Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Pengorbanan Beruang Kutub.


__ADS_3

Liyan tersenyum sinis. "Siapa kau? Aku tau kau bukan kaisar langit."


Soma tertawa. "Aku adalah teman lama raja asyura. Aku teringat, dulu dia pernah mengkhianatiku. Bangsa asyura memang terlahir menjadi bangsa yang rendah."


"Jaga mulutmu!" Liyan emosi menatap tajam Soma.


Raja kegelapan Soma mengeluarkan aura kegelapan, aura itu mencekik Liyan ke udara. "Aku adalah raja kegelapan, jangankan sampah sepertimu, Dewa pun bisa aku buat menjadi debu."


Liyan kesulitan bernapas, dengan sekali cengkraman tangan, aura kegelapan itu menghancurkan tubuh Liyan tanpa tersisa. Soma masuk ke istana langit, diikuti para dewa dan bala tentara yang mengikutinya. Singgasana emas dilengkapi batu permata sebagai penghias sekarang menjadi tempatnya.


Soma duduk di atas singgasana melihat para dewa dan prajurit langit yang dalam kekuasaannya. "Aku adalah raja kegelapan, siapapun yang tidak patuh dengan perintahku, maka akan aku hukum."


"Kami para dewa dan prajurit langit berjanji, dibawah perintah kaisar kegelapan akan patuh dengan perintah," ucap dewa pagoda yang diiringi dengan suara riuh prajurit langit.


"Dewa petir."

__ADS_1


"Hamba, Yang Mulia."


"Aku peeintahkan kau menangkap reinkarnasi dewi Jingga bawa dia dihadapanku, dan bunuh reinkarnasi dewa Narendra agar kelak dia tidak menggangguku. Mereka sedang berada di negara salju. Pergilah ke sana," titah kaisar kegelapan.


"Laksanakan, Yang Mulia." Dewa petir segera terbang meneruskan pencariannya.


"Empat ksatria langit!"


"Kami, Yang Mulia."


"Hancurkan istana asyura dan isinya. Aku tidak ingin makhluk rendahan itu berada di alam ini lagi."


Di Gua magma Astara dan teman-temennya mulai sadar. Beruang kutub menyuruh Astara dan teman-temannya untuk pergi dari tempat ini, sebab dewa petir pasti akan ke sini lagi menghancurkan tempat ini.


"Bagaimana denganmu, beruang kutub?" tanya Astara.

__ADS_1


"Aku akan meminjam wajahmu untuk melawan dewa petir. Aku tau dewa petir sebenarnya mengincarmu dan Putri Jiarong," ucap beruang kutub.


Jiarong memeluk beruang kutub sambil terisak. "Terima kasih atas pengorbananmu."


"Tidak perlu menangis, Putri Jiarong? Dunia harus segera di selamatkan. Ikutilah aliran sungai magma ini, maka kalian akan sampai di perbatasan negeri salju."


Astara dan teman-teman yang lain berjalan menyusuri sungai magma itu. Beruang kutub tersenyum menatap wajah terakhir teman-temannya. Ledakan terdengar di sekitar gua. Beruang kutub segera mengubah wujud menjadi Astara, lalu keluar menghadapi dewa petir.


"Dewa petir, akulah lawanmu!" pekik beruang kutub.


"Kau adalah reinkarnasi dewa Narendra, kebetulan kau datang, aku diperintahkan kaisar kegelapan untuk membunuhmu."


"Coba saja kalau kau bisa." Astara palsu menyerang dewa petir dengan kuku tajam dan kekuatan angin.


Dewa petir mengeluarkan senjata andalannya, sebuah palu dewa. Petir menyambar tatkala palu itu diayunkan. Astara palsu dengan cepat menghindari serangan dewa petir dan berhasil menancapkan kuku tajamnya di dada sang dewa. Dewa petir muntah darah, tapi dia malah tersenyum menatap Astara palsu. Tubuhnya berubah menjadi aliran listrik yang menyerang Astara palsu sehingga membuatnya tersengat listrik. Astara palsu pun lemas terkena aliran listrik. Namun, dia masih bisa bangkit.

__ADS_1


"Jadi hanya ini, kemampuan reinkarnasi dewa Narendra." Dewa petir beras di belakang Astara palsu.


Astara palsu membalikan tubuh dan menyerang menggunakan pedang angin. Dewa petir dengan lincah menghindari pedang angin itu dari jarak dekat.


__ADS_2