
Dewa bumi dengan dengan tongkat kayunya menepis serangan dewa petir. Dewa bumi segera kabur, dewa petir tidak membiarkannya, dia terus mengejar di belakang dewa bumi. Dewa petir menyerang dewa bumi menggunakan petir ke segala arah. Dewa bumi terpaksa berhenti menggunakan mantra pelindung untuk menangkis serangan petir yang membabi buta itu
Bailin tiba di perbatasan langit, dia tidak bisa menolong dewa bumi karena seorang siluman. Siluman akan terbakar jika melewati gerbang langit. Pelindung sihir dewa bumi terlihat sudah retak akibat serangan petir yang terus-menerus mengarah kepadanya.
"Dewa Bumi!" teriak Bailin yang tampak khawatir dengan keadaan dewa bumi.
"Ini serangan terakhir." Dewa petir melesat bagaikan petir dan menghancurkan pelindung sihir dewa bumi. Dewa bumi jatuh dengan darah mengalir di sekujur tubuhnya. Bailin dengan berani melewati pembatas langit untuk menolong dewa bumi. Tubuhnya mulai terbakar, tapi dia tidak mempedulikannya.
Bailin berlari dan menangkap dewa bumi, dengan energi ki yang tersisa dia menggunakan ilmu menghilang menjauh dari dewa petir.
"Sihir siluman." Dewa petir turun mengejar Bailin menuju dunia manusia.
Bailin dan dewa bumi tiba di gua magma dengan luka bakar yang serius.
"Bailin apa yang terjadi denganmu," ucap Jiarong khawatir. Jiarong segera memeriksa keadaan Bailin yang sudah tidak berdaya.
__ADS_1
"Ji-Jiarong, makanlah daun ini, maka inti roh mu akan keluar. Tapi ingat, setelah inti roh mu keluar, kau tidak bisa lagi mengunakan energi ki mu," ucap dewa bumi dengan suara parau.
Xiao Yu memberikan energi ki untuk menetralkan darah dewa bumi. "Kau jangan banyak bicara dulu dewa bumi. Lukamu sangat parah."
Jiarong pun memakan daun pohon kehidupan. Seketika itu bola putih keluar dari mulutnya. Segera Jiarong memberikan inti roh nya ke Astara yang tidak sadarkan. Tubuh Jiarong menjadi lemas. dia tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya hingga terjatuh di perut beruang kutub.
"Putri Jiarong, kau tidak apa-apa?" Xiao Yu memberikan energi ki untuk menyimbangkan tubuh Jiarong.
"Aku tidak apa-apa, Xiao Yu. hanya terasa pusing," ucap Jiarong lirih.
"Kau berada di gua magma tempat persembunyianku," jawab beruang kutub.
Astara terkejut melihat beruang kutub yang bisa bicara. "Siapa kau? Kenapa aku ada di sini?"
"Salam kepada reinkarnasi dewa Narendra, saya dulu hewan kesayangan dewi Jingyi yang turun ke bumi."
__ADS_1
Astara mengernyitkan dahi, lalu melihat Bailin dan dewa bumi yang pingsan dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.
"Bailin, Dewa Bumi, Ada apa dengan mereka? Dimana Jiarong?" Astara masih tampak bingung.
"Tenanglah dulu pendekar Astara, kau baru saja sadar. Jiarong baik-baik saja, dia baru saja menyelamatkan hidupmu," ucap Xiao Yu.
"Menyelamatkanku, dimana sekarang Jiarong?"
"Dia sedang istirahat karena menggunakan inti roh dewinya," jawab Xiao Yu.
Astara terdiam sejenak. "Aku ingin bertemu dengan Jiarong."
Xiao Yu mengangguk, beruang kutub mengeluarkan tubuh Jiarong yang bersembunyi di perutnya. Jiarong tertidur lelap.
"Biarkan dia tidur, dia hanya kelelahan. Lebih baik kau selamatkan dewa bumi dan Bailin. Mereka terluka parah karena berjuang mengambil daun pohon kehidupan," ucap Xiao Yu..
__ADS_1
"Aku masih belum ingat apa yang terjadi, tapi baiklah, Bailin dan dewa bumi harus segera diselamatkan." Astara mengeluarkan pedang Narendra dari dalam tubuhnya, lalu mengangkat pedang dewa itu memanggil Changguan.