
Seribu Lima Ratus Tahun Yang Lalu.
Tak berselang lama, dewa pagoda dan prajurit langit menghadap dewa bintang untuk membawanya ke istana langit atas perintah kaisar langit. Soma tersenyum licik ikut dengan rombongan prajurit langit.
"Tao Feng, kau telah lancang menebang pohon bodhi," ucap kaisar langit tanpa basa-basi.
"Saya tidak mengerti maksud, Yang Mulia."
Dewa matahari membawa membawa seorang prajurit langit yang terbunuh akibat serangan energi bintang lima. Dewa bintang pun terkejut melihat itu.
"Yang Mulia, tadi malam saya dan istri ada di rumah tidak kemana-mana." Dewa bintang melakukan pembelaan.
"Yang Mulia, saya menemukan benda ini di rumah dewa bintang." Dewa pagoda menyerahkan kotak berwarna hitam dengan bau sari bunga mawar.
Kaisar langit terkejut saat tau kotak itu berisi pil pengikat roh. Tatapan tajam mengarah ke dewa bintang.
__ADS_1
"Berani sekali kau mengambil energi negatif dari pohon bodhi. Tindakanmu ini tidak bisa dimaafkan!" pekik kaisar langit.
"Yang Mulia saya tidak tau tentang hal semacam itu."
"Pengawal bawa dia ke penjara emas!" perintah kaisar langit.
Soma yang melihatnya pun tersenyum sinis, lalu dia berlari ke rumah dewi bulan untuk mengabarkan bahwa dewa bintang akan menghadapi eksekusi. Dewi bulan pun segera ke istana langit untuk melihat apa yang terjadi.
Sedangkan Soma memanfaatkan kekacauan ini untuk mencari Narendra. Lagi-lagi Narendra dan Jingga sedang berjalan-jalan di tepi danau. Aura kegelapan dari dalam diri Soma berbisik untuk segera membunuh dewa Narendra. Soma dari kejauhan melemparkan tombak dewa ke arah Narendra.
"Senior Soma, apa kau tidak apa-apa?" tanya Narendra.
"Aku tidak apa-apa, hanya mengalami luka kecil," ucap Soma berdiri dari jatuhnya.
"Syukurlah Senior, apa yang senior lakukan di sini?" tanya Jingga.
__ADS_1
"Aku sedang berlatih, cuma kurang hati-hati saja. Bagaimana pelajaran kalian?" tanya Soma basa-basi.
"Sebentar lagi kita akan lulus dan mendapatkan misi," jawab Narendra.
"Bagus, semangat ya untuk kalian berdua. Aku mau pergi dulu, ada suatu urusan." Soma pun pergi.
Jingga melambaikan tangan memberi semangat kepada Soma.
"Suatu saat nanti aku akan menghabisimu," gumam Soma berjalan menjauh dari Jingga dan Narendra.
Esok harinya, para prajurit langit berkerumun ingin menyaksikan hukuman terhadap dewa bintang di altar empat pilar. Kaki dan tangan dewa bintang di ikat dengan rantai emas.
"Pohon bodhi adalah sumber kekuatan para dewa. Jika pohon bodhi itu tumbang maka para dewa akan mengalami kemunduran. Kekuatan mereka akan berkurang saat hari pohon bodhi tumbang. Tao Feng, kau telah melakukan perbuatan yang melampaui batas. Aku akan mengirimmu menjadi seorang siluman yang jijik diantara siluman lainnya. Kau tidak akan punya teman, kau akan hidup sendiri selama." perintah kaisar langit.
Petir menyambar mengenai tubuh dewa bintang hingga tubuhnya lemas. Dewi bulan dengan nekat terbang ingin menyelematkan dewa bintang. Namun, kaisar langit dengan kekuatan alamnya menahan pergerakan dewi bulan.
__ADS_1
"Lancang kau, beraninya masuk ke altar pengadilan. Tindakanmu harus mendapat sangsi." Kaisar langit langsung melempar dewi bulan ke dunia tanpa arah dan tidak akan bisa kembali lagi.