Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Kabur Dari Pertempuran.


__ADS_3

Dewa angin dan dewa petir pun kesulitan mendeteksi aura dewa dari ksatria langit timur dan barat. Sebuah gada dan tebasan pedang melesat mengenai dada dewa angin dan petir. Mereka berdua berteriak kesakitan karena serangan itu.


Ksatria langit utara dan selatan menambahkan dengan serangan angin dan petir yang membuat dewa angin dan petir tekulai lemas.


"Sepertinya strategi kita berjalan dengan lancar," ucap ksatria langit timur.


Dewa angin dan dewa petir hanya bisa menatap keempat ksatria langit dengan tatapan sayu. Ksatria langit timur mengikat tubuh dua dewa itu dengan rantai emas.


"Aku akan membawa dewa pengkhianat ini ke hadapan kaisar kegelapan."


Tiga ksatria langit setuju. "Biar kaisar kegelapan yang menghukum mereka berdua."


Astara yang sudah pulih melempar pedang Narendra untuk memotong rantai dewa. ksatria langit yang melihat secara tiba-tiba pun menghindar, namun rantai dewa terlepas dari ikatan. Dewa bumi menarik tubuh dewa angin dan petir ke dalam tanah untuk segera di obati.


"Bagus dewa bumi, kali ini aku tidak akan kalah lagi," ucap Astara.


"Kurang ajar!" pekik ksatria langit timur.

__ADS_1


"Kita masih ada tugas dari kaisar kegelapan, kita bunuh reinkarnasi dewa Narendra!" keempat ksatria langit menyerang secara bersamaan dengan elemennya masing-masing.


Astara menggabungkan aura hijau dan pedang Narendra untuk menambah kecepatannya. Tebasan api pedang Narendra mampu menghancurkan formasi ksatria langit. Astara kembali menyerang dengan jurus tangan budha raksasa. Empat ksatria langit terkena telak serangan telapak tangan budha hingga tertimbun pasir. Astara menggunakan mantra untuk mengunci empat ksatria langit di dalam pasir, lalu pasir itu berubah menjadi sebuah tanah yang padat berbentuk segitiga.


"Bailin, ayo cepat pergi dari sini!" pekik Astara.


Bailin berlari sambil mnggendong Suli menghampiri Astara.


"Kita pergi dari sini, sebelum ksatria langit bisa melepas segelnya." Astara dengan aura hijaunya kabur dengan kecepatan kilat.


"Dimana kita?" tanya Bailin yang melihat banyak pohon dan laut di tepi pantai.


"Luka yang ada di tubuhnya dengan sendirinya sembuh, tapi dia masih butuh banyak istirahat. Dia terlalu banyak menggunakan energi ki."


"Kita sudah sampai ke bumi paling utara, tapi aku tidak merasakan keberadaan kristal Narendra," ucap Astara.


"Jangan-jangan dia berbohong, siluman rubah sialan ini kalap saat mendengar Soma mnjadi jahat," ucap Bailin.

__ADS_1


"Aku pikir dia tidak berbohong. Walaupun, tujuan ikut dengan kita mencari informasi tentang Soma," balas Astara.


"Kenapa kau bisa seyakin ini?"


"Aku merasakan energi ki saat dia bertarung dengan ksatria langit utara. Dia seolah telah menyesal melakukan kesalahan, maka dari itu dia nekat melawan ksatria langit utara," jawab Astara.


"Aku tidak menyangka dia memiliki api biru."


"Itulah sebabnya, aku membawanya ke sini. Dia akan sangat berguna untuk kita," ucap Astara.


Bailin tersenyum lebar. "Kau benar Astara, api biru adalah api penyembuhan, dengan api ini kita tidak perlu menungg Jiarong kembali."


Astara mengangguk.


"Tapi kenapa kau kabur dari pertarungan?" tanya Bailin.


"Aku tidak mungkin bisa mengalahkan keempat ksatria langit. Sebesar apapun Suli menyembuhkan lukaku, jika energi ki terkuras, tetap saja kesulitan melawan empat dewa itu," jawab Astara.

__ADS_1


"Bahkan dewa angin dan dewa petir pun kalah. Empat ksatria langit memiliki formasi yang sulit untuk di atasi."


__ADS_2