Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Perjamuan Makan.


__ADS_3

"Terima kasih Nona Jiarong," ucap Astara.


Jiarong menundukan setengah badan sambil tersenyum.


"Jiarong!" panggil seorang pemuda dengan pakaian pendekar. Dia terlihat gagah dengan dengan pedang di tangan kirinya.


"Yutang!"


Yutang menghampiri Jiarong.


"Kau sudah menyelesaikan misi?" tanya Jiarong.


Yutang mengangguk "Aku punya hadiah untukmu."


Wajah Jiarong langsung terlihat senang. "Hadiah apa. Cepat berikan kepadaku aku sudah tidak sabar menerimanya."


Dengan ilmu Kultivasinya Yutang mengeluarkan Sebatang ganoderma dari tangan kanannya.


"Ini untukmu," ucap Yutang.


Wajah Jiarong terlihat berseri-seri, matanya membulat. "Ini kan Jamur langka dari gunung Yangjin.


"Saat Aku melaksanakan misiku menbasmi siluman lipan, aku tidak sengaja menemukan jamur ini," ucap Yutang.


"Kau tau, jamur ini konon bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit," ucap Jiarong


"Jamur ini sangat langka, tentu saja aku tau." Asyik berbincang dengan Jiarong, Yutang baru sadar kalau ada dua orang tengah duduk di tengah pembicaraan mereka.


Astara menatap teduh Yutang.

__ADS_1


"Hey sepertinya di sini ada tamu dari jauh," ucap Yutang.


"Perkenalkan namaku Astara dari Negeri Sabit dan ini Temanku Bailin." Astara memberi salam penghormatan.


"Aku Zhang Yutang murid dari sekte ini, suatu kehormatan bisa bertemu pendekar dari Negeri Sabit."


"Astara ini dari perguruan Bunga teratai lho," ucap Jiarong.


Yutang membulatkan mata. "Salam hormat dari Zhang Yutang murid dari sekte Lin'an."


"Yutang ini akan bertanding di kejuaraan kungfu besok. Dia sangat hebat," ucap Jiarong.


"Jangan memuji di depan Saudara Astara, Bagaimana pelatihan kultivasimu?" balas Yutang.


Jiarong memajukan bibir sambil memainkan ujung baju hanfunya. "Aku baru belajar mengaktifkan tenaga Ki."


Bailin terkekeh. "Aku saja yang siluman tikus sudah mencapai memperkuat pondasi Ki."


"Bailin." Astara menyenggol lengan Bailin.


Yutang terkejut dengan ucapan Bailin. "Jadi kamu seorang siluman."


"Tenang Saudara Yutang, walaupun Bailin seorang siluman, tapi dia tidak pernah mencelakai manusia. Sejak kecil, aku selalu bersama dengan Bailin," ucap Astara menjelaskan.


"Baguslah, jaga hewan peliharaanmu," ucap Yutang.


"Apa Kau bilang!" Bailin tidak terima.


Astara menengahinya. "Sudah jangan berkelahi."

__ADS_1


"Dia duluan yang mulai," ucap Bailin kepada Astara.


Yutang tersenyum sinis. "Kalau aku sampai melihatmu mengacau, aku tidak akan segan-segan membunuhmu."


"Coba saja kalau bisa!"


"Sudah hentikan! Kalian ini baru kenal sudah bertengkar!" seru Jiarong pergi dari tempat itu.


"Jiarong!" Panggil Zhang Yutang, lalu menoleh ke arah Astara. "Ini semua gara-gara kalian." Yutang pergi menyusul Jiarong.


"Dasar manusia tidak berperasaan!" cibir Bailin.


"Sudah jangan di teruskan," ucap Astara menyuruh duduk Bailin.


"Aku heran, kenapa dia langsung marah mendengar kata siluman," ucap Bailin.


Siang tiba, semua pendekar telah tiba di sekte Lin'an. sebuah Aula besar di siapakan untk perjamuan makan siang. Ketua Sekte Gongfu mempersilahkan mereka menikmati hidangan.


"Sebelum kita berbicara tentang kejuaraan kungfu, alangkah baiknya kita makan terlebih dahulu. Silahkan."


Para tamu undangan duduk untuk menikmati makan siang. Hai Xuan terus menatap tajam Astara dan Bailin.


"Ada apa dengan Hai Xuan itu, sepertinya dia tidak menyukai keberadaan kita," ucap Bailin pelan.


"Sudah jangan dihiraukan, lebih baik kita makan dulu."


"Apa kau tidak curiga dengan sikap Hai Xuan itu," ucap Bailin.


Astara menghela napas. Dia juga curiga dengan Hai Xuan.

__ADS_1


__ADS_2