Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Terlahir Dari Kesucian Jiwa.


__ADS_3

"Kita akan mulai latihan. Gunakan energi ki mu untuk membagi kekuatan kristal Narendra," ucap dewa bintang.


"Bagaimana caranya aku bisa melakukan itu?" tanya Astara.


"Alirkan energi ki mu ke kristal Narendra secara seimbang. Kristal Narendra adalah kristal langka dari empat galaxi. Kekuatannya sangat besar. Jika kau menggunkannya tanpa bisa mengndalikan, itu bisa merusak energi ki," ucap dewa bintang.


Astara duduk bersila sambil merapatkan tangan mencoba menyeimbangkan energi yang ada di dalam kristal Narendra.


"Pusatkan pikiranmu dengan alam hingga kristal Narendra berputar mengelilingi energi ki mu dengan sendirinya," ucap Dewa bintang.


Astara membuka mata dengan napas tersengal. "Tubuhku seperti tertarik garvitasi yang kuat."


"Itu tanda kau belum bisa menyatu dengan kristal Narendra," ucap dewa bintang.


Astara kembali mencoba, tapi hasilnya sama saja. Astara belum menemukan formula yang tepat untuk mengendalikan kristal Narendra.


"Aku memanipulasi api dan cahaya menjadi energi bintang lima yang menjadi senjata andalanku. Kau juga harus bisa menggabungkan energi seperti ini. Tapi, dalam skala yang lebih besar." Dewa bintang mencoba menyeimbangkan memberi contoh kepada Astara.

__ADS_1


Astara mencobanya kembali. Dia seolah masuk ke dalam dirinya sendiri dan bertemu dengan kristal, hijau, merah, dan biru. Astara mencoba menaklukan ketiga kristal itu, tapi tubuhnya terpental dan dia kembali tersadar dari meditasinya.


"Aku sudah melakukan berbagai tehnik meditasi, tapi kali ini seperti mustahil," ucap Astara.


"Apa yang kau rasakan saat bermeditasi?" tanya dewa bintang.


"Aku mencoba mendekati kristal itu, tapi tubuhku terpental," jawab Astara.


"Apa kau berusaha untuk menaklukannya?" tanya dewa bintang.


"Tentu saja, itu 'kan yang anda bilang?"


Astara tersenyum lebar, dia seolah mendapat cara untuk menaklukan kristal Narendra. Astara kembali melakukan meditasi, kali ini dia mencoba mencari celah dari kristal itu.


"Hay para kristal galaxi, aku adalah pemilikmu. Ada satu pertanyaan yang ingin aku sampaikan," ucap Astara.


"Aku melihatmu bertarung menggunakan kekuatan kami. Tapi, kau melakukannya pada saat terdesak." Kristal merah itu menyala saat berbicara.

__ADS_1


"Karena aku tidak tau bagaimana menggunakan kalian. kekuatanku masih lemah. Aku butuh bantuan kalian untuk mengalahkan Soma yang bekerja sama dengan aura kgelapan," ucap Astara.


"Kami akan sangat senang hati membantumu, tapi jika energi mu masih marah, kami tidak akan bisa menyatu denganmu. Maha Budha telah menciptakan kami dengan kesucian jiwa. Maka, kau juga harus memiliki kesucian jiwa yang dimiliki sang Budha." Kristal hijau itu menyala saat berbicara.


"Aku telah banyak membantu manusia. Aku juga mempunyai tugas mulia menyelamatkan tiga dunia. Apa itu tidak cukup?" tanya Astara.


"Kesucian jiwa ada di dalam nuranimu, jika nuranimu masih ada dendam dan nafsu yang ingin kau gapai, maka kau tidak akan bisa mengendalikan kami," ucap kristal biru yang menyala.


"Coba kau pikirkan, kau ingin menyelamatkan tiga dunia apakah karena tulus dari hatimu atau karena tugas yang sangat memberatkanmu," ucap kristal merah.


"Aku tidak tau," jawab Astara.


"Jika itu jawabannya, maka masih banyak hal yang harus kamu perbaiki," ucap kristal biru.


Astara kembali tesedot dan bangun dari meditasinya. Kali ini dia mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Astara kau tidak apa-apa?" tanya dewa bintang.

__ADS_1


Astara mengangguk.


__ADS_2