
Dewa bumi mencoba melawan Yang Guo dengan tongkat kayunya.
"Cepat bawa kabur tubuh Astara, aku akan menahannya!" pekik dewa bumi.
Jiarong dan Xiao Yu membawa pergi Astara sejauh mungkin. Bailin masih ada di sana membantu dewa bumi. Yang Guo berusaha mengejar Jiarong dan Xiao Yu. Namun Bailin menghalanginya dengan cakar tikusnya. Dewa bumi menyerang Yang Guo dari belakang saat dia sibuk dengan Bailin. Namun, tombak dewa bermata tiga milik dewa perang menahan serangan dewa bumi.
"Kau telah melanggar aturan langit dengan mencoba memisahkan takdir manusia. Aku akan melaporkanmu kepada kaisar langit!" pekik dewa bumi.
"Coba saja kalau bisa." Yang Guo melesat dengan cepat ke arah dewa bumi dan menendang tepat ke wajah dewa bumi hingga terpental jauh menembus rumah penduduk.
"Dewa bumi." Bailin segera menolong dewa bumi yang tertimpa reruntuhan. "Kau tidak apa-apa?"
Dewa bumi terbatuk. "Aku sudah terlalu tua untuk bertarung. Padahal dewa perang hanya menggunakan setengah kekuatannya, tapi tetap saja aku tidak bisa mengalahkannya."
"Kita bukan tandingannya, Dewa Bumi. Kita harus kabur dari sini, lalu mencari Jiarong dan Xiao Yu," ucap Bailin.
__ADS_1
Dewa bumi pun mengajak Bailin masuk ke bawah tanah. Yang Guo tidak membiarkan mereka berdua kabur semudah itu, dengan kekuatan besarnya dia meninju tanah hingga mengeluarkan retakan yang hebat. Dewa bumi dan Bailin pun terpental keluar karena retakan itu.
"Kau tidak hanya melanggar aturan langit, tapi kau juga merusak kehidupan manusia. Dewa macam apa kau ini!" pekik dewa bumi di sertai batuk.
"Kalian sudah tau rahasiaku, aku tidak akan membiarkan kalian hidup," ucap Yang Guo dengan mata merah menyala.
"Kau tidak pantas menjadi dewa. Kau adalah iblis berwujud dewa," ucap dewa bumi.
Yang Guo tersenyum sinis, dia mengeluarkan dua anak panah emas dari tangannya. Dengan sekali gerakan tangan, anak panah emas itu melesat ke arah Bailin dan dewa bumi. Mereka berdua tidak bisa menghindar, anak panah emas itu tertancap tepat di jantung mereka berdua
Di satu sisi, Bailin dan dewa bumi sudah menjauh dati jangkauan Yang Guo.
"Kau cerdas, Bailin. Dari mana kau mendapatkan ide seperti itu?" tanya dewa bumi.
"Aku terinspirasi dari Zhang Yutang yang dulu pernah mengurung kami di ruang bawah tanah. Tapi, aku harus menggunakan banyak energi ki untuk melakukan tehnik ilusi itu," jawab Bailin.
__ADS_1
"Beristirahatlah di dalam rambutku," ucap dewa bumi.
Bailin merubah dirinya menjadi tikus kecil dan bersembunyi di rambut panjang dewa bumi.
Jiarong dan Xiao Yu terus berlari sampai ke hutan. Seekor beruang kutub tiba-tiba datang mengagetkan mereka berdua. Xiao Yu yang belum tau, memasang kuda kuda untuk melawan beruang itu.
"Xiao Yu, tidak apa-apa? Dia adalah temanku," ucap Jiarong.
Beruang kutub besar itu memberi tanda untuk naik di punggungnya.
"Kau menyuruh kami naik?" tanya Jiarong.
Beruang kutub itu membungkuk tanda iya. Jiarong dan Xiao Yu bersama tubuh Astara yang tidak sadarkan diri naik di punggung beruang itu. Dengan kecepatan tinggi beruang itu membawa mereka bertiga di sebuah gua yang terdapat aliran magma.
"tempat apa ini?" tanya Xiao Yu memandangi setiap ruangan gua itu.
__ADS_1