dengan sekali tebasan mereka terbunuh. Pedang ruyi itu mampu menebas semua prajurit ular yang ikut menyerang. Zhang Yutang tertawa, dia begitu kagum dengan kemampuannya sekarang.


"Astara sekarang giliranmu." Dengan mata merah Zhang Yutang menghunuskan pedangnya ke arah Astara.


Astara terbang menghindari serangan Zhang Yutang. Prajurit ular berlari keluar istana, mereka bukan tandingan Zhang Yutang. Astara terus bertarung dengan sengit. Pedang ruyi yang digunakan Zhang Yutang mampu menebas benda yang ada di sekelilingnya.


"Ada apa denganmu, Astara. Tunjukan kekuatanmu, jangan terus menghindar. Apa kau takut dengan pedang milik dewa bintang ini," ucap Zhang Yutang.


Astara sedikit menjauh dari Zhang Yutang, dia menyatukan tenaga dalam di telapak tangannya, lalu menghempaskan ke arah Zhang Yutang. Tangan raksasa menghantam Zhang Yutang, dia menahan dengan pedang ruyi.

__ADS_1


"Haaaa ...!" Zhang Yutang berhasil menebas tangan raksasa itu. Dengan tatapan tajam disertai kilatan petir yang ada di sekeliling tubuhnya, Zhang Yutang bersiap menyerang Astara. Astara menggunakan jurus bayangan untuk menggecoh Zhang Yutang. Tubuhnya berubah menjadi empat.


Zhang Yutang memutar tubuhnya dengan kecepatan tinggi dan menebas bayangan dari Astara hingga istana ular pun ikut tertebas dengan serangan Zhang Yutang. Tubuh Astara yang Asli segera keluar dari istana ular. Ini adalah strategi Astara, dengan ini Zhang Yutang akan tertimbun reruntuhan dari istana. Prajurit ular hanya bisa meratapi istana mereka hancur di tangan Zhang Yutang.


Di tempat lain, Jiarong tampak khawatir dengan Astara. Xiao Yu berusaha menenangkan kekhawatiran Jiarong.


"Aku ingin pergi menemui Astara ,Xiao Yu."


"Lebih baik putri Jiarong di sini saja, di sana terlalu berbahaya," jawab Xiao Yu.


"Aku bisa membantu Astara jika mengalami luka dengan air penyembuhanku."


"Kita tunggu saja pendekar Astara, aku yakin dia bisa mengalahkan Zhang Yutang."


"Tidak Xiao Yu, aku harus pergi antar aku ke sana."

__ADS_1


"Jangan putri Jiarong, saya sudah berjanji kepada pendekar Astara untuk menjaga Tuan putri. Pasukan saya pasti juga membantu pendekar Astara."


"Kau tidak tau siapa itu Zhang Yutang, dia menjadi seperti itu karena aku yang selalu menolaknya. Setidaknya, aku bisa menyadarkannya," ucap Jiarong.


__ADS_2