
"Keluar kau pengecut!" teriak Bailin.
Xiao Yu terbelalak saat Zhang Yutang membawa sebuah pisau kecil muncul melalui dinding tanah tepat di belakang Bailin.
"Bailin di belakangmu!" teriak Xiao Yu saat Zhang Yutang tengah menyerang Bailin menggunakan senjata pisau.
Bailin dengan cepat menundukkan kepala dan segera menjauh dari Zhang Yutang.
"Sialan kau Zhang Yutang, tunjukan wajah Aslinya. Ku potong kau menjadi segitiga," ucap Bailin geram.
"Bailin kita harus hati-hati." Xiao Yu dan Bailin merapatkan punggung untuk melihat pergerakan Zhang Yutang.
Jiarong menangis melihat Bailin dan Xiao Yu kwalahan menghadapi Zhang Yutang.
"Astara!!!" Teriak Jiarong yang menggetarkan ruang bawah tanah.
Astara yang masih menghadapi Beberapa monster raksasa pun mendengar suara dari Jiarong. Monster itu tidak bisa mati, setiap kali Astara menjatuhkannya, mereka bangkit lagi sehingga menguras energi Astara.
Astara pun berteriak kencang memanggil nama Jiarong. Teriakan itu membuka portal ilusi milik Zhang Yutang terbuka. Astara terbang keluar dari alam ilusi, lalu melihat beberapa murid sekte Lin'an yang sudah tumbang.
"Dimana putri Jiarong?" tanya Astara saat melihat murid yang masih hidup.
__ADS_1
"pe-pergilah ke ruang bawah tanah," jawab murid itu dengan suara parau..
Astara segera menuju ruang bawah tanah dan menghancurkan dinding pelindung milik Zhang Yutang.
Di ruang bawah tanah, Zhang Yutang kesal karena ada orang yang menghancurkan dinding pelindungnya.
"Sial kau Astara!" pekik Zhang Yutang saat muncul dihadapan Bailin.
Bailin terkekeh. "Sepertinya sihir murahan itu tidak berguna lagi ya."
"Diam kau tikus busuk!" umpat Zhang Yutang.
"Xiao Yu, bawa Gongfu dan Jiarong keluar dari sini," perintah Bailin.
"Lepaskan dia!" teriak Xiao Yu.
"Lawan aku dulu." Zhang Yutang pun menyerang Bailin dan Xiao Yu menggunakan pedang ruyi. Diruangan yang sempit ini mereka berdua tidak mungkin bisa menghindari tebasan angin dari pedang itu.
Bailin menahan dengan tehnik pelindung, namun pelindung itu tidak cukup menahan serangan Angin dari pedang ruyi. Bailin dan Xiao Yu pun terpental dan mengalami luka dalam.
Zhang Yutang tersenyum menyeringai. "Kalian bukanlah lawanku, bersiaplah menghadapi kematian."
__ADS_1
Zhang Yutang sekali lagi mengeluarkan hembusan angin tepat mengarah ke Bailin dan Xiao. Astara datang dengan heroik menahan gelombang angin tajam itu dengan satu tangannya.
Zhang Yutang terbelalak. "Brengsek kau Astara, selalu saja mengacaukan rencanaku."
"Astara!" panggil Jiarong.
"Lepaskan istriku," ucap Astara dengan tatapan tajam.
Zhang Yutang tertawa lepas, lalu menatap tajam ke arah Astara. "Langkahi dulu mayatku."
"Kalau itu mau mu, akan aku kabulkan." Astara menyerang dengan tenaga dalam, Zhang Yutang mencoba menahannya, tapi kekuatannya terlalu besar, dia terhempas hingga menatap dinding ruangan bawah tanah. mulutnya mengeluarkan darah.
Xiao segera mengambil Jiarong. "Kau tidak apa-apa, Jiarong?"
Jiarong mengangguk mantap.
Zhang Yutang berdiri tergopoh sambil memegangi dadanya yang terkena luka dalam.
"Kau memang hebat, aku bukanlah tandinganmu, tapi kau masih bodoh." Zhang Yutang mengambil kotak kecil hitam pemberian dari Yang Guo. Dia membuka kotak itu mengarahkannya ke Jiarong. Tubuh Jiarong tersedot, Xiao Berusaha menahan tubuh Jiarong. Namun, dia malah ikut tersedot brsama dengan Jiarong.
"Jiarong!" teriak Astara penuh penyesalan.
__ADS_1
"Brengsek kau, dari mana kau mendapatkan kotak peralihan itu," ucap Bailin.