Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Mencari Pemilik Api Biru.


__ADS_3

Astara dan dewa bintang kembali masuk ke dingin pembatas.


"Kalian sudah kembali." Bailin dan Xiao Yu terlihat senang.


Astara tersenyum. "Bagaimana keadaan Suli?"


"Kondisinya semakin melemah," jawab Xiao Yu.


Astara mendekat memberi energi ki untuk Suli. Tapi, energi yang dikirim Astara tertolak oleh tubuh Suli.


"Tubuh Suli menolak energi yang aku berikan."


"Mungkin karena efek api biru yang ada di dalam tubuh Suli," ucap dewa bintang.


Astara, Bailin dab Xiao Yu menaikan satu alis belum mengerti apa yang dimaksud dewa bintang.


"Api biru bersifat pemberi sekaligus pemilih. Api biru dengan senang hati bisa memberi energi bagi orang yang membutuhkan, tapi api biru tidak bisa menerima energi ki sembarangan. Api biru hanya bisa menerima energi sesama api biru. Kita membutuhkan pil api biru untuk memulihkan Suli," jelas dewa bintang.


"Yang memiliki kekuatan api biru hanya dewa pagoda. Tapi ..."


"Selain dewa pagoda masih ada!" Bailin memotong pembicaraan Astara.

__ADS_1


"Dimana?" tanya Astara.


"Di negeri Salju?"


"Bukankah perdana menteri viktor telah tewas," ucap Astara.


"Perdana menteri mesum itu memang telah tewas, tapi di kerajaan negeri Salju pasti ada orang yang memiliki kemampuan yang sama seperti Viktor," ucap Bailin.


"Baguslah kalau begitu. Kita harus cepat kesana. Hanya Suli yang bisa mendeteksi dimana kristal Narendra," ucap Astara.


"Kalau begitu aku akan menemanimu ke sana," ucap Bailin.


"Kalau aku kesana sendirian, bisa berbulan-bulan sampai ke negeri salju," protes Bailin.


Dewa bintang memannggil pegasus putih. "Naiklah dengan pegasusku. Sekalian ajak Xiao Yu, dia pasti banyak membantumu."


Xioa Yu tersenyum lebar. "Aku tidak akan mengecewakan dewa bintang."


Bailin berdecak, tidak ada cara lain selain mengajak Xiao Yu. Walaupun, dimata Bailin Xiao Yu menyebalkan dan sering bertingkah aneh.


"Kalian berangkatlah," ucap dewa bintang.

__ADS_1


Mereka berdua pun menaiki pegasus menuju negeri salju.


"Dewa bintang, aku tidak mengerti apa yang kamu katakan saat bicara tentang menghabiskan energi ki?" tanya Astara.


"Aku melihatnya. Saat kau terdesak kekuatan kristal Narendra bereaksi. Itu karena kau merasa terancam, jadi kekuatan kristal Narendra memaksamu untuk keluar. Tapi, hal seperti itu membuat tenagamu terkuras. Aku akan mengajarkanmu mengendalikan kristal yang ada di tubuhmu supaya kau bisa menggunkannya sesuai kebutuhan," ucap dewa bintang.


"Aku juga merasakan apa yang kamu katakan. Saat aku mulai menyerah, tiba-tiba ada dorongan dari diriku. Jiwaku seperti melayang, tapi aku tidak tau sedang berada dimana aku," ucap Astara.


"Kalau begitu, mari kita masuk ke ruang waktu," ajak dewa bintang.


Astara berhenti sejenak. "Apa aku bisa bertemu dengan Jiarong?"


"Sayang sekali tidak bisa. Ruang waktu tempat yang suci, jika ada pria dan wanita maka mereka akan terpisah ke dimensi yang berbeda," jawab dewa bintang.


"Itu sebabnya dewi bulan melatih Jiarong, bukan kamu," ucap Astara.


Dewa bintang mengangguk. Mereka berdua masuk ke ruang waktu. Astara terlihat bingung dengan warna yang serba putih di ruang waktu.


"Jadi ini ruang waktu," ucap Astara melihat ke segala arah.


"Satu hari di dunia, sama dengan satu tahun di ruang waktu. Mungkin kita butuh satu tahun di sini untuk melatihmu," ucap dewa bintang.

__ADS_1


__ADS_2