Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Putra Mahkota Kerajaan.


__ADS_3

Astara hanya menghela napas dalam-dalam. "Sepertinya juga begitu."


"Kita harus tetap waspada," ucap dewa bintang.


Di tempat lain, Bailin dan Xiao Yu sudah tiba di negeri salju tepat di depan kerajaan.


"Kita tanya kepada penjaga," ucap Bailin.


"Bai-Bai, tunggu!" Panggil Xiao Yu


Bailin menoleh. "Ada apa?"


"Lihat itu." Xiao Yu menunjuk sebuah lembaran poster bergambar Bailin, Astara, dan Soma yang menyamar sebagai Yang Guo.


Bailin pun melihat gambar itu. "Apa-apaan ini!"


"Kau telah menjadi buronan di negeri ini," ucap Xiao Yu.


Bailin dengan segera merobek gambar yang ada di papan pengumuman itu. "Apa mereka tidak tau kalau kita punya tugas yang lebih besar."

__ADS_1


"Bai-bai, kau jangan emosi dulu. Lebih baik kau memakai jubah ini untuk menutupi penyamaranmu." Xiao Yu memberikan sebuah kain bertudung berwarna coklat.


"Aku tidak mau, aku ingin berbicara langsung dengan raja negeri salju. Akan aku beritahu siapa diriku sebenarnya," ucap Bailin.


"Bai-bai dengarkan aku dulu. Penjaga itu tidak akan percaya, malahan mungkin kau akan ditangkap, jika kau tertangkap kita akan semakin susah mendapatkan api biru," ucap Xiao Yu menahan Bailin.


Bailin berdecak, akhirnya dia mau memakai kain coklat itu. "Sekarang apa rencanamu?"


"Seperti biasa kita akan menyusup menggunakan ilmu perubahan." Xiao Yu berubah menjadi ular hijau, sedangkan Bailin berubah menjadi tikus.


Mereka berdua hendak menyelinap ke istana, namun tubuh mereka teepental karena area kerajaan sudah dilapisi tehnik pelindung. Bailin dan Xiao Yu pun berubah menjadi wujud manusianya lagi.


"Kita tidak bisa sembarangan masuk ke sini, kita harus mencari cara lain," ucap Xiao Yu.


"Kita menuju keramaian, biasanya para penduduk membicarakan sesuatu yang hangat di kerajaan.


"Ide yang bagus."


Bailin dan Xiao Yu duduk di sebuah kedai yang banyak pengunjungnya. Seorang pelayan kedai menawarkan pesanan.

__ADS_1


"Paman, kami mau pesan teh hijau dua," ucap Xiao Yu.


Seorang pelanggan berbicara tentang acara ulang tahun seorang putra mahkota kerajaan yang akan di laksanakan besok. Semua rakyat negeri salju mendapat kesempatan masuk istana, asal menunjukan identitas mereka sebagai penduduk negeri salju. Bailin dan Xiao Yu pun segera pergi menuju perbatasan kota.


"Kita harus mendapatkan identitas itu," ucap Bailin.


"Tapi, bagaimana caranya. Kita tidak mungkin memaksa warga untuk menyerahkan identitas mereka," balas Xiao Yu.


"Kalau itu harus dilakukan kenapa tidak?"


"Penduduk negeri salju sangat menunggu pesta rakyat ini. Mereka ingin sekali melihat pangeran kerajaan mengadakan pesta. Kalau kita mengambil secara paksa, sama saja itu merampok," ucap Xiao Yu.


Bailin berdecak kesal, duduk di sebuah batu "Kau ini betul-betul merepotkan."


Xiao Yu cemberut membujuk Bailin. "Bai-bai, aku bukannya tidak menurutimu, tapi aku telah berjanji kepada putri Jiarong untuk tidak berbuat curang lagi."


"Ya sudahlah terserah kamu, aku ingin mencari tempat istirahat dulu." Bailin beranjak dari tempat duduknya menuju ke hutan untuk mencari sebuah gua.


Xiao Yu menghentakkan kedua kakinya secara bergantian menatap punggung Bailin yang semakin menjauh. "Bai-bai, kenapa kau meninggalkanku."

__ADS_1


Xiao Yu menyusul Bailin mencari gua tempat istirahat. Hari semakin gelap, suara burung hantu dan hewan malam lainnya bersaing saling sahut-menyahut untuk menunjukan keberadaan mereka.


__ADS_2