
Di istana langit, pertarungan dahsyat antara kaisar langit dan dewa perang masih terjadi. Jual beli serangan antara telapak tangan budha dan panah emas masih terjadi. Kehancuran di sekitar kahyangan semakin parah. Kaisar langit terlihat sudah mulai kelelahan. Dewa perang dengan aura kegelapan yang menyelimutnya membuat tenaganya tidak pernah habis.
Dewa perang terus menambah anak panah emas untuk mnghancurkan pertahanan kaisar langit. Ribuan panah emas itu menghancurkan patung raksasa berbentuk budha yang semakin hilang auranya karena kelelahan kaisar langit. Kaisar langit terpental jauh menatap bangunan.
Dewa perang melesat, lalu mencekik leher kaisar langit yang sudah kehabisan tenaga.
"Aku yang sekarang bukanlah lawanmu. Bahkan dewa Narendra sekalipun datang kesini, dia tidak akan bisa mengalahkan kekuatan kegelapan," ucap dewa perang dengan mata menyala hitam.
"Mung-mungkin kau bisa mengalahkanku, tapi kejahatan tidak akan pernah menang melawan kebenaran. Suatu saat nanti pasti akan tiba masanya," ucap kaisar langit dengan suara serak.
Dewa perang menatap tajam kaisar langit dengan rahang yang mengeras. Dewa perang melempar kaisar langit ke arah para dewa yang menyaksikan pertarungan mereka.
"Aku tidak ingin dia mati, bawa dia dan permaisuri langit ke penjara emas. Aku ingin mereka berdua mendapatkan penyiksaan," titah dewa perang.
__ADS_1
"Baik, Yang Mulia." Dewa angin dan dewa hujan memasukan kaisar langit ke penjara emas.
"Mulai sekarang, panggil aku kaisar kegelapan. Akan aku buat tiga dunia dipenuhi aura kegelapan!" pekik Soma sang kaisar kegelapan.
"Hormat kepada Yang Mulia kegelapan." Para dewa dan prajurit langit yang sudah dirasuki aura kegelapan berlutut memberi penghormatan menyambut kaisar kgelapan yang baru.
Seorang prajurit langit melapor kepada Soma sang kaisar kegelapan ada penyusup berada di perbatasan langit. Kaisar kegelapan pun memerintahkan empat ksatria langit membawa ketua penyusup itu di hadapannya. Liyan sang panglima asyura terkejut dengan kedatangan empat cahaya hitam menuju ke arahnya.
Prajurut asyura membentangkan sayap untuk menghadapi ksatria langit.
"Ternyata hanya kaum rendahan," ucap ksatria langit timur.
"Kau bilang kami kaum rendahan, apa kalian bisa mengalahkan kaum rendahan ini," Liyan mengeluarkan gada dari tangannya, lalu melempar gada itu ke arah ksatria langit.
__ADS_1
Empat ksatria langit menghindari serangan gada itu, namun gada itu kembali menyerang ksatria langit. Liyan pemilik senjata itu menggerakan gada itu melayang ke udara. Ksatria langit selatan mengeluarkan gada raksasa untuk menjatuhkan gada milik Liyan.
"Kurang ajar! Prajurit, serang mereka!" perintah Liyan.
Prajurit asyura serentak menyerang empat ksatria langit dengan kekuatan sayapnya. Ksatria langit sudah pernah mengalahkan ribuan asyura, dengan mudah mereka memotong sayap prajurit asyura dengan kekuatan angin, petir, api, dan air.
Prajurit asyura yang sayapnya telah putus berlari ketakutan turun ke bumi karena mereka sudah kehilangan kekuatannya. Empat ksatria langit tidak membiarkan mereka lolos, dengan sekali serangan gabungan, semua prajurit asyura leyap tanpa tersisa.
Liyan yang tinggal sendirian tidak mungkin bisa mengalahkan empat ksatria langit, dia berusaha untuk kabur, namun ksatria langit utara mengkapnya dengan rantai emas. Liyan tidak bisa bergerak, lalu dibawa menemui kaisar kegelapan.
"Lapor kepada Kaisar kegelapan, kami telah menangkap ketua penyusup itu," ucap ksatria langit.
"Ternyata kaum asyura, dimana rajamu sekarang sudah lama aku tidak bertemu dengannya," ucap Soma kaisar kegelapan menyeringai.
__ADS_1